Indibiz Latih Guru Makassar Kuasai AI dan STEAM Demi Kelas Interaktif
- Telkom
Langkah strategis terus diambil oleh Indibiz dari Telkom Solution demi menjawab tantangan di era kecerdasan buatan yang kini dihadapi oleh para tenaga pengajar di tanah air. Kehadiran teknologi pintar ini pada dasarnya diposisikan sebagai instrumen pembantu. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyederhanakan sekaligus meringankan beban kerja administratif maupun operasional yang selama ini dipikul oleh para guru.
Meskipun teknologi berkembang pesat, esensi seorang guru sebagai figur teladan dan sumber ilmu yang utama bagi peserta didik tetap tidak akan pernah bisa digeser oleh mesin. Pemanfaatan sistem cerdas ini murni dialokasikan untuk memangkas waktu kerja. Dengan begitu, sisa waktu yang ada bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas interaksi langsung selama dinamika kegiatan belajar-mengajar berlangsung di kelas.
Implementasi teknologi modern ini sangat membantu para pengajar dalam mengeksekusi berbagai tugas krusial. Mulai dari memformulasikan bahan ajar, menyusun skenario aktivitas kelas, hingga merancang sistem pembelajaran berbasis proyek yang memadukan konsep STEAM. Hasil akhirnya adalah terciptanya atmosfer ruang kelas yang jauh lebih inovatif, partisipatif, serta mampu menyesuaikan diri dengan karakter murid generasi masa kini.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, Nuridha Tri Lestari selaku Account Manager Witel Sulbagsel menegaskan bahwa Indibiz berkomitmen menyediakan ekosistem digital yang kuat. Fokus utama mereka terletak pada penyediaan konektivitas internet yang stabil serta pemanfaatan teknologi tepat guna demi mendongkrak mutu pendidikan nasional.
Dalam agenda lokakarya bertajuk “Hands on AI Meets STEAM” yang digelar di kantor Telkom Regional 5 Makassar pada tanggal 23 Mei lalu, Nuridha memperkenalkan Pijar Sekolah. Platform edukasi digital besutan Telkom Indonesia ini dirancang khusus untuk mempermudah seluruh proses akademik di ekosistem sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Tiara yang bertindak sebagai fasilitator dari Coding STEAM by Educourse turut membagikan ilmu praktis kepada para peserta. Ia memandu para guru mengenai teknik memformulasikan materi pelajaran lewat bantuan kecerdasan buatan, mengonsep pembelajaran berbasis proyek, hingga memvisualisasikan aktivitas kelas secara menarik.
Tidak hanya teori, para peserta workshop juga dibekali keahlian dalam merumuskan instruksi atau prompt yang akurat. Kemampuan penulisan perintah ini sangat penting agar teknologi kecerdasan buatan mampu memproduksi ide-ide pembelajaran yang spesifik, sesuai dengan tingkatan kelas, mata pelajaran, serta karakteristik unik dari masing-masing siswa.
Respons positif datang dari salah satu peserta asal SD Islam Al Azhar 34 Makassar, Winda Afrilawati, yang merasa pelatihan ini sangat kontekstual dengan tantangan guru zaman sekarang. Selain memperluas wawasan, acara ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi para peserta melalui program Agent Sobat Indibiz (SOBIZ) untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah.