Kasus Guru Diejek Siswa di Purwakarta Berbuntut Panjang, Dedi Mulyadi Turun Tangan Langsung
- KDM Channel
Gadget – Kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru PKN bernama Syamsiah atau Bu Atun memasuki perkembangan baru. Sanksi untuk para siswa diubah menjadi pembinaan selama tiga bulan, sementara pemerintah pusat ikut memberi respons.
Perkara ini menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi langsung kasus tersebut. Selain perubahan sanksi, perhatian publik juga tertuju pada sikap Bu Atun yang memilih memaafkan para siswa.
Sanksi Siswa SMAN 1 Purwakarta Diubah Jadi Pembinaan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat mengambil langkah baru dalam penanganan kasus siswa SMAN 1 Purwakarta. Jika sebelumnya para siswa dijatuhi skorsing selama 19 hari, sanksi itu kemudian diubah menjadi pembinaan selama tiga bulan.
Para siswa tidak dikeluarkan dari sekolah. Mereka tetap mengikuti kegiatan belajar sambil menjalani pembinaan karakter dalam ekosistem pendidikan.
Pembinaan tersebut tidak hanya berupa hukuman administratif. Kegiatan yang diberikan meliputi aktivitas sosial, seperti membersihkan lingkungan sekolah dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.
Pendekatan ini dinilai lebih mendidik karena hak siswa untuk belajar tetap dijaga. Di sisi lain, para siswa tetap diarahkan untuk memahami tanggung jawab dan membangun kesadaran atas perbuatannya.
Orang Tua Ikut Dilibatkan dalam Pembinaan
Dalam skema pembinaan selama tiga bulan, orang tua siswa juga dilibatkan secara aktif. Mereka diwajibkan hadir setiap pekan untuk memantau perkembangan anak.
Pelibatan orang tua menjadi bagian dari proses pembinaan karakter. Dengan begitu, tanggung jawab tidak hanya berada di sekolah, tetapi juga melibatkan keluarga.
Langkah ini sejalan dengan sorotan Dedi Mulyadi terhadap kasus tersebut. Penanganan tidak diarahkan pada pengeluaran siswa dari sekolah, melainkan pada pembinaan agar mereka tetap berada dalam jalur pendidikan.
Mendikdasmen Respons Kasus Guru Diejek Siswa
Respons juga datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani dan para siswa telah meminta maaf kepada guru yang bersangkutan.
Meski begitu, Abdul Mu’ti menekankan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup. Ia menyebut penyelesaian kasus dilakukan sesuai peraturan menteri tentang sekolah aman dan nyaman.
Pemerintah juga mendorong penerapan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman. Aturan ini menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik.
Dalam aturan tersebut, pembentukan karakter menjadi bagian penting. Aspek yang ditekankan meliputi sisi spiritual, psikologis, dan sosial agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.
Bu Atun Guru PKN SMAN 1 Purwakarta Pilih Memaafkan
Di balik polemik tersebut, sosok Syamsiah atau Bu Atun ikut mencuri perhatian. Guru PKN SMAN 1 Purwakarta itu dikenal sebagai pribadi sederhana dan penuh dedikasi.
Bu Atun telah mengajar sejak 2003. Hingga kini, ia masih menjalani kehidupan sederhana, termasuk menggunakan angkutan umum untuk berangkat ke sekolah.
Selain mengajar, Bu Atun juga aktif membina anak yatim. Sikapnya semakin menjadi perhatian karena ia memilih memaafkan para siswa yang mengejeknya.
Bagi Bu Atun, kejadian tersebut dipandang sebagai bagian dari proses pendidikan. Ia tetap melihat peristiwa itu dalam kerangka tanggung jawab moral sebagai seorang guru.
Bantuan Dedi Mulyadi Ingin Disalurkan untuk Anak Yatim
Sikap Bu Atun membuat banyak pihak tersentuh, termasuk Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat itu memberikan bantuan sebagai bentuk apresiasi kepada Bu Atun.
Namun, Bu Atun justru ingin menyalurkan bantuan tersebut kepada anak-anak yatim yang ia bina. Ia menyampaikan bahwa bantuan sebesar Rp25 juta itu akan disumbangkan kepada yayasan yatim binaannya.
Kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berujung pada pembinaan tiga bulan, respons pemerintah pusat, dan keputusan Bu Atun untuk memaafkan sekaligus menyalurkan bantuan Rp25 juta kepada yayasan yatim yang ia bina.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |