Ceramahnya Viral, Identitasnya Dipertanyakan: Benarkah Sunia Ruhama Transgender?
- Tiktok
Dalam beberapa unggahan di media sosial, Sunia tampil mengenakan hijab, memberikan tausiyah tentang akhlak, sabar, dan cinta kepada sesama pesan yang selaras dengan nilai-nilai Gus Dur. Hal ini memperkuat citranya sebagai figur religius yang inklusif.
Namun, justu di sinilah ketegangan sosial muncul: bagaimana masyarakat memandang seseorang yang aktif dalam dunia dakwah, namun diduga memiliki latar belakang identitas gender yang tidak sesuai dengan norma heteronormatif?
Kontroversi Identitas: Dari Pujian hingga Tuduhan
Viralnya video Sunia Ruhama memicu dua respons ekstrem:
Pihak yang Mendukung
Banyak netizen memuji cara berceramahnya yang tidak menggurui, penuh empati, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka berargumen bahwa isi dakwah lebih penting daripada latar belakang pribadi sang penceramah.
“Asalkan ajakannya kebaikan, kenapa harus dipersoalkan siapa dia?” komentar viral di TikTok
Pihak yang Mengkritik
Di sisi lain, sejumlah akun terutama dari kalangan konservatif menggali jejak digital Sunia dan menemukan indikasi kuat bahwa ia adalah transgender. Beberapa klaim menyebut ia pernah mendirikan komunitas waria di Kendal dan aktif dalam advokasi hak-hak LGBTQ+.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Sunia Ruhama sendiri mengenai identitas gendernya, tuduhan ini telah memicu gelombang penolakan, terutama dari kelompok yang menganggap bahwa orang transgender tidak layak menjadi penceramah agama.
Tantangan Sosial: Agama, Identitas, dan Ruang Publik
Kasus Sunia Ruhama mencerminkan ketegangan struktural dalam masyarakat Indonesia antara:
- Nilai inklusivitas dan humanisme (yang diusung Gus Dur dan NU progresif)
- Norma konservatif tentang gender dan otoritas keagamaan
Pertanyaan mendasar yang muncul:
- Siapa yang berhak menjadi pembawa pesan agama?
- Apakah moralitas diukur dari identitas, atau dari isi ajaran?
Bagi sebagian orang, Sunia Ruhama adalah simbol rekonsiliasi antara iman dan identitas bukti bahwa seseorang bisa tetap dekat dengan Tuhan meski hidup di pinggiran norma sosial. Bagi yang lain, kehadirannya di mimbar agama dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesucian dakwah.
Respons Resmi: Belum Ada Pernyataan dari NU atau Pihak Berwenang
Hingga kini, Pengurus Cabang NU Kendal maupun Fatayat NU belum memberikan pernyataan resmi mengenai keterlibatan Sunia Ruhama dalam kegiatan mereka. Demikian pula, tidak ada konfirmasi langsung dari Sunia tentang tudingan transgender tersebut.