Tanpa Lampu, Bayi Baru Lahir Terbaring di Lantai RSUD Aceh—Video Viral Bikin Netizen Geram

Tanpa Lampu, Bayi Baru Lahir Terbaring di Lantai RSUD Aceh—Video Viral Bikin Netizen Geram
Sumber :
  • tvonenews

Gadget – Sebuah video berdurasi hanya 60 detik telah mengguncang media sosial, memperlihatkan kondisi memilukan di RSUD Aceh Tamiang pasca-banjir besar yang melanda wilayah tersebut. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang perempuan diduga relawan atau petugas berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang gelap gulita, berlumpur, dan tanpa penerangan sama sekali. Yang paling mengiris hati: seorang bayi baru lahir terbaring langsung di lantai, tanpa kasur, selimut, atau pencahayaan memadai.

Link Video Syur Batang Timur Viral: Ini Fakta & Kronologi Sebenarnya

Video yang diunggah di platform X (sebelumnya Twitter) oleh akun @terserahdeh pada Senin, 8 Desember 2025, langsung menjadi viral dengan jutaan tayangan. Suara perempuan dalam video terdengar bergetar menahan tangis saat berkata:

“Astaghfirullahaladzim… Ya Allah, tolonglah. Ini ada bayi baru lahir!”

Link Video Viral RSUD Kudus - Benarkah Rekaman CCTV Asli? Ini Fakta Terbaru

Namun, penting dicatat: hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak RSUD Aceh Tamiang, Dinas Kesehatan Aceh, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait keakuratan dan konteks lengkap dari video tersebut. Artikel ini mengupas fakta yang beredar, konteks bencana banjir di Aceh Tamiang, respons publik, serta pentingnya verifikasi dalam era informasi viral.

Kronologi Video Viral: Apa yang Terlihat dalam Rekaman?

Link Video Viral 2 Jam Inara Rusli, Ini Fakta di Balik Tren TikTok yang Viral

Video berdurasi satu menit itu dibuka dengan seorang perempuan membawa bantuan kemungkinan makanan atau perlengkapan darurat. Ia berkata:

“Bismillah ya gaes, ini kita coba masuk ke dalam rumah sakit umum, karena infonya di lantai 2 banyak anak-anak, dan bayi kelaparan.”

Ia lalu menaiki tangga dalam kegelapan, menyusuri koridor yang berlumpur dan tanpa lampu. Akses menuju lantai dua dikatakan “sangat susah” karena kondisi jalan yang rusak dan genangan air.

Sesampainya di lantai dua, kamera menangkap:

  • Seorang pasien laki-laki terbaring lemah di lantai
  • Bayi baru lahir tanpa alas tidur, hanya dibungkus kain tipis
  • Ruangan tanpa listrik, tanpa ventilasi memadai
  • Suasana sunyi, gelap, dan terasa putus asa

Perempuan tersebut lalu berseru dengan suara gemetar:

“Astaghfirullahaladzim, kenapa Pak? Ya Allah… tolonglah. Ini ada bayi baru lahir!”

Rekaman ini langsung memicu kemarahan, keprihatinan, dan seruan bantuan dari warganet di seluruh Indonesia.

Konteks Bencana: Banjir Besar Melanda Aceh Tamiang

Video ini tidak muncul dalam ruang hampa. Pada awal Desember 2025, banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, akibat hujan lebat yang berkepanjangan. Menurut laporan BPBD Aceh, banjir merendam puluhan desa, memutus akses jalan, dan merusak infrastruktur listrik di sejumlah kecamatan.

RSUD Aceh Tamiang satu-satunya rumah sakit rujukan di wilayah itu dilaporkan terputus dari pasokan listrik PLN selama lebih dari 48 jam. Generator cadangan dikabarkan kehabisan bahan bakar, memaksa petugas medis bekerja dalam kondisi minim cahaya dan peralatan terbatas.

