Harga Elpiji Naik, Dedi Mulyadi Sebut Kotoran Sapi Bisa Jadi Bahan Bakar Dapur
- KDM Channel
Gadget – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong warga memanfaatkan sumber energi alternatif setelah harga elpiji nonsubsidi mengalami kenaikan. Salah satu pilihan yang disorot adalah pengolahan kotoran sapi menjadi biogas untuk kebutuhan memasak.
Dedi menilai warga dapat memanfaatkan potensi limbah di lingkungan sekitar, termasuk sampah dan kotoran ternak. Menurutnya, bahan-bahan tersebut bisa diolah menjadi energi yang berguna bagi kebutuhan rumah tangga.
Dedi Mulyadi Dorong Biogas dari Kotoran Sapi
Dedi Mulyadi menyebut kotoran sapi dapat diolah menjadi energi gas. Ia juga menyinggung potensi sampah dan listrik sebagai bagian dari pilihan energi alternatif.
Dorongan ini muncul setelah harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram di wilayah Jawa Barat naik menjadi Rp228.000 per tabung. Kenaikan tersebut membuat diversifikasi energi kembali menjadi perhatian.
Menurut Dedi, masyarakat perlu menyesuaikan diri dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Ia menilai warga Indonesia memiliki kemampuan beradaptasi dan mencari solusi saat menghadapi perubahan harga energi.
Harga Elpiji Nonsubsidi di Jawa Barat Naik
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi berlaku sejak 18 April 2026. Di Jawa Barat, harga elpiji 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung.
Selain itu, elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram naik menjadi Rp107.000 per tabung. Kenaikan ini berdampak pada dua jenis produk nonsubsidi yang digunakan sebagian masyarakat.
Meski begitu, harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram dipastikan tidak mengalami kenaikan. Namun, Dedi tetap mendorong warga mulai membangun kemandirian energi secara swadaya.
Peternak di Bandung Barat Manfaatkan Biogas
Potensi biogas menjadi perhatian setelah peternak di Kabupaten Bandung Barat berhasil mengonversi kotoran hewan menjadi energi untuk memasak sehari-hari. Sistem tersebut memanfaatkan limbah ternak sebagai sumber bahan bakar dapur.
Api yang dihasilkan dari sistem biogas itu disebut memiliki tekanan besar. Energi tersebut juga diklaim mampu memenuhi kebutuhan dapur secara berkelanjutan tanpa terpengaruh harga pasar.
Bagi Dedi, contoh ini menunjukkan bahwa limbah di sekitar masyarakat dapat memiliki nilai guna. Kotoran sapi yang biasanya dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi sumber energi alternatif.
Kayu Bakar dan Kompor Listrik Jadi Pilihan Lain
Selain biogas, Dedi Mulyadi juga menyebut penggunaan kayu bakar bisa kembali dioptimalkan di wilayah perkampungan. Menurutnya, kayu bakar masih melimpah di pedesaan dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Namun, penggunaan kayu bakar yang dimaksud berada dalam konteks memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Pilihan ini disebut sebagai bagian dari cara masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi energi.
Untuk masyarakat perkotaan, Dedi menyebut migrasi ke kompor listrik dapat menjadi alternatif pengganti gas nonsubsidi. Pilihan tersebut dinilai lebih relevan bagi warga kota yang memiliki akses listrik memadai.
Kemandirian Energi Warga Jabar Jadi Sorotan
Dedi Mulyadi menilai kenaikan harga energi perlu dihadapi dengan keberanian kembali pada cara-cara tradisional yang dimodernisasi. Biogas dari kotoran sapi menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi sederhana berbasis lingkungan sekitar.
Ia juga melihat diversifikasi energi sebagai strategi bertahan hidup yang realistis bagi masyarakat. Langkah ini dianggap penting di tengah fluktuasi harga energi global.
Dengan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 dan elpiji 5,5 kilogram menjadi Rp107.000, Dedi Mulyadi mendorong warga Jawa Barat memanfaatkan biogas, kayu bakar, dan kompor listrik sebagai alternatif energi rumah tangga.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |