Heboh Viral Tamu Diusir di Malam Hari, Ini Identitas Pemilik Hotel Syariah Pekalongan!

Heboh Viral Tamu Diusir di Malam Hari, Ini Identitas Pemilik Hotel Syariah Pekalongan!
Sumber :
  • tiket.com

Gadget – Kasus yang viral di media sosial kembali mencuat, kali ini melibatkan Hotel Indonesia Syariah Pekalongan di Jawa Tengah. Seorang tamu bernama Muhammad Sahid Ramadhan, atau lebih dikenal sebagai Rama Sahid, membagikan pengalaman buruknya saat menginap di hotel tersebut melalui unggahan di akun TikTok-nya, @ramasahid, pada tanggal 14 Agustus 2025.

img_title Bocoran Redmi 17C 5G Terungkap! Ternyata Hanya Rebranding Redmi 15C 5G, Masih Layak Ditunggu?

Insiden ini menjadi perhatian publik karena Rama mengaku diusir dari hotel pada tengah malam hanya karena ia menolak membayar biaya tambahan yang tidak disebutkan sebelumnya dalam aplikasi pemesanan. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warganet dan menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya pemilik hotel ini, serta apa penyebab insiden ini terjadi?

Kronologi Insiden Tamu yang Diusir

img_title Acer Sospiro A15 Resmi Meluncur! Smartphone Layar Ganda dengan Kamera 64MP dan Android 16 Bikin Penasaran

Awal Cerita: Memilih Hotel Berbasis Syariah

Rama Sahid, seorang profesional trainer, konsultan, dan pengusaha, memilih Hotel Indonesia Syariah Pekalongan untuk menginap karena label syariah yang menjanjikan akad jelas dan harga promo yang ditawarkan melalui aplikasi perjalanan online.

img_title Vivo Y05e Resmi Dijual! HP Murah Baterai 5.150mAh dengan Ketahanan Standar Militer, Worth It?

Namun, begitu tiba di hotel, Rama diminta membayar biaya tambahan yang tidak tercantum dalam detail pemesanan. Ia menolak pembayaran tersebut dengan alasan bahwa semua tagihan sudah lunas dibayarkan melalui aplikasi. Menurutnya, urusan biaya tambahan adalah tanggung jawab antara hotel dan pihak aplikasi, bukan tamu.

Konflik dengan Pihak Hotel

Perdebatan pun pecah antara Rama dan pihak hotel, termasuk melalui panggilan telepon dengan seseorang yang disebut sebagai General Manager (GM). Dalam video yang diunggah, Rama menyebutkan bahwa GM hotel memberikan tanggapan kurang profesional, bahkan menyindirnya dengan kata-kata seperti, “Sorry, ibu terlalu ribet.”

Situasi semakin memanas ketika pihak hotel diduga menggedor pintu kamarnya pada pukul 23.00 WIB dan memintanya untuk meninggalkan hotel secara paksa. Rama, yang kelelahan setelah perjalanan panjang, merasa sangat kecewa karena uang yang telah dibayarkan melalui aplikasi tidak dikembalikan. Pihak hotel hanya menyarankan agar Rama meminta refund langsung dari aplikasi.

Respon Publik

Video unggahan Rama, yang terdiri dari beberapa bagian, dengan cepat menjadi viral dan ditonton puluhan ribu kali. Banyak warganet mengecam tindakan hotel, terutama karena label syariah yang seharusnya menjunjung prinsip keadilan dan transparansi. Ulasan rendah di Google Maps, seperti rating 3,8/5, juga menambah kritik terhadap hotel ini.

Halaman Selanjutnya
img_title