Tiga Jurus Mematikan Naruto yang Bikin Musuh Gemetar
- Naruto
Dalam dunia ninja yang penuh intrik dan pertarungan sengit, nama Naruto Uzumaki selalu menjadi sorotan. Tokoh utama dalam serial legendaris karya Masashi Kishimoto ini dikenal bukan hanya karena tekadnya yang keras kepala, tetapi juga karena kekuatan luar biasa yang ia miliki. Seiring perjalanan ceritanya, Naruto berkembang dari anak yang diremehkan menjadi shinobi paling disegani. Ada tiga ilmu utama yang membuat lawan-lawannya berpikir dua kali sebelum menghadapi dirinya.
Sejak awal, Naruto memang sudah membawa beban besar. Di dalam tubuhnya tersegel seekor monster berekor sembilan yang sangat kuat, yaitu Kurama. Namun pada awalnya, kekuatan itu justru menjadi sumber masalah. Naruto kesulitan mengendalikan chakra besar yang mengalir di dalam dirinya. Meski demikian, seiring waktu dan latihan keras, ia berhasil membangun hubungan kerja sama dengan Kurama. Di titik inilah segalanya berubah drastis.
Mode Bijuu menjadi salah satu kekuatan yang paling ditakuti dalam serial Naruto. Dengan memanfaatkan chakra Kurama secara penuh, Naruto memperoleh cadangan energi yang hampir tak terbatas. Ia bisa bergerak dengan kecepatan tinggi, menghancurkan pertahanan musuh dalam sekejap, serta pulih dari luka berat hanya dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, ia juga mampu meluncurkan serangan pamungkas berupa Bijuu Dama yang daya hancurnya luar biasa besar.
Bahkan tokoh sekelas Madara Uchiha dan Kaguya Otsutsuki mengakui bahwa kekuatan Naruto dalam Mode Bijuu bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Dalam beberapa pertempuran besar, mode ini membuat Naruto hampir mustahil dikalahkan secara frontal. Oleh karena itu, banyak lawan memilih mencari celah strategi dibanding menghadapi kekuatannya secara langsung.
Namun demikian, kekuatan Naruto tidak hanya bergantung pada Kurama. Ada fase penting dalam hidupnya ketika ia memutuskan untuk berlatih menguasai energi alam. Dari sinilah lahir Sage Mode atau Mode Sennin. Teknik ini dipelajari Naruto di Gunung Myoboku dengan bimbingan para petapa katak. Prosesnya tidak mudah, karena sedikit saja kesalahan bisa membuat tubuh berubah menjadi batu. Meski begitu, Naruto berhasil menguasainya dengan sempurna.