Pakai Seragam Palsu, Numpang Terbang Gratis—Ini Fakta Lengkap Kasus Khairun Nisa

Pakai Seragam Palsu, Numpang Terbang Gratis—Ini Fakta Lengkap Kasus Khairun Nisa
Sumber :
  • X/ndymanoballl

Gadget – Sebuah insiden mencengangkan menggemparkan dunia penerbangan Indonesia awal Januari 2026. Seorang wanita berusia 23 tahun menyamar sebagai pramugari Batik Air, lengkap dengan seragam resmi, lalu menumpangi penerbangan komersial tanpa izin resmi dari maskapai. Aksi nekatnya bukan hanya melanggar protokol keamanan penerbangan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

Heboh Link Video Viral Guru Parengan Tuban Digerebek saat Bersama Pria Beristri!

Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun X (Twitter) @neveral0nely, memicu gelombang pertanyaan: Bagaimana bisa seseorang lolos pemeriksaan bandara hanya dengan seragam palsu? Siapa sebenarnya wanita tersebut? Dan bagaimana respons pihak maskapai serta otoritas penerbangan?

Artikel ini mengupas tuntas identitas Khairun Nisa, kronologi kejadian, pengakuan terbukanya, serta implikasi serius dari aksi yang disebut oleh banyak pihak sebagai pelanggaran keamanan penerbangan kelas berat.

Gemini AI Cetak Miniatur Mobil & Motor Keren Bak Nyata! Ini 10 Prompt Rahasianya yang Lagi Viral!

Kronologi Insiden: Dari Tiket Penumpang ke Seragam Palsu

Peristiwa terjadi pada 6 Januari 2026, pada penerbangan Batik Air ID 7058 rute Palembang (PLM) – Jakarta (CGK). Menurut laporan awal, Khairun Nisa membeli tiket penumpang biasa, tetapi saat tiba di bandara, ia mengenakan seragam lengkap pramugari Batik Air, termasuk name tag, jilbab, dan atribut lain yang identik dengan awak kabin resmi.

Viral! Foto Profil Pink & Hijau Serbu Medsos, Ini Makna Tersembunyi dan Cara Buatnya dalam 5 Detik!

Ia berhasil melewati pemeriksaan keamanan awal kemungkinan karena penampilannya yang meyakinkan. Namun, kecurigaan muncul saat berada di dalam pesawat. Menurut saksi, ia berinteraksi dengan petugas lain, tetapi jawabannya tidak sesuai dengan prosedur standar awak kabin. Misalnya, ia tidak mampu menjelaskan prosedur darurat atau tidak mengenali istilah operasional internal maskapai.

Karena keganjilan tersebut, awak kabin resmi melaporkan kejadian ini kepada pilot dan koordinator penerbangan. Begitu pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Aviation Security (Avsec) langsung mengamankan Khairun Nisa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Fakta Mengejutkan: ID Card Sudah Tak Berlaku, Bukan Karyawan Aktif

Dalam pemeriksaan intensif, terungkap fakta krusial:

  • Khairun Nisa pernah bekerja di industri penerbangan, tetapi bukan sebagai pramugari Batik Air.
  • ID card yang digunakannya sudah kadaluarsa dan tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian Lion Group (induk Batik Air).
  • Ia tidak memiliki izin operasional untuk berada di area steril atau berbaur dengan awak kabin.
Halaman Selanjutnya
img_title