Beberapa desa di Aceh Tamiang bahkan masih terisolasi, seperti diungkapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam panggilan telepon dengan dua bupati setempat:

“Terima kasih atas pengabdianmu. Saya akan berusaha menengok kalian.”

Situasi ini menjelaskan mengapa pasien, termasuk ibu dan bayi, terpaksa menempati ruang rawat inap yang tidak layak bukan karena kelalaian, tetapi karena bencana yang melumpuhkan selururuh sistem pendukung.

Belum Ada Konfirmasi Resmi: Antara Fakta dan Viralitas

Meski video terlihat meyakinkan, kebenaran kontekstualnya belum diverifikasi oleh pihak berwenang. Hingga Senin malam (8/12/2025), baik Dinas Kesehatan Aceh maupun RSUD Aceh Tamiang belum merilis pernyataan resmi mengenai kondisi yang ditampilkan.

Kemungkinan skenario:

  • Video asli, tetapi diambil di luar konteks   misalnya, bayi tersebut baru dievakuasi dari desa terisolasi dan belum sempat dipindahkan ke ruang perinatologi.
  • Kondisi darurat sementara   akibat pemadaman listrik total dan kehabisan logistik, staf rumah sakit terpaksa menampung pasien di lantai.
  • Video lama yang diunggah ulang   meski tanggal unggahan baru, rekaman bisa jadi berasal dari bencana sebelumnya.

Pakar media sosial menekankan pentingnya tidak terburu-buru menyebarkan narasi tanpa verifikasi, karena bisa memicu kepanikan atau bahkan menyesatkan upaya bantuan yang sedang berlangsung.

Respons Warganet: Dari Donasi hingga Tagar #BantuAcehTamiang

Video ini memicu gelombang empati di media sosial. Tagar #BantuAcehTamiang dan #SelamatkanBayiAceh sempat menjadi tren di X dan Instagram. Banyak warganet:

  • Menggalang donasi logistik dan susu bayi
  • Menyebarkan kontak BPBD Aceh untuk koordinasi bantuan
  • Meminta pemerintah pusat segera mengirim tim SAR dan pasokan generator

Beberapa komunitas relawan, seperti Dompet Dhuafa dan ACT, menyatakan telah mengirimkan tim tanggap darurat ke Aceh Tamiang, termasuk tenda medis darurat dan paket perlengkapan bayi.

Tantangan Layanan Kesehatan di Daerah Bencana

Kasus RSUD Aceh Tamiang mengingatkan kita pada kerentanan sistem kesehatan di daerah rawan bencana. Rumah sakit meski vital sering kali tidak memiliki cadangan energi yang memadai untuk menghadapi pemadaman berkepanjangan.

Ahli bencana dari Universitas Syiah Kuala menyarankan:

  • Setiap RS rujukan di daerah rawan banjir harus memiliki generator dengan pasokan bahan bakar minimal 72 jam
  • Harus ada protokol evakuasi pasien rentan (ibu hamil, bayi, lansia) saat bencana mengancam
  • Infrastruktur jalan akses darurat harus diprioritaskan

Tanpa itu, situasi seperti dalam video viral bayi baru lahir terbaring di lantai gelap bisa terulang di wilayah lain.

Kesimpulan: Empati Harus Disertai Verifikasi dan Aksi Nyata

Video viral dari RSUD Aceh Tamiang adalah cermin dari krisis kemanusiaan yang nyata, meski konteks lengkapnya masih menunggu konfirmasi resmi. Apa pun latar belakangnya, fakta bahwa banjir besar sedang melanda Aceh Tamiang tidak bisa diabaikan.

Bagi masyarakat, respons terbaik bukan hanya menyebarkan video, tetapi:

  • Memverifikasi informasi sebelum membagikan
  • Menyalurkan bantuan melalui saluran resmi (BPBD, PMI, relawan terpercaya)
  • Mendesak pemerintah untuk memperkuat ketahanan infrastruktur kesehatan di daerah rawan bencana

Karena di balik layar gelap itu, ada nyawa yang menunggu pertolongan dan setiap detik berharga.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget