Prabowo Panggil 33 Calon Menteri: Tak Ada Kader PDIP?
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Gadget – Presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengundang 33 calon menteri ke kediamannya di Jakarta. Pertemuan ini memunculkan spekulasi luas mengenai formasi kabinet Prabowo-Gibran, terutama karena absennya perwakilan dari PDIP. Padahal, sebelumnya banyak yang mengira partai berlambang banteng itu akan bergabung dalam pemerintahan baru.
Kejutan: Tidak Ada Nama dari PDIP
Yang menjadi sorotan utama adalah tidak hadirnya nama-nama kader PDIP dalam pertemuan tersebut. Sebelumnya, rumor menyebutkan bahwa partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini akan bergabung dalam kabinet Prabowo-Gibran.
Nama-nama seperti Olly Dondokambey dan Budi Gunawan santer disebut-sebut sebagai calon menteri dari PDIP, namun hingga saat ini mereka belum muncul dalam daftar yang dipanggil Prabowo.
Absennya PDIP menimbulkan berbagai spekulasi, apakah partai ini akan tetap bergabung di pemerintahan atau memilih menjadi oposisi. Publik tentu menunggu langkah selanjutnya dari partai berlambang banteng tersebut.
Cak Imin Hadir sebagai Perwakilan PKB
Di sisi lain, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, hadir dalam pertemuan di Kertanegara. Kehadiran Cak Imin cukup mengejutkan mengingat sebelumnya ia menjadi pesaing Prabowo dalam Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan. Namun kini, Cak Imin menunjukkan sikap kooperatif dan menegaskan bahwa PKB siap mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
"Saya sudah sampaikan kepada Pak Prabowo bahwa PKB, bersama seluruh kader, siap ditugaskan di mana pun, termasuk dalam pemerintahan mendatang," ujar Cak Imin kepada wartawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa PKB siap berkolaborasi dengan pemerintahan baru, menciptakan koalisi yang lebih solid.
Spekulasi Bergabungnya PDIP dalam Kabinet Prabowo
Meski PDIP belum mengirimkan perwakilannya, masih banyak yang berspekulasi bahwa partai ini akan bergabung dalam kabinet. Keputusan akhir dari PDIP akan sangat dinantikan, terutama karena partai ini memiliki basis dukungan yang kuat dan beberapa tokoh senior yang dianggap berpengalaman untuk mengisi posisi menteri.
Apakah Prabowo akan tetap membuka pintu untuk PDIP, atau partai tersebut memilih jalur lain, menjadi teka-teki yang menarik di kancah politik Indonesia.