Megatron "Macet" di Medan, Gresik Phonska Sukses Bikin Juara Bertahan Frustrasi
- AVC
Analisis Pertandingan: Dominasi Awal Gresik Phonska
Set pertama langsung menyajikan kejutan. Alih-alih tertekan menghadapi juara bertahan, Gresik Phonska justru tampil lepas dan percaya diri. Kunci permainan mereka terletak pada minimnya kesalahan sendiri (unforced errors) yang biasanya menjadi penyakit tim-tim non-unggulan. Oleksandra Bytsenko tampil sebagai pembeda dengan permainan yang sangat solid, membuat pertahanan Jakarta Pertamina Enduro kewalahan membaca arah serangan.
Momentum besar terjadi ketika Bela Sabrina mengambil alih area servis. Pemain muda ini sukses mencetak ace yang meruntuhkan mental penerimaan bola pertama (receive) lawan, membawa timnya unggul jauh 16-8. Meski Megawati dan kawan-kawan mencoba bangkit dengan mengumpulkan poin demi poin hingga skor menipis menjadi 15-20, konsistensi Gresik Phonska tak tergoyahkan. Mereka menutup set pembuka dengan skor meyakinkan 25-17, memberikan sinyal bahaya bagi kubu Jakarta Pertamina.
Kebangkitan Semu di Set Kedua
Memasuki set kedua, Jakarta Pertamina Enduro mencoba merespons. Permainan menjadi jauh lebih ketat dengan aksi saling kejar poin yang menegangkan. Bela Sabrina kembali menjadi momok lewat servis ace-nya—yang tercatat sebagai ace keempatnya hingga pekan kedua ini—membawa Phonska unggul tipis 13-12.
Namun, mental juara Jakarta Pertamina Enduro sempat berbicara di momen krusial ini. Kolaborasi antara Asih Titi, Megawati, dan Tisya Amallya mulai menemukan ritmenya. Mereka bermain lebih taktis dan memanfaatkan celah miskomunikasi yang sempat terjadi di kubu Gresik Phonska. Pertarungan sengit di poin-poin kritis akhirnya dimenangkan oleh Jakarta Pertamina Enduro dengan skor 25-23, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan seolah memberi harapan akan adanya comeback.
Runtuhnya Pertahanan Juara Bertahan
Sayangnya, momentum kebangkitan itu gagal dipertahankan di set ketiga. Permainan Jakarta Pertamina Enduro justru antiklimaks. Konsentrasi yang menurun membuat mereka tertinggal jauh 6-13 di awal set. Situasi ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mediol Yoku dan kolega. Melihat lawan yang sedang limbung, Gresik Phonska langsung tancap gas, bermain lebih leluasa dan menekan dari segala sisi. Set ketiga berakhir dengan skor 25-18 untuk keunggulan Gresik Phonska, membuat posisi Jakarta Pertamina kembali tertekan.