Wamenkominfo Nezar Patria Tekankan Pemanfaatan AI yang Inklusif dan Non-Diskriminatif
- Kominfo
Co-Founder Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Bambang Riyanto mengungkapkan bahwa saat ini dunia sedang berada dalam Era Narrow AI yang memungkinkan penyelesaian tugas khusus seperti melacak gambar, menerjemahkan, atau menunjukkan lokasi.
Sebelumnya, teknologi AI banyak digunakan untuk analisis sentimen, merangkum dokumen, melakukan transaksi, atau memprediksi teks melalui prompt atau perintah.
"Visi ke depan AI adalah membentuk sesuatu yang lebih umum dengan kemampuan mirip manusia, seperti mengenali wajah, memahami bahasa yang diucapkan oleh orang lain, memecahkan masalah, dan belajar," katanya.
Lebih dari itu, teknologi AI merupakan bidang teknologi yang berusaha menciptakan komputer yang lebih cerdas, mendekati kecerdasan makhluk hidup atau manusia. "Seperti kemampuan belajar, penalaran, dan pemecahan masalah. Ini adalah hal-hal yang ingin diadopsi oleh AI," tandasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji, Akademisi Universitas Dian Nuswantoro Pulung Nurtantio, dan Managing Editor InfoKomputer Wisnu Nugroho.