Suporter Timnas Indonesia Heboh, Jay Idzes Malah Diatur Pemain Liga 1 Saat Lawan Arab Saudi

Timnas Indonesia
Sumber :
  • ig/@marcklok

Gadget – Pertandingan perdana Timnas Indonesia di Grup B babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menghadirkan momen yang tak biasa. Saat menghadapi Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, skuad Garuda asuhan Patrick Kluivert harus menelan kekalahan tipis 2-3. Namun bukan hasil akhir yang menjadi sorotan utama, melainkan interaksi antara kapten tim, Jay Idzes, dan dua pemain Liga 1, yakni Beckham Putra dan Marc Klok.

Herdman Baru Latih Garuda, 3 Bintang Persib Ini Langsung Jadi Prioritas!

 

Momen Jay Idzes mendapat arahan dari Marc Klok dan Beckham Putra di pertandingan Timnas Indonesia vs Arab Saudi.

Photo :
  • Kolase tvOnenews.com

John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!

 

Dalam sebuah cuplikan video yang viral di TikTok, terlihat Jay Idzes — bek Sassuolo yang berpengalaman menghadapi striker top Serie A seperti Rafael Leao hingga Dusan Vlahovic — menerima arahan langsung dari Klok dan Beckham di tengah laga. Klok tampak memberi gestur instruksi dengan serius, sementara Beckham terlihat menimpali dengan ekspresi tegas.

Viral di Vietnam! John Herdman Tolak Honduras, Pilih Latih Timnas Indonesia

Bagi suporter, pemandangan itu terasa janggal. Jay Idzes dikenal sebagai pemain yang tampil di salah satu liga terbaik dunia, sementara Klok dan Beckham berasal dari Liga 1 yang menempati peringkat ke-22 di Asia versi AFC. Tak heran jika banyak yang menganggap situasi ini “aneh” dan memicu diskusi panjang di media sosial.


Netizen Pertanyakan Hierarki di Timnas Indonesia

Tak butuh waktu lama, kolom komentar berbagai akun sepak bola langsung dipenuhi reaksi dari penggemar Timnas Indonesia. Banyak yang menyindir ketimpangan pengalaman antara para pemain yang terlibat dalam momen itu.

Beberapa komentar yang paling banyak disorot di antaranya:

  • “Pemain Serie A dikasih saran sama pemain rating terendah Liga 1, lucu banget,” tulis seorang netizen.

  • “Jay Idzes itu kapten, biasa lawan striker kelas dunia. Masa masih diatur pemain lokal?” komentar lainnya.

  • “Beckham harusnya belajar dari Jay Idzes, bukan malah ngasih arahan.”

  • “Udah paling cocok Jay Idzes main bareng Ivar Jenner dan Ridho, mereka selevel dalam visi permainan.”

Namun, tidak semua komentar bernada negatif. Ada juga yang menilai situasi itu sebagai bukti komunikasi yang hidup di dalam tim. Menurut sebagian fans, wajar saja jika antar pemain saling memberi masukan, apalagi di tengah tensi tinggi pertandingan besar seperti melawan Arab Saudi.


Bentuk Dinamika Tim atau Kurangnya Hierarki?

Fenomena ini akhirnya berkembang menjadi perdebatan menarik. Di satu sisi, sebagian pendukung menilai Timnas Indonesia harus memiliki struktur komunikasi yang jelas di lapangan — terutama saat sang kapten sudah berpengalaman di kompetisi top Eropa. Namun di sisi lain, banyak juga yang berpendapat bahwa sepak bola modern menuntut setiap pemain untuk aktif berkomunikasi tanpa memandang status atau latar belakang kompetisi.

Patrick Kluivert sendiri dikenal sebagai pelatih yang memberi kebebasan berkomunikasi di lapangan. Gaya ini mirip dengan filosofi sepak bola Eropa modern yang menekankan kerja sama dan inisiatif kolektif. Meski begitu, publik tetap menyoroti bahwa momen itu terjadi ketika Indonesia sedang dalam posisi tertekan, sehingga gestur Klok dan Beckham terlihat seperti “mengatur” sang kapten.


Meningkatnya sorotan terhadap detail kecil seperti ini menandakan satu hal: antusiasme publik terhadap Timnas Indonesia kini berada di level yang luar biasa. Setiap ekspresi, gerak tubuh, hingga komunikasi antar pemain langsung menjadi bahan pembahasan luas di media sosial.

Bagi sebagian penggemar, kejadian ini mencerminkan bahwa ekspektasi terhadap Timnas semakin tinggi. Mereka ingin melihat pemain-pemain top seperti Jay Idzes, Ivar Jenner, hingga Maarten Paes membawa standar permainan Eropa ke dalam tim, bukan justru “diatur” oleh pemain domestik.

Namun, di sisi lain, komunikasi yang terbuka di lapangan juga menunjukkan bahwa tim ini belum kehilangan semangat kolektif. Meski kalah 2-3 dari Arab Saudi, performa Timnas dinilai cukup menjanjikan. Jay Idzes sendiri tampil solid dengan beberapa intersep penting dan kepemimpinan yang terlihat stabil.


Perdebatan soal “siapa mengatur siapa” di lapangan sebenarnya mencerminkan perhatian besar publik terhadap proses pembentukan karakter tim nasional. Baik Jay Idzes, Klok, maupun Beckham sama-sama menunjukkan semangat untuk berjuang di bawah tekanan besar menghadapi salah satu tim terkuat Asia.

Pada akhirnya, momen viral ini bisa dilihat sebagai bagian dari dinamika sehat di tubuh Timnas Indonesia. Jika dikelola dengan baik oleh Patrick Kluivert, komunikasi intens antar pemain — bahkan yang lintas level liga — bisa menjadi modal berharga untuk memperkuat chemistry di laga-laga berikutnya.

Kekalahan dari Arab Saudi mungkin menyakitkan, tapi momen seperti ini menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat terhadap perjalanan Garuda menuju impian besar: Piala Dunia 2026.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget