Orang Dalam Bongkar Alasan Shin Tae-yong Dianggap Lebih Sukses dari Patrick Kluivert di Timnas Indonesia

Shin Tae-yong
Sumber :
  • PSSI

Ringkasan Berita:

4 Calon Pemain Naturalisasi yang Bisa Jadi Senjata Baru John Herdman
  • Ricky Riskandi, eks asisten pelatih Timnas Indonesia, mengungkap alasan Shin Tae-yong dianggap lebih sukses daripada Patrick Kluivert.

  • Menurutnya, Shin memiliki kedekatan emosional dan pemahaman lebih dalam terhadap pemain karena lima tahun bersama Timnas Indonesia.

  • Ricky juga menilai karakter Shin Tae-yong yang rendah hati dan mudah didekati membuat para pemain merasa seperti memiliki sosok ayah di tim.

Gadget – Perdebatan soal siapa pelatih terbaik untuk Timnas Indonesia kembali mencuat usai lengsernya Patrick Kluivert. Di tengah bursa pelatih baru yang masih belum berujung, sosok Shin Tae-yong kembali disebut-sebut oleh publik. Meski begitu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa Shin tak lagi masuk dalam daftar pertimbangan.

Herdman Baru Latih Garuda, 3 Bintang Persib Ini Langsung Jadi Prioritas!

“Kalau saya pikir, kita mesti move on. Sama seperti Kluivert, Shin juga bagian dari masa lalu. Sekarang saatnya mencari pelatih baru dengan memperhatikan kelebihan dan kekurangan keduanya,” ujar Erick Thohir dikutip dari Antara.

Namun, di balik pernyataan resmi PSSI itu, muncul suara dari kalangan internal yang mengenal langsung kedua sosok pelatih tersebut. Ricky Riskandi, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, akhirnya angkat bicara dan mengungkap alasan kenapa Shin Tae-yong dianggap lebih sukses dibanding Patrick Kluivert.

John Herdman Latih Timnas Indonesia, Media Belanda: Ini Pelatih yang Punya Rekam Jejak Langka!

Ricky yang kini menjadi asisten pelatih Sriwijaya FC mengaku pernah bekerja di bawah beberapa pelatih nasional. Mulai dari Indra Sjafri, Luis Milla, Bima Sakti, hingga Fakhri Husaini, semua pernah ia bantu. Namun, menurutnya, pengalaman bersama Shin Tae-yong memiliki kesan tersendiri.


Perbedaan Gaya dan Pendekatan Pelatih

Ricky mengungkap perbedaan mencolok antara Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Ia menilai, secara teknis dan taktis, Kluivert punya kemampuan mumpuni. Namun, waktu yang singkat membuat pelatih asal Belanda itu sulit memahami karakter dan kondisi psikologis pemain Indonesia.

“Secara teknis saya tidak meragukannya. Tapi Kluivert tidak punya cukup waktu untuk mengenal pemain seperti Shin Tae-yong yang sudah lima tahun bersama mereka,” ujar Ricky dalam kanal YouTube Bicara Bola.

Menurutnya, hal itu menjadi faktor utama mengapa Shin lebih mudah diterima di ruang ganti Timnas. Kedekatan emosional dan kepercayaan yang terbangun membuat para pemain merasa nyaman dan termotivasi.

Shin Tae-yong, lanjut Ricky, selalu melibatkan diri dalam setiap aspek latihan dan memahami kondisi mental pemain. “Dia bisa menegur keras, tapi juga bisa bercanda di waktu yang tepat. Itulah yang membuatnya berbeda,” tambahnya.


Sosok Shin Tae-yong di Mata Ricky Riskandi

Ricky mengenang bagaimana pertama kali bertemu Shin Tae-yong pada 2020. Saat itu, dirinya mendapat tugas dari Sekjen PSSI kala itu, Ratu Tisha, untuk menyambut sang pelatih di bandara.

“Bu Tisha bilang ke saya bahwa Coach Shin adalah pelatih terbaik di Asia, yang pernah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018,” ungkap Ricky.

Dari pertemuan itulah, Ricky melihat sosok pelatih yang rendah hati dan pekerja keras. “Coach Shin sangat ramah, tapi kalau seseorang terlalu sensitif, akan sulit bekerja sama dengannya. Dia sering bercanda seperti ayah dan anak, sangat rendah hati dan mudah didekati,” paparnya.

Ricky juga menilai bahwa karakter tegas Shin Tae-yong dibalut dengan kedekatan emosional yang jarang dimiliki pelatih asing lainnya. Ia tahu kapan harus keras, dan kapan harus menjadi figur penyemangat.


Era Kluivert dan Pelajaran bagi Timnas Indonesia

Sejak ditunjuk memimpin Timnas Indonesia, Patrick Kluivert sempat membawa semangat baru. Namun, masa kerjanya yang singkat berakhir tanpa prestasi signifikan. Kini, posisinya telah kosong sementara PSSI masih mencari pengganti yang dianggap ideal.

Kondisi ini membuat banyak pihak membandingkan kembali era kepelatihan Shin Tae-yong yang dinilai lebih stabil dan progresif. Di bawah arahannya, Timnas Indonesia berhasil menembus Piala Asia 2023 dan tampil kompetitif di berbagai ajang internasional.

Tak heran jika banyak suporter Garuda berharap agar Shin kembali ke kursi pelatih. Namun, seperti kata Erick Thohir, federasi kini lebih memilih fokus pada masa depan ketimbang nostalgia.

“Era Shin Tae-yong sudah meninggalkan warisan disiplin dan mentalitas. Tapi kini saatnya mencari figur baru yang bisa melanjutkan pondasi itu,” kata Ricky menutup pembicaraan.


Sosok yang Tinggalkan Jejak

Kisah Ricky Riskandi ini menegaskan bahwa keberhasilan seorang pelatih bukan hanya diukur dari hasil pertandingan, tapi juga dari kemampuan membangun hubungan dengan pemain. Shin Tae-yong meninggalkan kesan mendalam di ruang ganti Timnas Indonesia, sesuatu yang belum sempat dilakukan Patrick Kluivert.

Bagi para pemain, Shin bukan sekadar pelatih, melainkan sosok pembimbing dan figur ayah yang memahami karakter timnya. Maka tak heran, meski ia sudah tidak lagi menukangi Timnas Indonesia, nama Shin Tae-yong tetap hangat di hati para penggemar Garuda.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget