Instagram Sesatkan Pengguna Remaja, kata Mantan Karyawan Meta

Instagram Sesatkan Pengguna Remaja
Sumber :
  • viva.co.id

Gadget - Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tengah ditekan oleh Amerika Serikat terkait platform-platform miliknya yang memiliki dampak negatif untuk pengguna usia anak dan remaja.

img_title Bayar Rp13 Ribu Sebulan Demi WhatsApp Beda Tampilan, Seberapa Penting Buat Kamu

Dalam kesaksiannya pada sidang pemeriksaan media sosial dan krisis kesehatan mental remaja di AS, seorang mantan karyawan Meta, Arturo Bejar, mengungkapkan bahwa Instagram telah menyesatkan pengguna usia remaja.

Bejar mengatakan bahwa Instagram sangat tidak seusai untuk pengguna anak-anak berusia 13 tahun dan mengklaim bahwa Instagram telah gagal melindungi privasi mereka.

img_title Baru di Threads! Tambahkan Lagu Favorit ke Postingan, Begini Caranya

Melalui kesaksiannya, Bejar mengatakan bahwa anak perempuannya serta teman-teman anaknya menjadi korban pelecehan di Instagram selama bertahun-tahun. Menurutnya desain Instagram tidak mendukung untuk mendorong pengguna remaja untuk melaporkan hal-hal tersebut.

Bejar mulai bergabung di Facebook pada tahun 2009 dan menjabat sebagai direktur teknik Facebook. Namun, pada tahun 2015, ia mengundurkan diri untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan anak-anaknya.

img_title Meta Kembangkan Pendant AI dan Kacamata Pintar Baru untuk Produktivitas

Pada tahun 2019, ia kembali bekerja di Meta sebagai konsultan teknologi keamanan di Instagram. Ia merasa khawatir terhadap putrinya yang saat itu masih berusia 14 tahun karena telah menerima pesan rayuan seksual di Instagram.

Bejar mengatakan telah secara pribadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penelitian tersebut kepada Sheryl Sandberg, Facebook Operations Chief, dan Head of Instagram Adam Mosseri. Bahkan ia juga mengirim surat pribadi kepada CEO Meta Mark Zuckerberg. Namun, Bejar mengatakan bahwa kekhawatirannya tidak direspons, bahkan Zuckerberg tidak pernah membalas suratnya tersebut.

Meta mengungkapkan angka-angka tentang insiden ujaran kebencian, perundungan, dan pelecehan di jejaring sosialnya sebagai bagian dari laporan transparansi reguler.

Namun, Bejar berpendapat bahwa angka-angka tersebut menyesatkan dan salah menggambarkan masalah karena hanya mengungkapkan sebagian kecil dari bahaya yang sebenarnya.

Dia mengklaim bahwa sebagian besar pengalaman negatif di Instagram tidak melanggar peraturannya dan bahkan ketika konten melanggar peraturan, konten tersebut mungkin tidak dilaporkan.

Meta membantah klaim Bejar. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa ada semacam konflik antara penelitiannya tentang persepsi pengguna terhadap Instagram dan laporan transparansi.

"Metrik prevalensi dan survei persepsi pengguna mengukur dua hal yang berbeda. Kami mengambil tindakan berdasarkan keduanya dan bekerja pada keduanya terus berlanjut hingga hari ini," kata juru bicara Meta.

Namun, Bejar mengatakan bahwa perusahaan media sosial harus dipaksa mengumpulkan dan mempublikasikan data dengan lebih baik tentang berapa banyak anak yang mendapatkan rayuan seksual yang tidak diinginkan di aplikasi mereka.

Dia mengatakan pesan terenkripsi sangat penting bagi banyak orang, tapi dirinya kurang yakin apakah pesan tersebut sesuai untuk anak.

Ketika ditanya apakah ia merasa keselamatan anak-anak adalah prioritas utama di Meta, Bejar mengklaim bahwa puluhan peneliti telah diberhentikan dari tim kesejahteraan Instagram sejak dia pergi meninggalkan Meta.

Tekanan dari AS

Tekanan dari AS terhadap Meta terkait platform-platformnya yang memiliki dampak negatif untuk pengguna usia anak dan remaja semakin meningkat.

Pada bulan Juli 2022, Senat AS mengadakan sidang untuk membahas krisis kesehatan mental remaja dan peran media sosial di dalamnya. Dalam sidang tersebut, Meta menjadi salah satu target utama kritik.

Senator Richard Blumenthal mengatakan bahwa Meta telah "mengambil keuntungan dari kerentanan anak-anak" dan bahwa perusahaan tersebut "harus bertanggung jawab" atas dampak negatifnya terhadap kesehatan mental remaja. Senator Marsha Blackburn mengatakan bahwa Meta telah "membohongi orang tua" tentang keamanan Instagram untuk anak-anak.

Meta telah menghadapi sejumlah gugatan hukum terkait dampak negatif platform-platformnya terhadap pengguna usia anak dan remaja.

Pada bulan Agustus 2022, perusahaan tersebut setuju untuk membayar denda $90 juta untuk menyelesaikan gugatan hukum yang diajukan oleh orang tua di California.

Gugatan tersebut menuduh Meta gagal melindungi anak-anak dari konten berbahaya di Instagram. Meta tengah menghadapi tekanan yang semakin besar dari AS terkait platform-platformnya yang memiliki dampak negatif untuk pengguna usia anak dan remaja.

Perusahaan tersebut telah membantah klaim-klaim tersebut, tetapi tekanan dari pemerintah AS diperkirakan akan terus meningkat.