Lirik & Makna Lagu 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono: Kritik Tajam untuk Politik Indonesia
- dok. Netflix/Mens Rea
Gadget – Lagu "Mens Rea" bukan sekadar rilisan musik biasa. Dirilis pada 2024 sebagai pelengkap special show-nya yang tayang di Netflix, lagu ini menjadi ekspresi paling vokal Pandji Pragiwaksono terhadap realitas politik Indonesia masa kini dikemas dalam alunan hiphop yang tajam, puitis, sekaligus penuh sindiran sarkastik.
Dalam durasi singkat 2 menit 38 detik, Pandji menyatukan gaya khasnya: kritik sosial tanpa basa-basi, referensi budaya populer, dan pesan perlawanan kolektif. Tak heran jika lagu ini langsung melesat ke posisi teratas di antara semua rilisan musiknya di Spotify.
Artikel ini menyajikan lirik lengkap "Mens Rea", penjelasan makna di balik setiap bait, serta konteks penting dari istilah hukum yang menjadi judulnya "Mens Rea".
Apa Arti "Mens Rea"? Istilah Hukum yang Jadi Inti Pesan Pandji
Sebelum membahas lirik, penting memahami judulnya. "Mens Rea" berasal dari bahasa Latin yang secara harfiah berarti "niat jahat". Dalam hukum pidana, mens rea merujuk pada unsur kesengajaan atau niat buruk dalam melakukan tindak pidana tanpa niat ini, suatu perbuatan sering kali tidak bisa dikategorikan sebagai kejahatan.
Pandji sengaja memilih istilah ini untuk menegaskan bahwa kritiknya bukan lahir dari niat jahat, melainkan dari tanggung jawab moral sebagai warga negara.
“Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Pinginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu harusnya lebih pintar dan mawas diri,” ujar Pandji pada Rabu, 16 April 2025.
Dengan kata lain, "Mens Rea" adalah pembelaan artistik: Saya bicara keras bukan karena benci, tapi karena peduli.
Lirik Lengkap Lagu "Mens Rea" – Pandji Pragiwaksono
Berikut lirik resmi lagu "Mens Rea" yang telah diverifikasi:
Mentalku New York tapi mulutku Tanjung Priok
Jagalah lisanmu di hadapan aku besok
Tak peduli lawan tau kawan
Bandit atau hartawan
Ketahuilah Orang goblok kusebut goblok
Tutur politisi sembarang jadi genderang perang
Dinasti curang miliki milisi selebriti comblang
Slama banyak banyakan modal uang
Takkanlah Giannis menang kecuali curang
Politikal yang transaksional
Putar akal calon mahar selsasional
Tawakal ke janji rakyat dus opsional
Tak bakal bersih sampai dajjal gagal ginjal
Tak ada niat jahat
Hanya Reportase sebab dan akibat
Bersiaplah para pejabat
Karena rakyat hanya tunggu koordinat
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan
Presidennya gemoy Pemerintahnya Goyang
(diulang beberapa kali)
Rima cair mengalir seperti ucapan Jokowi
Pantang menyerah bak Prabowo aku kembali
Rapper yang kalah sakit hati nyinyir bak Megawati
rapku BUMN tapi standup PSSI
Iwa K-nya standup comedy
Dicky Mangay-nya hiphopindo
Lawannya politik dinasti
Tak tercela bagai para menkominfo
Kolabku dari Slank Tompi sampai Saykoji
Kutinggal standup balik-balik karir Glenn Fredly
Hiphopindo Gak Brenti Kata John Doe & Ferri
Telfon Wizzow masuk studio kini kembali
Bukan Bambang Pacul sikapku mandiri
Bukan Pratikno pesanku minim emoji
Satu Lawan Banyak sendiri berdiri
Telantar Asian Value Giring di mata Nidji
Ha Ha
Ini adalah eranya untuk menertawakan politik Indonesia
Aight lets go one two three ho
Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan...
(pengulangan refrain)
Makna Mendalam di Balik Lirik "Mens Rea"
1. Kritik terhadap Politik Transaksional dan Dinasti Kekuasaan
Pandji menyoroti praktik politik yang lebih mengandalkan uang, citra, dan relasi selebriti daripada integritas. Frasa seperti "dinasti curang miliki milisi selebriti comblang" dan "politikal yang transaksional" menggambarkan sistem di mana kekuasaan diwariskan atau dibeli, bukan direbut lewat meritokrasi.
2. Sindiran kepada Elite dengan Bahasa Populer
Kalimat "Presidennya gemoy, pemerintahnya goyang" menggunakan diksi santai namun menusuk menggambarkan ketidakseriusan atau ketidakstabilan kepemimpinan. Sementara "rapku BUMN tapi standup PSSI" adalah metafora cerdas: seperti BUMN yang sering jadi proyek politik, atau PSSI yang penuh drama begitu pula dunia politik.
3. Referensi Budaya dan Kolaborasi Seni
Pandji menyebut nama-nama besar seperti Slank, Tompi, Saykoji, Glenn Fredly, Iwa K, hingga Wizzow, menunjukkan bahwa perlawanan kultural bukan monopoli satu genre. Ia juga menyentil figur publik seperti Giring Nidji, yang dianggap "telantar" karena nilai-nilai Asian Values-nya tak lagi relevan di tengah realitas politik yang pragmatis.
4. Pesan Perlawanan: "Rakyat Bersatu Tak Bisa Dikalahkan"
Pengulangan frasa ini bukan sekadar hook melainkan seruan kolektif. Pandji ingin mengingatkan bahwa kekuatan sejati ada di tangan rakyat, bukan di istana atau parlemen. Dan rakyat hanya butuh "koordinat" informasi, kesadaran, dan momen tepat untuk bangkit.
Konteks Lebih Luas: Dari Panggung ke Platform Global
Lagu "Mens Rea" merupakan bagian dari stand-up comedy special ke-10 Pandji, yang tayang di Netflix pada 27 Desember 2025 setelah tur nasional dari April hingga Agustus 2025. Special ini bukan hanya hiburan, tapi medium edukasi politik yang disampaikan lewat tawa strategi khas Pandji sejak lama.
Dengan merilis lagu ini di Spotify, ia memperluas jangkauan pesannya ke generasi muda yang lebih akrab dengan musik daripada panggung komedi.
Kesimpulan: Komedi yang Menggugah, Musik yang Mengguncang
"Mens Rea" adalah bukti bahwa seni bisa menjadi senjata ampuh melawan apatisme. Pandji Pragiwaksono tidak hanya membuat penonton tertawa ia membuat mereka berpikir, bertanya, dan akhirnya sadar.
Lewat lirik yang penuh kode budaya, sindiran halus, dan pesan eksplisit tentang persatuan rakyat, lagu ini jauh melampaui hiburan. Ia adalah dokumen zaman catatan kritis atas kondisi demokrasi Indonesia yang layak didengar, dibaca, dan direnungkan.
"Tak ada niat jahat. Hanya reportase sebab dan akibat."
Pandji Pragiwaksono, Mens Rea
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |