Media Belanda Murka: PSSI Dinilai Gegabah Jika Pecat Patrick Kluivert Usai Gagal ke Piala Dunia

Timnas Indonesia
Sumber :
  • Timnas Indonesia

Gadget – Kritik keras tengah menghantam Patrick Kluivert setelah Timnas Indonesia gagal menembus putaran final Piala Dunia 2026. Namun, di tengah desakan pemecatan dari publik Tanah Air, media Belanda justru melontarkan pandangan berseberangan.

John Herdman Hampir Pasti Latih Timnas Indonesia, Tapi Ada Syarat dari PSSI!

Menurut mereka, keputusan untuk menuntut pemecatan Kluivert terlalu emosional dan tidak didasari pertimbangan realistis. Eks penyerang Barcelona itu dinilai masih layak diberi waktu untuk membangun fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia.


PSSI Siap Keluarkan Rp30 Miliar? Gaji Heitinga Bikin Kluivert Kalah Jauh!

Kritik Publik dan Kecewa Usai Gagal ke Piala Dunia

Kekalahan beruntun Timnas Indonesia dari Arab Saudi dan Irak di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat asa Garuda pupus. Setelah sempat tampil menjanjikan di babak sebelumnya, performa pasukan Kluivert menurun tajam.

Beda Suara Erick Thohir dan Exco PSSI soal Calon Pelatih Timnas Indonesia Bikin Publik Makin Bingung

Pada laga melawan Arab Saudi, Indonesia kalah tipis 3-2 dalam pertandingan yang sebenarnya berjalan cukup ketat. Sementara itu, laga penentuan kontra Irak berakhir tragis dengan kekalahan 0-1 yang sekaligus menutup peluang Indonesia melaju ke putaran final.

Kegagalan tersebut memicu reaksi keras dari publik. Tagar #KluivertOut menggema di media sosial, dengan banyak suporter menuding pelatih asal Belanda itu gagal memenuhi ekspektasi besar dari PSSI dan masyarakat.

Namun, bagi media Belanda, reaksi semacam itu dianggap berlebihan dan kontraproduktif.


Media Belanda: Pemecatan Kluivert Tak Masuk Akal

Dalam laporannya, portal olahraga Sports Nieuws menilai langkah memecat Kluivert justru akan merugikan pembangunan jangka panjang Timnas Indonesia.

“PSSI patut dipuji karena mempertahankan Kluivert dan stafnya, karena tidak realistis mengharapkan Indonesia tiba-tiba memiliki skuad yang layak tampil di Piala Dunia,” tulis Sports Nieuws pada Kamis (16/10/2025).

Media tersebut menegaskan bahwa sepak bola Indonesia belum memiliki tradisi kuat di tingkat dunia. Karena itu, target lolos ke Piala Dunia dalam satu tahun masa kerja pelatih dianggap tidak masuk akal.

“Indonesia bukanlah keajaiban sepak bola, dan gagasan bahwa Kluivert bisa membentuk tim layak tampil di Piala Dunia dalam waktu kurang dari setahun sungguh naif,” lanjut laporan tersebut.


Sports Nieuws juga menyoroti langkah PSSI yang tetap memberikan kepercayaan kepada Kluivert meski hasil sementara mengecewakan. Keputusan itu disebut sebagai bentuk keberanian untuk membangun masa depan sepak bola nasional yang lebih stabil dan terarah.

“PSSI patut dipuji karena berani membangun masa depan setelah hasil yang mengecewakan. Ini akan menjadi pernyataan penting: beri Kluivert waktu dan ruang untuk membangun tim yang benar-benar berkembang di tahun-tahun mendatang,” tulis media tersebut.

Menurut pandangan mereka, keberhasilan Kluivert bukan hanya soal hasil di lapangan, melainkan kemampuan menanamkan filosofi permainan modern dan disiplin taktik yang sebelumnya jarang terlihat di skuad Garuda.

Sports Nieuws menilai, jika diberi waktu hingga kontraknya berakhir pada 2027, Kluivert dapat meletakkan fondasi kuat bagi regenerasi pemain muda serta sistem permainan yang lebih konsisten.


Meski gagal mencapai target utama, beberapa pihak di Belanda menilai Patrick Kluivert telah membawa perubahan positif dalam tubuh Timnas Indonesia. Kedekatannya dengan pemain muda, serta pendekatan profesionalnya dalam manajemen tim, dianggap sebagai aset penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan dukungan penuh dari PSSI dan kesabaran publik, Kluivert diyakini dapat membawa Garuda menuju level permainan yang lebih kompetitif di Asia.

Harapan itu kini bergantung pada keberanian PSSI untuk tetap konsisten dengan visi jangka panjang, bukan sekadar mencari hasil instan. Sebab, sebagaimana ditekankan oleh media Belanda, memecat Kluivert hanya akan mengulang siklus lama: mengganti pelatih tanpa menyelesaikan akar masalah sepak bola Indonesia.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget