Sensor Dragon Ball Versi Arab Ubah Total Konsep Kera Besar Saiyan, Ceritanya Jadi Beda
- CBR
Dalam versi ini, alasan sensor dikaitkan dengan konsep figur mirip dewa yang mengabulkan permintaan, yang dianggap bertabrakan dengan keyakinan dan standar budaya tertentu. Konsekuensinya, Dragon Ball harus “dipaksa” berjalan dengan logika yang berbeda, dan itu tidak selalu mulus.
Menariknya, artikel ini juga mengingatkan bahwa sensor regional bukan sesuatu yang eksklusif terjadi di versi Arab. Versi bahasa Inggris Dragon Ball di masa tertentu juga pernah mengalami sensor berat terkait kematian, kehidupan setelah mati, kekerasan, dan seks. Bahkan, ada bagian yang menyebut Mr. Popo pernah diubah warnanya untuk penayangan Dragon Ball Z Kai di pasar tertentu, dan siaran Australia untuk Dragon Ball Super disebut pernah mengedit Mr. Popo keluar lewat cropping kreatif.
Di balik semua itu, ada satu ide yang cukup provokatif, bahkan untuk ukuran Dragon Ball. Bagaimana jika konsep “Great Ape sebagai makhluk independen yang dipanggil” justru dimasukkan sebagai ide cerita baru di masa depan.
Ide ini memang radikal, tetapi Dragon Ball bukan franchise yang alergi konsep liar. Dragon Ball GT pernah membawa Golden Great Ape, dan Dragon Ball DAIMA disebut memberi implikasi yang sama-sama unik tentang makhluk bertelinga runcing dan kemungkinan hubungan dengan Demon. Dalam logika Dragon Ball, sesuatu yang awalnya terdengar konyol bisa saja dibuat masuk akal, asal dieksekusi dengan cara yang meyakinkan.
Ada juga argumen praktis. Secara cerita, tidak lagi masuk akal bagi Goku, Vegeta, atau Gohan untuk berubah menjadi Great Ape, karena mereka sudah punya bentuk yang jauh lebih superior. Namun jika Great Ape diposisikan sebagai “senjata hidup” yang dipanggil untuk membantu, konsep itu bisa menjadi cara kreatif untuk menghidupkan kembali elemen klasik tanpa merusak kontinuitas kekuatan karakter.
Bahkan ada bayangan bahwa Dragon Ball Super bisa “menipu” dengan cara yang cerdas. Misalnya, memakai energi avatar Perfected Ultra Instinct Goku untuk menyerupai Great Ape raksasa yang menyerang bersama dirinya. Ini bukan klaim bahwa itu akan terjadi, melainkan contoh bagaimana ide lama bisa direkayasa ulang dengan bahasa modern Dragon Ball.