Bukan Cuma Ditangkap, Dedi Mulyadi Sebut Ini Kunci Berantas Ikan Sapu-sapu

Bukan Cuma Ditangkap, Dedi Mulyadi Sebut Ini Kunci Berantas Ikan Sapu-sapu
Sumber :
  • Pemprov Jabar

Gadget – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penanganan ikan sapu-sapu tidak cukup dilakukan hanya dengan penangkapan. Menurutnya, keberadaan ikan tersebut berkaitan langsung dengan penurunan kualitas air dan kondisi lingkungan sungai.

img_title Apple Tunda iPhone Air 2: Chip 2nm & Teknologi Lipat Makin Dekat

Pernyataan itu disampaikan setelah pemusnahan ikan sapu-sapu ramai dilakukan di sejumlah wilayah Jakarta. Di Jawa Barat, populasi ikan ini juga dinilai semakin tidak terkendali di sejumlah sungai, terutama di kawasan perbatasan dengan Jakarta.

Dedi Mulyadi Soroti Ikan Sapu-sapu di Sungai Jawa Barat

img_title Review Samsung Galaxy Buds 4 Pro: Upgrade Kecil, Performa Tetap Maksimal

Dedi Mulyadi menyebut ikan sapu-sapu tidak hanya menjadi persoalan populasi. Ia menilai ikan tersebut dapat menjadi indikator bahwa kualitas air sungai sudah mengalami penurunan.

Menurutnya, ikan sapu-sapu tumbuh pesat ketika perairan atau sungai mengalami pencemaran. Dalam kondisi itu, ekosistem sungai menjadi tidak seimbang karena ikan endemik atau ikan lokal sulit bertahan.

img_title Test Artikel June 2026

Ia mengatakan, sungai yang mengalami penurunan kualitas biasanya hanya menyisakan ikan sapu-sapu sebagai spesies yang mampu hidup. Kondisi ini membuat ikan sapu-sapu semakin dominan di perairan yang tidak sehat.

Dua Cara Berantas Ikan Sapu-sapu Menurut Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi mengusulkan dua langkah utama untuk mengatasi ikan sapu-sapu. Langkah pertama adalah mengangkat atau menangkap ikan sapu-sapu dari sungai secara langsung.

Ia menekankan bahwa penanganan perlu dilakukan secara bersamaan dan tidak setengah-setengah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar persoalan populasi ikan sapu-sapu bisa ditangani secara lebih serius.

Langkah kedua adalah memperbaiki kualitas air sungai. Dedi Mulyadi menilai perbaikan kualitas air menjadi kunci agar ikan endemik dapat kembali hidup di habitatnya.

Jika kondisi air membaik, ikan lokal dinilai bisa kembali bersaing dan tidak terus kalah dari ikan sapu-sapu. Sebaliknya, di daerah dengan air tercemar, ikan sapu-sapu cenderung menjadi spesies yang paling bertahan.

Warga Jawa Barat Sudah Menangkap Ikan Sapu-sapu

Dedi Mulyadi juga mengapresiasi warga Jawa Barat yang disebut sudah lebih dulu menangkap ikan sapu-sapu. Namun, sebagian penangkapan masih dilakukan secara individu, bukan melalui gerakan bersama.

Menurutnya, kegiatan warga tersebut tetap membantu mengurangi populasi ikan invasif di sungai. Meski begitu, ia menilai solusi utama tetap harus menyasar perbaikan kualitas air di perairan sungai.

Perbaikan kualitas air dianggap penting karena berkaitan langsung dengan peluang hidup ikan endemik. Dengan ekosistem yang lebih sehat, ikan lokal dapat kembali mengisi ruang hidupnya di sungai.

Operasi Penangkapan Ikan Sapu-sapu di Jakarta

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.

Di Jakarta Timur, penangkapan dilakukan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati. Di Jakarta Barat, lokasi penangkapan berada di Kali Anak TSI.

Operasi serupa juga berlangsung di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jakarta Selatan. Di Jakarta Pusat, penangkapan dilakukan di Kali Cideng depan Plaza Indonesia, sementara di Jakarta Utara berlokasi di Saluran RW 06 Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan dilakukan secara rutin. Lokasi penangkapan juga disebut akan diperluas ke seluruh titik perairan di Jakarta.

Alasan Ikan Sapu-sapu Sulit Dikendalikan

Fenomena pemberantasan ikan sapu-sapu juga ramai setelah kreator konten Arief Kamarudin kerap membagikan aktivitas menangkap ribuan ikan tersebut. Aktivitas itu dilakukan di Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan Arief Kamarudin, keberadaan ikan sapu-sapu dianggap berbahaya bagi ekosistem sungai. Populasi ikan ini disebut sudah lama tidak terkendali di Ciliwung.

Invasi ikan sapu-sapu dapat membuat ikan endemik sulit bergerak. Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan tetap kuat meski hidup di air tercemar.

Selain itu, reproduksi ikan sapu-sapu tergolong cepat. Populasinya juga sulit berkurang karena minim predator alami, sehingga dapat menyebabkan kerusakan habitat ikan lokal.

Dedi Mulyadi menilai penanganan ikan sapu-sapu perlu dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni mengangkat ikan dari sungai dan memperbaiki kualitas air agar ikan endemik dapat kembali hidup.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget