Gagal Antar Garuda ke Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Langsung Kabur ke Belanda!
- ig/@patrickkluivert9
Namun, jika benar-benar dipecat, PSSI harus menyiapkan dana kompensasi yang tidak sedikit. Gaji Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia disebut berkisar antara Rp1,5 hingga Rp2,3 miliar per bulan. Artinya, biaya pesangon yang harus dibayarkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah, tergantung dari sisa masa kontrak yang dimiliki.
Situasi ini membuat PSSI berada di posisi sulit. Di satu sisi, mereka perlu menjaga stabilitas tim nasional menjelang sejumlah agenda penting. Di sisi lain, tekanan publik untuk segera melakukan perubahan terus meningkat. Para suporter menilai, kegagalan kali ini bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga soal komitmen dan komunikasi antara pelatih dan pemain.
Meski kontraknya masih panjang, masa depan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia kini benar-benar bergantung pada hasil evaluasi resmi. Jika PSSI memutuskan untuk tetap mempertahankannya, Kluivert masih memiliki kesempatan menebus kegagalannya di ajang-ajang besar berikutnya.
Salah satunya adalah Piala AFF 2026, yang akan digelar pada Juli hingga Agustus 2026. Turnamen dua tahunan ini menjadi ajang yang penting bagi skuad Garuda untuk mengembalikan kepercayaan publik. Namun, ada satu kendala besar yang mungkin dihadapi: turnamen ini tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Akibatnya, pemain-pemain diaspora seperti Jay Idzes, Kevin Diks, atau Miliano Jonathans kemungkinan besar tidak akan dilepas oleh klub mereka di Eropa.
Dengan demikian, Kluivert harus mengandalkan pemain-pemain lokal dan mereka yang bermain di liga Asia. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Selain itu, pada Januari 2027, Indonesia juga dijadwalkan tampil di Piala Asia 2027. Turnamen empat tahunan ini masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga memungkinkan para pemain diaspora untuk kembali memperkuat tim nasional. Di ajang inilah, Kluivert—jika masih dipercaya memimpin—memiliki kesempatan untuk menampilkan versi terbaik dari skuad Garuda.
Namun, publik tentu berharap PSSI tidak hanya melihat dari sisi kontrak semata, melainkan juga dari performa dan arah perkembangan tim. Kluivert diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan, baik dalam hal taktik maupun manajemen pemain.