China vs Amerika: Siapa yang Akan Kuasai Masa Depan AI Global?

China vs Amerika: Siapa yang Akan Kuasai Masa Depan AI Global?
Sumber :
  • Medium

Gadget – Di tengah ketegangan geopolitik dan pembatasan ekspor teknologi oleh Amerika Serikat, Huawei kembali mencetak langkah strategis yang mengguncang lanskap kecerdasan buatan (AI) dunia. Raksasa teknologi asal Tiongkok ini secara resmi membuka akses terhadap dua model AI dari seri Pangu, termasuk teknologi reasoning yang menyertainya.

Resmi: Google Gemini Akan Mendukung Transformasi Besar Siri Apple

Langkah ini menandai strategi agresif Huawei dalam memperluas pengaruh teknologi AI buatan China, sekaligus menantang dominasi perusahaan raksasa Amerika seperti Google, Microsoft, dan Nvidia.

Open Source Jadi Senjata Baru

Spesifikasi Huawei Pura 90 Ultra Bocor, Kamera 200 MP dan Desain Premium

Strategi membuka model AI secara open-source tidak hanya menjadikan teknologi Huawei lebih inklusif, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi internasional. Para pengembang, startup, hingga institusi pemerintahan kini bisa memanfaatkan dan mengembangkan model AI Huawei sesuai kebutuhan mereka.

Bahkan, Huawei secara terbuka mengajak mitra global untuk ikut berkontribusi pada pengembangan ekosistem ini. Model AI Pangu tidak hanya bisa digunakan secara bebas, tapi juga dapat diintegrasikan dengan perangkat keras buatan Huawei—khususnya chip Ascend, yang kini digadang-gadang sebagai pesaing serius chip Nvidia.

Apple Pakai Google Gemini untuk AI, Tapi Siri Tetap Milik Apple!

Di Balik Strategi AI Huawei: Inovasi dari Dalam Negeri

Perlu diketahui, langkah ini bukan datang tanpa sebab. Huawei harus menghadapi pembatasan ekspor chip AI dari AS, yang memotong akses perusahaan China terhadap chip-chip canggih seperti seri H100 milik Nvidia.

Namun alih-alih terpukul, Huawei justru memperkuat kemandirian teknologi lewat pengembangan ekosistem sendiri. Ekosistem Ascend kini menjadi tulang punggung produk-produk AI Huawei, lengkap dari sisi hardware hingga software.

“Huawei kini menguasai seluruh rantai pasok AI, dari chip hingga perangkat lunak,” ujar Paul Triolo, analis dari Albright Stonebridge Group.

Berbeda dengan AS, Huawei Jualan Hardware Lewat AI

Meski tampak mirip dengan strategi Google yang membuka akses ke model AI Gemma, Huawei memiliki pendekatan berbeda. Bila perusahaan teknologi AS fokus pada monetisasi software dan layanan, Huawei justru memanfaatkan AI untuk mendorong penjualan hardware seperti chip dan server.

Dengan kata lain, AI bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju dominasi perangkat keras—sebuah model bisnis yang jauh lebih menyeluruh dan agresif.

Halaman Selanjutnya
img_title