3 Hacker Jenius yang Pernah Bikin FBI, CIA, dan Dunia Teknologi Kewalahan!
- lifehack
Anonymous tidak memiliki struktur organisasi, namun mampu melancarkan serangan siber yang terkoordinasi di seluruh dunia. Salah satu aksi paling terkenal mereka terjadi pada tahun 2010 ketika menyerang situs PayPal, Visa, dan MasterCard. Serangan itu dilakukan sebagai bentuk protes karena ketiga perusahaan tersebut memblokir donasi untuk WikiLeaks. Tak berhenti di situ, kelompok ini juga meluncurkan kampanye #OpISIS untuk melawan propaganda terorisme di internet, serta membocorkan berbagai data rahasia dan dugaan korupsi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Rusia.
Kelompok ini dikenal karena memiliki misi sosial yang kuat. Mereka sering menggambarkan diri sebagai suara rakyat tertindas dan menggunakan slogan yang sangat ikonik:
“We are Anonymous. We are Legion. We do not forgive. We do not forget. Expect us.”
Slogan tersebut menggambarkan kekuatan dan keteguhan mereka dalam menentang pihak yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan. Dampak dari aksi Anonymous terasa luas, karena mereka tidak hanya menargetkan lembaga pemerintah, tetapi juga perusahaan besar dan organisasi internasional. Aksi-aksi mereka menunjukkan betapa besarnya kekuatan kolektif dunia maya, terutama ketika teknologi digunakan untuk melawan ketidakadilan.
Sementara itu, Albert Gonzalez dikenal bukan karena ideologi atau tantangan intelektual, tetapi karena motif finansial. Ia dijuluki sebagai “Master Pencuri Data Kartu Kredit”, dan menjadi otak di balik pencurian data keuangan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Antara tahun 2005 hingga 2007, Gonzalez berhasil menembus sistem keamanan perusahaan ritel besar seperti TJX Companies, Heartland Payment Systems, dan Dave & Buster’s.
Dengan menggunakan teknik seperti SQL injection dan sniffer tools, ia mencuri lebih dari 170 juta nomor kartu kredit dan debit. Data tersebut kemudian dijual ke pasar gelap dan menimbulkan kerugian finansial mencapai ratusan juta dolar. Namun, masa kejayaan Gonzalez tidak berlangsung lama. Ia akhirnya ditangkap oleh FBI dan pada tahun 2010 dijatuhi hukuman 20 tahun penjara — salah satu hukuman terberat dalam sejarah kejahatan siber di Amerika.
Ketiga tokoh ini, baik Kevin Mitnick, kelompok Anonymous, maupun Albert Gonzalez, meninggalkan dampak besar bagi dunia digital. Setelah serangkaian kasus peretasan besar yang mengguncang dunia tersebut, banyak negara mulai memperkuat sistem pertahanan siber mereka. Pemerintah meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap aktivitas daring, sementara perusahaan besar menginvestasikan miliaran dolar untuk memperkuat lapisan keamanan digital mereka.