Kontroversi Vulgar: X Batasi Fitur Generate Image Grok Premium

Kontroversi Vulgar: X Batasi Fitur Generate Image Grok Premium
Sumber :
  • Istimewa

Grok Diblokir! Indonesia Ambil Langkah Tegas Lawan Deepfake Seksual
  • X resmi membatasi fitur generate image Grok hanya untuk pengguna yang memiliki status pelanggan berbayar (premium).
  • Kebijakan ini muncul setelah Grok dituduh memfasilitasi pembuatan gambar vulgar dan manipulatif tanpa izin.
  • Langkah ini menjadi upaya X dan xAI meredam tekanan global dan tuntutan pertanggungjawaban dari berbagai negara.

Skandal Konten Berbahaya Grok AI: Paywall X Gagal Total

Platform media sosial X baru saja mengumumkan kebijakan pembatasan krusial. Mereka resmi membatasi fitur pembuatan gambar pada chatbot AI andalannya, Grok. Mulai sekarang, hanya pelanggan berbayar atau premium X yang dapat mengakses fitur generate image Grok. Keputusan mendesak ini diambil menyusul gelombang besar kritik dan kontroversi penyalahgunaan konten yang memicu kemarahan publik internasional. X kini berupaya keras mengontrol teknologi kecerdasan buatan mereka setelah menghadapi polemik global yang terus memanas.

Penyalahgunaan Konten Vulgar Mendorong Pembatasan Fitur Grok

Desakan Senator AS: Hapus Aplikasi X dan Grok dari App Store

Keputusan X ini datang setelah fitur Grok menuai kecaman luas. Sebelumnya, fitur generate image ini tersedia bebas bagi semua pengguna X, meskipun terdapat batasan kuota harian. Namun, banyak pengguna segera memanfaatkan celah tersebut. Mereka mengunggah foto seseorang, kemudian meminta Grok untuk memanipulasi gambar itu menjadi versi yang mengandung unsur pornografi atau konten sensitif lainnya.

Ancaman Konten Sensitif dan Kekhawatiran E-E-A-T

Penyalahgunaan ini cepat menyebar, menciptakan gelombang gambar porno tanpa persetujuan yang menargetkan tokoh terkenal, model, aktor, hingga anak-anak. Konten manipulatif semacam ini memicu respons cepat dari berbagai organisasi internasional dan otoritas negara. Karena itu, tekanan besar dari publik dan pemerintah akhirnya mendorong X dan perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, mengambil langkah tegas. Mereka harus menunjukkan tanggung jawab dalam mengelola teknologi AI (prinsip E-E-A-T: Trustworthiness).

Perubahan Kebijakan: Akses Generate Gambar Khusus Pelanggan Berbayar

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, pihak Grok menegaskan batasan baru tersebut. Mereka menjelaskan bahwa akses pembuatan dan pengeditan gambar kini bersifat eksklusif. Fitur generate image Grok hanya tersedia bagi mereka yang telah membayar biaya langganan X premium.

Perusahaan menyatakan: “Fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok kini hanya tersedia untuk pelanggan berbayar di X.”

Batasan Lingkup Aplikasi Grok

Meski demikian, pembatasan ini belum berlaku menyeluruh di semua ekosistem Grok. Perlu dicatat bahwa saat ini aplikasi Grok yang berdiri sendiri masih memungkinkan siapa saja membuat gambar tanpa harus membayar biaya berlangganan X. Dengan demikian, kebijakan pembatasan ini masih terbatas pada platform utama X. xAI diperkirakan akan segera menyelaraskan kebijakan ini pada semua layanannya di masa mendatang untuk menghindari celah legal.

Respons Elon Musk dan Analisis Kepatuhan AI

Menanggapi kontroversi parah ini, Elon Musk dan platform X secara terbuka mengecam keras penyalahgunaan teknologi Grok. Musk menegaskan komitmen perusahaan terhadap kebijakan ketat terkait pengunggahan konten ilegal. Musk menyampaikan ancaman serius kepada para pelaku penyalahgunaan AI.

Ia menuliskan dalam sebuah cuitan, siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi serupa seperti mengunggah konten ilegal langsung di platform X. Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa X tidak akan menoleransi penggunaan AI generatif untuk tujuan melanggar hukum, sekaligus menunjukkan upaya memenuhi kriteria authoritativeness dalam domain teknologi AI.

Tekanan Regulasi Internasional

Sementara X berupaya memperbaiki sistem internal, tekanan dari komunitas internasional terus menguat. Sejumlah regulator global mengecam X karena dianggap lalai mengawasi penggunaan teknologi Grok. Uni Eropa, misalnya, telah meminta xAI untuk menyimpan seluruh dokumentasi terkait Grok sebagai bagian dari penyelidikan resmi. Selain itu, Kementerian Komunikasi di India juga dikabarkan telah memerintahkan X untuk segera menerapkan perubahan guna menghentikan penyalahgunaan fitur pembuatan gambar Grok secara cepat.

Dampak Kebijakan Pembatasan ke Depan

Pembatasan akses fitur generate image Grok oleh X merupakan langkah penting dalam menanggapi krisis kepercayaan publik. Kebijakan ini menegaskan pergeseran paradigma dari kebebasan akses penuh menuju model berbayar yang diharapkan dapat meminimalkan penyalahgunaan.

Dengan membatasi akses hanya kepada pelanggan berbayar, X berharap dapat meningkatkan akuntabilitas pengguna. Hal ini juga memungkinkan platform untuk melacak aktivitas pengguna secara lebih mendalam, memudahkan penegakan aturan, dan pada akhirnya, meredam polemik global yang mengancam reputasi dan legalitas teknologi kecerdasan buatan mereka.