Sensor Dragon Ball Versi Arab Ubah Total Konsep Kera Besar Saiyan, Ceritanya Jadi Beda

Sensor Dragon Ball Versi Arab Ubah Total Konsep Kera Besar Saiyan, Ceritanya Jadi Beda
Sumber :
  • CBR

Ketika sebuah cerita mengubah asal-usul ras utama dari “makhluk biologis” menjadi “sesuatu yang dibuat”, itu tidak bisa berhenti di satu adegan. Narasi akan ikut bergeser, dan Dragon Ball adalah jenis cerita yang sangat bergantung pada keterkaitan sebab-akibat. Satu perubahan akan menyeret perubahan lain.

Waspada! BRIN Ungkap Wilayah Rawan Sinkhole Indonesia

Yang menarik, versi ini juga mengaitkan sensor tersebut dengan alasan religius dan budaya. Intinya, perubahan itu berupaya menolak koneksi manusia dengan kera. Ada pembacaan bahwa edit tersebut bertujuan menghindari citra yang bisa dikaitkan dengan Darwinisme dan konsep evolusi. Karena itu, dubbing Arab disebut menghindari referensi yang berbau evolusi agar tidak menyinggung sebagian audiens.

Pada titik ini, Dragon Ball versi Arab tidak lagi sekadar “diterjemahkan”, melainkan diinterpretasi ulang. Dan interpretasi ulang ini menimbulkan efek domino pada motivasi tokoh penting.

Realme Neo8 Rilis 22 Jan: Baterai 8.000mAh & Chipset Ganas

Salah satu contoh paling mencolok adalah Frieza. Dalam narasi yang dikenal luas, Frieza didorong oleh ketakutan terhadap potensi Super Saiyan. Ketakutan itu memberi bobot pada keputusan-keputusan besar, termasuk bagaimana ia memandang ras Saiyan dan mengapa konflik mereka begitu intens. Namun dalam versi Arab, motivasi itu berubah.

Frieza tidak lagi digambarkan takut pada kebangkitan Super Saiyan. Ia justru khawatir akan serangan gerombolan gorila raksasa buatan. Ketika ancaman utama berubah dari “potensi evolusi kekuatan” menjadi “serbuan monster mekanis”, cara penonton membaca konflik pun ikut berganti. Saiyan bukan lagi pusat ancaman, melainkan jadi tambahan dalam konflik yang lebih besar.

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Meluncur Februari 2026: Fitur Ganda

Dan ini baru satu bagian. Dubbing Arab Dragon Ball disebut memiliki edit ekstrem lain yang tidak kalah mengejutkan, yang jauh melampaui urusan Great Ape.

Salah satunya, karakter Raditz dipresentasikan sebagai teman Goku, bukan saudara kandung yang jahat dan terasing. Di satu sisi, Raditz memang tidak punya jejak panjang dalam serial, sehingga edit ini bisa saja lewat begitu saja bagi penonton baru. Namun tetap saja, perubahan ini menyentuh relasi fundamental yang seharusnya menjadi pemicu konflik.

Lebih ekstrem lagi, ada perubahan yang menyentuh inti franchise. Shenron dan aspek pengabulan permintaan dari Dragon Balls disebut dihapus. Ini bukan perubahan kecil. Dragon Balls adalah pilar cerita. Tanpa naga yang mengabulkan permintaan, seluruh motivasi karakter untuk mengejar bola-bola itu menjadi masalah yang sulit dijelaskan.

Halaman Selanjutnya
img_title