Jangan Panik, Begini Langkah Aman Menyelamatkan Motor Listrik Usai Banjir

Cara Merawat Motor Listrik
Sumber :
  • yadea

Merawat motor listrik yang sempat terendam banjir menjadi perhatian penting, terutama bagi pengguna kendaraan ramah lingkungan di perkotaan. Pasalnya, air banjir tidak hanya membawa air biasa, tetapi juga lumpur, pasir, hingga zat kimia yang berpotensi merusak sistem kelistrikan. Jika penanganannya keliru, motor listrik bisa mengalami kerusakan serius dan biaya perbaikannya tidak sedikit. Oleh karena itu, langkah perawatan yang cepat, tepat, dan berurutan menjadi kunci utama.

Cara Menghemat Baterai Motor Listrik agar Lebih Awet dan Efisien di Jalan

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memastikan motor listrik tidak langsung dinyalakan setelah terendam banjir. Kebiasaan terburu-buru menyalakan kendaraan sering kali justru memperparah kondisi. Air yang masih tersisa di dalam komponen kelistrikan bisa memicu korsleting dan merusak modul penting. Maka dari itu, pastikan motor benar-benar mati total sebelum dilakukan pengecekan lanjutan.

Setelah motor dipastikan tidak aktif, langkah berikutnya adalah melepaskan sumber daya listrik, khususnya baterai. Pada motor listrik dengan baterai yang dapat dilepas, proses ini harus segera dilakukan. Baterai perlu dikeringkan secara terpisah di tempat yang aman dan memiliki sirkulasi udara baik. Namun demikian, apabila baterai sudah terendam air dalam waktu cukup lama, pengguna sebaiknya tidak mengambil risiko. Pemeriksaan oleh teknisi berpengalaman sangat disarankan karena baterai yang rusak berpotensi menimbulkan bahaya.

Jangan Diabaikan, Ini Ciri Kontroler Motor Listrik Bermasalah

Selanjutnya, motor listrik perlu dibersihkan dari sisa-sisa banjir. Jika motor terendam air berlumpur atau air laut, pembilasan ringan dengan air bersih bisa dilakukan untuk menghilangkan pasir, lumpur, dan garam. Meski begitu, pembilasan tidak boleh menggunakan semprotan bertekanan tinggi, terutama di area sensitif seperti konektor dan modul elektronik. Tujuannya agar kotoran hilang tanpa mendorong air masuk lebih dalam ke sistem kelistrikan.

Tahap berikutnya adalah proses pengeringan yang menyeluruh. Bagian luar motor dapat dikeringkan menggunakan lap bersih dan kering. Sementara itu, bagian dalam sebaiknya diangin-anginkan di tempat teduh dengan aliran udara yang lancar. Penggunaan kipas angin atau blower bertekanan rendah dapat membantu mempercepat proses pengeringan. Sebaliknya, menjemur motor langsung di bawah sinar matahari perlu dihindari karena suhu panas berlebih berisiko merusak komponen elektronik dan plastik.

Xiaomi Perbaiki 11 Bug HyperOS Sekaligus Atasi Masalah Baterai dan Kamera di Redmi Note 14

Selain memastikan motor kering, pengguna juga perlu memeriksa kondisi kabel dan konektor. Bagian ini sering kali luput dari perhatian, padahal sangat krusial. Pastikan tidak ada air yang tersisa, tidak terlihat karat, dan tidak ada kotoran menempel. Jika ditemukan kondisi lembap, segera keringkan dan gunakan cairan pembersih kontak listrik agar koneksi kembali optimal dan aman.

Di sisi lain, motor penggerak dan controller juga wajib mendapatkan perhatian khusus. Kedua komponen ini tergolong paling sensitif terhadap air. Apabila terdapat indikasi lumpur atau karat di dalam casing, pengguna sebaiknya tidak membongkar sendiri tanpa keahlian memadai. Dalam situasi seperti ini, membawa motor listrik ke bengkel resmi atau teknisi profesional merupakan langkah paling bijak untuk mencegah kerusakan lanjutan.

Tak kalah penting, sistem pengereman dan bearing roda juga perlu diperiksa. Air banjir dapat mengikis pelumas dan memicu karat, sehingga performa rem dan kelancaran roda bisa terganggu. Oleh sebab itu, pastikan rem masih berfungsi dengan baik dan tambahkan pelumas pada bagian yang diperlukan agar motor tetap nyaman serta aman saat digunakan.

Setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan perawatan selesai, motor listrik dapat dinyalakan secara bertahap. Awali dengan menyalakan sistem tanpa beban, lalu lakukan uji jalan dengan kecepatan rendah. Jika muncul suara tidak wajar, getaran berlebihan, atau indikator kesalahan pada panel, motor sebaiknya segera dimatikan dan diperiksa kembali.

Sebagai langkah pencegahan di masa mendatang, pengguna disarankan untuk menggunakan pelindung tambahan pada area motor dan controller, terutama saat musim hujan. Selain itu, menghindari menerobos banjir tinggi adalah keputusan terbaik karena setiap motor listrik memiliki batas toleransi terhadap air.

Pada akhirnya, merawat motor listrik yang terkena banjir membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dengan tidak terburu-buru, melakukan pembersihan yang tepat, serta memastikan semua komponen benar-benar kering dan aman, risiko kerusakan besar dapat ditekan. Perawatan yang benar tidak hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga memperpanjang usia pakai motor listrik itu sendiri.