Ternyata Ini Cara Meramal Masa Depan yang Digunakan Bangsa Romawi Zaman Dulu, Beberapa Agak Nyeleneh
- Realm Of History
Namun, jika ayam-ayam itu menunjukkan kurang minat atau ragu-ragu, itu dianggap sebagai peringatan akan kegagalan.
2. Cermin
Di masa lalu, praktik magis scrying, yang melibatkan penggunaan cermin atau permukaan reflektif lainnya untuk meramal, tersebar luas.
Di Kekaisaran Romawi, para peramal yang dikenal sebagai specularii akan menggunakan cermin untuk mendapatkan wawasan tentang masa depan.
Salah satu contoh yang tercatat dalam sejarah adalah penggunaan cermin oleh Kaisar Didius Julianus.
Menurut Historia Augusta, Julianus menggunakan cermin untuk meramal hasil pertempuran. Namun, prediksinya tentang kejatuhan dirinya sendiri dan kemenangan saingannya, Severus, terbukti benar.
3. Pembacaan Air Seni
Metode ramalan yang tidak biasa lainnya yang digunakan oleh masyarakat Romawi adalah pembacaan air seni.
Meskipun mungkin terdengar aneh bagi kita hari ini, dalam budaya Romawi kuno, pembacaan cairan limbah dianggap sebagai cara yang efektif untuk mendapatkan wawasan tentang masa depan.
Para peramal akan memperhatikan berbagai faktor, seperti warna, aroma, aliran, dan bentuk gelembung dalam urin, untuk membuat prediksi.
Gelembung yang besar dan terpisah menandakan keberuntungan, sementara gelembung yang kecil dan padat dianggap sebagai pertanda buruk.
4. Guntur
Masyarakat Romawi percaya bahwa langit memberikan banyak petunjuk tentang masa depan.
Salah satu metode yang digunakan untuk meramal adalah brontomancy, yang melibatkan interpretasi guntur dan badai petir.
Para peramal akan memperhatikan arah dan karakteristik guntur, menganggapnya sebagai pesan dari para dewa.
Misalnya, guntur di sebelah kiri langit dianggap sebagai pertanda baik, sementara guntur di sebelah kanan dianggap sebagai pertanda buruk.
5. Pengurbanan Manusia
Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa ini adalah praktik yang paling mengerikan, pengorbanan manusia juga digunakan sebagai metode ramalan dalam Kekaisaran Romawi.
Para haruspex akan membaca masa depan dengan memeriksa isi perut hewan kurban atau bahkan manusia yang dikorbankan.
Meskipun informasi tentang penggunaan metode ini tidak selalu jelas, terdapat catatan tentang kejadian di mana manusia dikorbankan untuk mendapatkan wawasan tentang masa depan.
Namun, ini adalah praktik yang jarang dilakukan dan umumnya disetujui dengan kontroversi.