Sumardji Akhirnya Bongkar Suasana Panas di Ruang Ganti Timnas Indonesia, Justin Hubner Dicoret usai Minta Maaf

Sumardji
Sumber :
  • tvonenews.com

Gadget – Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, akhirnya memberikan klarifikasi terbuka mengenai dinamika ruang ganti yang sempat memanas setelah kekalahan dari Arab Saudi dan Irak.
Skuad Garuda yang dilatih Patrick Kluivert menutup perjalanan mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan dua hasil buruk — kalah 2-3 dari Arab Saudi dan tumbang 0-1 dari Irak lewat gol tunggal Zidane Iqbal.

John Herdman Punya Opsi Baru, 3 Striker Naturalisasi Siap Perkuat Timnas Indonesia

Kekalahan beruntun itu tak hanya memupus harapan Indonesia, tapi juga memunculkan berbagai spekulasi, terutama mengenai suasana internal tim. Para suporter ramai-ramai mendesak Kluivert untuk mundur karena dianggap gagal membawa Garuda terbang tinggi di Asia.

Namun di balik tekanan besar itu, muncul cerita lain yang menjadi sorotan: sikap emosional Justin Hubner, bek tengah keturunan Belanda yang kini membela Fortuna Sittard.

Ivar Jenner Putuskan Hengkang dari FC Utrecht, Prioritaskan Jam Terbang dan Peluang di Timnas

Justin Hubner Unggah Sindiran dan Minta Maaf

Ivar Jenner Bangga Jadi Kapten Timnas Indonesia U-22 Jelang SEA Games 2025

Setelah laga melawan Arab Saudi, Hubner menjadi sorotan publik lantaran sama sekali tak dimainkan. Ia kemudian menulis unggahan di akun Instagram-nya yang dinilai bernada kekecewaan terhadap keputusan pelatih.

Tak lama berselang, Hubner menghapus unggahan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf terbuka.

“Setelah unggahan kemarin, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada seluruh rekan setim, staf, dan seluruh negeri,” tulis Hubner.
“Itu adalah keputusan emosional yang tidak seharusnya terjadi. Saya selalu ingin yang terbaik untuk Timnas dan negara ini. Mari fokus ke laga berikutnya melawan Irak,” tambahnya.

Meski sudah meminta maaf, insiden itu memicu spekulasi besar tentang adanya konflik di ruang ganti. Beberapa laporan menyebut bahwa situasi internal Garuda sempat menegang menjelang laga terakhir melawan Irak.


Sumardji Akui Ada Persoalan, tapi Nilai Itu Wajar

Tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah rangkaian laga kualifikasi, Sumardji akhirnya menanggapi isu tersebut di hadapan awak media. Ia mengakui bahwa suasana ruang ganti memang sempat memanas, terutama setelah hasil yang mengecewakan.

“Kalau bicara soal ruang ganti, setiap kali tim kalah pasti ada situasi yang sulit,” kata Sumardji. “Memang kemarin ada sedikit persoalan seperti yang disampaikan Justin. Tapi apa yang dia bilang itu ada benarnya dan ada yang tidak benar.”

Menurut Sumardji, sisi positif dari tindakan Hubner adalah semangat nasionalismenya yang tinggi. Bek muda itu disebut sangat terpanggil untuk membela Merah Putih dan ingin memberikan kontribusi langsung di lapangan.

“Benarnya, dia merasa terpanggil secara patriotik — kenapa kita kalah dari Arab Saudi? Itu menunjukkan semangatnya,” ujar Sumardji.

Namun, Sumardji juga menilai bahwa cara Hubner menyampaikan kekecewaannya ke publik tidak tepat.
“Salahnya, kenapa harus disampaikan ke publik? Harusnya dibicarakan secara internal. Tapi saya sudah bicara langsung dengan Justin, dan dia juga sudah mengunggah permintaan maaf,” jelasnya.


Imbasnya: Hubner Dicoret dari Laga Melawan Irak

Meski sudah menunjukkan penyesalan, perilaku emosional Hubner tampaknya berujung pada keputusan tegas dari tim pelatih. Ia dicoret dari skuad untuk pertandingan terakhir melawan Irak dan sama sekali tidak masuk daftar pemain cadangan.

Langkah itu diyakini sebagai bentuk disiplin internal agar tidak terjadi konflik lanjutan di dalam tim. Sejumlah sumber menyebut bahwa keputusan tersebut juga diambil untuk menjaga keharmonisan di ruang ganti menjelang akhir kualifikasi.

Sumardji sendiri tidak menampik bahwa keputusan itu berat, mengingat kualitas Hubner yang cukup penting bagi lini belakang Garuda. Namun, menurutnya, kedisiplinan dan etika tetap menjadi hal utama dalam membangun tim nasional yang solid.


Kini, seluruh pemain Timnas Indonesia telah kembali ke klub masing-masing setelah menuntaskan agenda internasional Oktober. Masih belum ada jadwal resmi untuk jeda internasional November, namun diperkirakan PSSI dan tim pelatih akan melakukan evaluasi besar-besaran, baik terhadap performa pelatih Patrick Kluivert maupun para pemain.

Sumardji menegaskan bahwa seluruh pihak harus belajar dari insiden ini. Ia mengajak semua pemain, termasuk yang bermain di luar negeri, untuk tetap menjaga profesionalisme dan menghormati proses yang berlaku di dalam tim.

“Yang penting sekarang semua introspeksi. Baik pemain, pelatih, maupun manajemen. Timnas adalah milik bangsa, jadi kita harus sama-sama menjaga kehormatan ini,” tegasnya.


Kisah Justin Hubner menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, emosi dan semangat patriotik harus diimbangi dengan kedewasaan. Sementara itu, Sumardji berusaha memastikan bahwa dinamika di ruang ganti Garuda bisa kembali kondusif menjelang agenda berikutnya.

Bagi publik, momen ini menjadi refleksi betapa tingginya ekspektasi terhadap Timnas Indonesia, dan bagaimana setiap langkah di dalam maupun di luar lapangan kini menjadi perhatian nasional.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget