Gagal Antar Garuda ke Piala Dunia 2026, Patrick Kluivert Langsung Kabur ke Belanda!

Patrick Kluivert
Sumber :
  • ig/@patrickkluivert9

Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 rupanya membawa dampak besar, terutama bagi sang pelatih kepala, Patrick Kluivert. Usai kekalahan dari Irak yang memastikan langkah skuad Garuda terhenti, pelatih asal Belanda itu langsung memutuskan untuk pulang ke negaranya tanpa banyak bicara.

Adu Kualitas! 5 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Selevel Pemain Bulgaria

Kabar ini pertama kali diungkap oleh akun media sosial sepak bola yang kerap membahas pemain keturunan dan Timnas Indonesia, @futboll.indonesiaa. Melalui unggahan di Instagram, akun tersebut menyebut, “Patrick Kluivert dan staf-nya langsung pulang ke Belanda.”

Keputusan cepat Kluivert untuk kembali ke tanah kelahirannya menjadi sorotan publik. Sebab, sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada Januari 2025, mantan bintang Barcelona dan AC Milan itu memang lebih banyak menetap di Belanda. Ia hanya datang ke Indonesia menjelang jadwal pertandingan atau saat FIFA Matchday tiba. Gaya kepemimpinan jarak jauh ini sempat menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola nasional. Banyak yang menilai, pendekatan tersebut kurang efektif untuk membangun kekompakan dan semangat tim.

John Herdman Punya Opsi Baru, 3 Striker Naturalisasi Siap Perkuat Timnas Indonesia

Setelah kekalahan tipis 0-1 dari Irak di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, gelombang kritik terhadap Kluivert pun tak terbendung. Seruan “Kluivert Out” menggema keras, bukan hanya di stadion tetapi juga di jagat media sosial. Para pendukung kecewa dengan hasil yang dianggap tidak sebanding dengan ekspektasi besar terhadap pelatih berkelas internasional itu.

Kegagalan ini sekaligus menutup peluang Indonesia tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Padahal, harapan sempat membuncah ketika beberapa pemain diaspora seperti Jay Idzes dan Kevin Diks bergabung memperkuat tim. Namun, strategi dan racikan taktik Kluivert dinilai belum mampu membawa hasil yang diharapkan.

Exynos 2600 Tidak Dipakai Global? Galaxy S26 Ternyata Punya Strategi Baru

Saat ini, kontrak Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia masih berlaku hingga tahun 2027. Meski begitu, nasibnya sebagai pelatih kini berada di ujung tanduk. PSSI dijadwalkan akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) dalam waktu dekat untuk membahas masa depan sang pelatih. Keputusan apakah Kluivert akan dipertahankan atau diberhentikan akan sangat bergantung pada hasil rapat tersebut.

Namun, jika benar-benar dipecat, PSSI harus menyiapkan dana kompensasi yang tidak sedikit. Gaji Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia disebut berkisar antara Rp1,5 hingga Rp2,3 miliar per bulan. Artinya, biaya pesangon yang harus dibayarkan bisa mencapai puluhan miliar rupiah, tergantung dari sisa masa kontrak yang dimiliki.

Situasi ini membuat PSSI berada di posisi sulit. Di satu sisi, mereka perlu menjaga stabilitas tim nasional menjelang sejumlah agenda penting. Di sisi lain, tekanan publik untuk segera melakukan perubahan terus meningkat. Para suporter menilai, kegagalan kali ini bukan hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga soal komitmen dan komunikasi antara pelatih dan pemain.

Meski kontraknya masih panjang, masa depan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia kini benar-benar bergantung pada hasil evaluasi resmi. Jika PSSI memutuskan untuk tetap mempertahankannya, Kluivert masih memiliki kesempatan menebus kegagalannya di ajang-ajang besar berikutnya.

Salah satunya adalah Piala AFF 2026, yang akan digelar pada Juli hingga Agustus 2026. Turnamen dua tahunan ini menjadi ajang yang penting bagi skuad Garuda untuk mengembalikan kepercayaan publik. Namun, ada satu kendala besar yang mungkin dihadapi: turnamen ini tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA. Akibatnya, pemain-pemain diaspora seperti Jay Idzes, Kevin Diks, atau Miliano Jonathans kemungkinan besar tidak akan dilepas oleh klub mereka di Eropa.

Dengan demikian, Kluivert harus mengandalkan pemain-pemain lokal dan mereka yang bermain di liga Asia. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Selain itu, pada Januari 2027, Indonesia juga dijadwalkan tampil di Piala Asia 2027. Turnamen empat tahunan ini masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga memungkinkan para pemain diaspora untuk kembali memperkuat tim nasional. Di ajang inilah, Kluivert—jika masih dipercaya memimpin—memiliki kesempatan untuk menampilkan versi terbaik dari skuad Garuda.

Namun, publik tentu berharap PSSI tidak hanya melihat dari sisi kontrak semata, melainkan juga dari performa dan arah perkembangan tim. Kluivert diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan, baik dalam hal taktik maupun manajemen pemain.

Sejumlah pengamat sepak bola menilai, keputusan untuk tetap mempertahankan atau memecat Kluivert harus mempertimbangkan kondisi jangka panjang Timnas Indonesia. Beberapa menyarankan agar PSSI mencari pelatih yang lebih memahami karakter sepak bola Asia Tenggara, sementara yang lain berpendapat Kluivert masih layak diberi kesempatan hingga akhir tahun depan.

Kepulangan Kluivert ke Belanda pasca kegagalan ini pun menimbulkan spekulasi bahwa sang pelatih mungkin sudah mengetahui nasibnya. Banyak yang menduga ia ingin menenangkan diri sebelum menerima keputusan resmi dari PSSI. Meski demikian, belum ada pernyataan langsung dari Kluivert terkait keputusannya meninggalkan Indonesia setelah kekalahan dari Irak.

Bagi publik sepak bola Tanah Air, peristiwa ini menjadi pelajaran berharga. Kegagalan menuju Piala Dunia bukan akhir segalanya, melainkan momen refleksi untuk memperbaiki arah pembangunan sepak bola nasional. Dukungan suporter tetap menjadi bahan bakar utama bagi tim Garuda untuk bangkit, siapapun yang duduk di kursi pelatih.

Kini, semua mata tertuju pada langkah PSSI berikutnya. Akankah Patrick Kluivert tetap menjadi nakhoda Timnas Indonesia hingga 2027, atau justru digantikan oleh sosok baru yang dianggap lebih cocok memimpin kebangkitan Garuda? Jawabannya tinggal menunggu waktu, namun yang pasti, masa depan sepak bola Indonesia sedang berada di titik penentuan penting.