LG Pertegas Komitmen Lingkungan, Edukasi Daur Ulang e-Waste
- Sarie/GadgetVIVA
Lebih dari itu, seluruh sampah elektronik yang terkumpul selama kampanye akan diproses ulang oleh Liberty Society. Hasilnya berupa produk-produk sederhana namun bermanfaat, seperti gantungan kunci (key-chain). Inisiatif ini menjadi bukti bahwa dengan penanganan tepat, sampah elektronik masih bisa memberikan nilai tambah.
Sentuhan Seni dari Sampah Elektronik
Tak berhenti pada daur ulang fungsional, LG juga berkolaborasi dengan sejumlah seniman instalasi. Bersama mereka, sebagian sampah elektronik akan diubah menjadi empat karya seni instalasi. Karya ini direncanakan dipamerkan pada akhir tahun dan ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk LG ZonaSeru di CGV Central Park dan ketiga sekolah mitra.
“Melalui karya seni ini, kami berharap semakin banyak orang terinspirasi untuk melihat pentingnya pengelolaan sampah elektronik. Dengan pengolahan yang tepat, limbah justru bisa menjadi simbol kreativitas dan manfaat baru,” ungkap Ha Sang-chul.
Pendekatan seni ini menciptakan perspektif segar, bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab teknis, melainkan juga ruang ekspresi dan edukasi publik.
LG Loves Indonesia: Payung CSR yang Holistik
Kampanye E-Waste Recycling for A Better Planet merupakan bagian dari payung besar CSR bertajuk LG Loves Indonesia. Program ini memiliki empat pilar utama:
- LG Loves Green – fokus pada kelestarian lingkungan.
- LG Loves and Cares – berfokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan.
- LG Loves School – mendukung dunia pendidikan melalui peningkatan fasilitas.
- LG Loves Children – menaruh perhatian khusus pada kesejahteraan dan perkembangan anak.
“Sebagaimana kampanye sosial lain yang terus kami jalankan di Indonesia, kami berharap program ini membangun kesadaran sekaligus memperkuat sinergi penanganan sampah elektronik. LG percaya, langkah kecil yang konsisten akan membawa dampak besar dan semangat optimis bagi masa depan Indonesia,” pungkas Ha Sang-chul.
Dampak Jangka Panjang: Menuju Gaya Hidup Berkelanjutan
Kampanye ini tidak hanya menargetkan pengumpulan sampah elektronik dalam jumlah besar, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat. Edukasi di sekolah dasar diharapkan melahirkan generasi yang terbiasa memilah sampah, mengurangi penggunaan berlebih, serta menemukan cara kreatif memanfaatkan kembali barang-barang elektronik yang sudah tidak terpakai.