"Dia Membujuk Kami..." Cerita Pilu Sang Ayah Kenang Impian Rylan Henry Pribadi yang Belum Terwujud
- TikTok
Untuk memahami latar belakang Rylan, kita perlu melihat jejak raksasa bisnis yang dibangun oleh keluarganya:
Profil Henry Pribadi dan Napan Group
Awal Mula Perintisan Henry Pribadi (Liem Oen Hauw) lahir di Kudus pada 1948. Bersama dua saudaranya, Andry dan Wilson Pribadi, ia mendirikan Napan Group pada Maret 1972. Ketiga bersaudara ini dikenal sebagai "Pribadi Bersaudara" yang memiliki insting bisnis tajam.
Era Kejayaan 90-an Pada dekade 1990-an, Napan Group mencapai puncak kejayaannya. Mereka tidak hanya bermain di satu kolam, tetapi melakukan diversifikasi bisnis yang masif. Mulai dari manufaktur, petrokimia, perkebunan, properti, hingga perbankan.
Pendapatan Fantastis Kekuatan bisnis Napan Group tercermin dari laporan pendapatan mereka. Pada tahun 1996, grup ini mencatatkan pendapatan tembus lebih dari Rp1 triliun—angka yang sangat fantastis pada masa itu, menempatkan mereka dalam jajaran elit konglomerat nasional.
Sektor Bisnis Strategis Hingga kini, unit usaha yang berafiliasi dengan keluarga ini masih aktif di berbagai sektor vital, termasuk industri kemasan plastik, pengolahan terigu, properti mewah, hingga perhotelan. Reza Pribadi, ayah Rylan, melanjutkan estafet ini dengan fokus pada sektor investasi dan pertambangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Bela Sungkawa dari Tokoh Nasional
Kepergian Rylan di usia muda tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga kolega bisnis sang ayah. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, turut menyampaikan rasa kehilangan mendalam. Hubungan kedua keluarga ini ternyata cukup dekat, mengingat Rylan adalah sahabat dari putra Anindya Bakrie.
"Sebagai sahabat karib, saya juga turut merasakan kehilangan atas berpulangnya Rylan di usia yang masih sangat muda. Apalagi Rylan juga merupakan sahabat putra saya," tulis Anindya di akun Instagram pribadinya.
Anindya mengenang Rylan sebagai pemuda yang merepresentasikan paket lengkap: kepintaran, tata krama, sportivitas, dan kerja keras. Ucapan ini menegaskan bahwa di balik nama besar keluarganya, Rylan Henry Pribadi adalah pribadi yang memang layak dicintai dan dibanggakan. Tragedi Niseko telah merenggut nyawanya, namun mimpi dan semangatnya akan tetap hidup dalam kenangan orang-orang yang mencintainya.