Alex Pastoor Ungkap Perasaan Asli Setelah Dipecat PSSI: “Saya Masuk Dunia yang Tak Pernah Terbayangkan”
- Ziggo Sport
Gadget – Sudah sepekan berlalu sejak PSSI resmi memutus kontrak seluruh jajaran pelatih asal Belanda, termasuk Alex Pastoor. Namun, di balik perpisahan itu, tersimpan kisah yang jauh dari sekadar kegagalan di lapangan. Pastoor ternyata menyimpan kesan mendalam dan penghargaan besar terhadap pengalamannya di Indonesia — sebuah perjalanan yang disebutnya “tak ternilai secara emosional.”
Saat pertama kali datang ke Jakarta pada awal 2025, Pastoor mengaku tidak pernah membayangkan akan menghadapi tantangan sebesar ini. Ia ditunjuk sebagai asisten Patrick Kluivert, memikul harapan besar publik terhadap kebangkitan Timnas Indonesia. Meski akhirnya berakhir pahit, ia menyebut masa-masa itu sebagai “fase kehidupan baru” yang tidak hanya membentuknya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai manusia.
Dalam wawancara dengan media asal Belanda, VoetbalPrimeur, Pastoor berkata dengan lugas, “Sangat luar biasa. Di semua aspek.” Ia menilai pengalaman di Indonesia tidak hanya tentang pertandingan dan strategi, tetapi tentang bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan antarbudaya.
Menemukan Makna Baru di Timnas Indonesia
Alex Pastoor menjelaskan bahwa dirinya belajar banyak dari sistem dan dinamika sepak bola Indonesia. Ia menyadari ritme tim nasional berbeda jauh dari klub, terutama karena intensitas latihan dan pertemuan dengan pemain tidak setiap hari. Namun, kondisi itu justru memberinya ruang untuk mengenal pemain secara lebih personal.
“Secara olahraga, ini adalah tantangan yang menakjubkan. Sesuatu yang sama sekali tidak saya kenal,” kata Pastoor. “Kami memiliki staf yang luar biasa dengan potensi besar.”
Pelatih berusia 58 tahun ini juga menyoroti semangat juang para pemain muda Indonesia yang menurutnya sangat berpotensi. Ia melihat bahwa skuad Garuda memiliki kemampuan teknis yang bisa berkembang pesat jika dibarengi dengan kedisiplinan dan kepercayaan diri.
Selain itu, Pastoor juga memuji soliditas staf kepelatihan. Ia menilai kerja sama antara pelatih lokal dan asing berjalan harmonis dan mencerminkan semangat untuk membangun sepak bola nasional dengan fondasi kuat.
Sentuhan Budaya dan Emosi di Tanah Garuda
Tidak hanya dari sisi teknis, Pastoor mengaku Indonesia memberinya pelajaran berharga dalam hal kemanusiaan. Ia merasa terharu dengan keramahan dan kehangatan masyarakat Indonesia, baik dari suporter, pemain, maupun warga biasa.