Ternyata Ini Cara Meramal Masa Depan yang Digunakan Bangsa Romawi Zaman Dulu, Beberapa Agak Nyeleneh
- Realm Of History
Gadget – Ramalan telah menjadi bagian integral dari budaya, kepercayaan, dan sejarah Kekaisaran Romawi yang kaya.
Sejak zaman kuno, kita dapat melacak jejak keberadaan praktik ramalan dalam kehidupan sehari-hari, politik, dan kegiatan keagamaan masyarakat Romawi.
Salah satu figur sentral dalam praktik ini adalah Cicero, seorang tokoh Romawi terkemuka, yang menyampaikan kepada kita bahwa Romulus, salah satu pendiri legendaris Roma, dikenal sebagai seorang augur yang mahir.
Augur, atau pendeta yang bertanggung jawab atas ramalan, memiliki peran vital dalam memandu keputusan dan tindakan dalam masyarakat Romawi kuno.
Romulus sendiri disebut telah mengamati langit untuk mencari tanda-tanda yang diberikan oleh para dewa.
Legenda menceritakan bahwa saat Romulus melihat kedatangan 12 'burung suci dari surga', ia memahami bahwa itu adalah pertanda bahwa dia dipilih untuk memerintah Roma.
Selama pemerintahan Julius Caesar pada abad pertama SM, Romawi bahkan memiliki 16 augur yang sangat dihormati.
Bagi masyarakat Romawi, pertanda bukan sekadar peristiwa acak; itu adalah pesan yang disampaikan langsung oleh para dewa, yang harus dibaca, dimengerti, dan diinterpretasikan dengan bijaksana.
Di antara berbagai bentuk ramalan yang populer di Kekaisaran Romawi adalah astrologi, ramalan dari Buku Sibylline yang terkenal, dan juga tanda-tanda yang dianggap sebagai pesan ilahi, seperti hati domba, bersin, atau tawa.
Namun, selain metode-metode umum ini, ada juga praktik-praktik yang lebih tidak biasa yang digunakan oleh masyarakat Romawi untuk meramal masa depan mereka.
Metode Ramalan yang Tidak Biasa dalam Kekaisaran Romawi
1. Ayam Suci
Pada tahun 249 SM, seorang komandan Romawi bernama Claudius Pulcher berhadapan dengan pasukan Kartago di lepas pantai Drepana di Sisilia.
Sebelum bertempur, dia memutuskan untuk berkonsultasi dengan salah satu metode ramalan yang populer di kalangan militer Romawi: ayam suci.
Ayam-ayam ini dianggap memiliki kemampuan untuk memberikan petunjuk tentang hasil pertempuran.
Para augur akan melepas ayam-ayam dari kandang dan memperhatikan perilaku mereka.
Jika ayam-ayam itu dengan cepat memakan biji-bijian yang ditaburkan di tanah, itu dianggap sebagai pertanda baik, menandakan kesuksesan dalam pertempuran yang akan datang.