Bitcoin Halving 2024: Harga Tembus Rp 1 Miliar? Ini Strategi CEO Recursive Capital
- Istimewa
Gadget - Bitcoin adalah peristiwa penting yang akan terjadi pada bulan Mei 2024. Peristiwa ini akan mengurangi imbalan yang diberikan kepada penambang Bitcoin dari saat ini 6,25 Bitcoin per block menjadi 3,125 Bitcoin per block.
Halving Bitcoin memiliki dampak signifikan terhadap harga Bitcoin. Hal ini karena halving mengurangi pasokan Bitcoin yang beredar, sehingga meningkatkan permintaan dan menyebabkan harga Bitcoin naik.
CEO Recursive Capital, Michael Khalin, memprediksi bahwa harga Bitcoin akan mencapai Rp 1 miliar pada tahun 2024 setelah halving.
Khalin mengatakan bahwa prediksi ini didasarkan pada beberapa faktor, termasuk:
- adopsi-adopsi-Adopsi Bitcoin yang semakin meningkat. Semakin banyak orang yang mengadopsi Bitcoin sebagai aset investasi atau alat pembayaran.
- Regulasi yang semakin kondusif bagi Bitcoin. Beberapa negara telah mulai mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang legal, dan beberapa negara lainnya sedang mempertimbangkan untuk melakukannya.
- Halving Bitcoin yang akan datang. Khalin mengatakan bahwa halving Bitcoin akan menjadi katalis bagi kenaikan harga Bitcoin.
Untuk berinvestasi di Bitcoin, Khalin merekomendasikan penyimpanan sendiri atau menggunakan wali amanat yang terpercaya.
Khalin juga menyarankan bahwa Dollar-Cost Averaging (DCA) mungkin bukan strategi paling efektif dalam pasar bullish saat ini, khususnya menjelang halving Bitcoin.
Strategi Investasi Bitcoin di Masa Menjelang Halving
Berikut adalah beberapa strategi investasi Bitcoin yang dapat dipertimbangkan di masa menjelang halving:
- Investasikan secara bertahap. Dollar-Cost Averaging (DCA) adalah strategi investasi yang dapat membantu mengurangi risiko volatilitas harga.
- Pertimbangkan untuk diversifikasikan portofolio Anda. Bitcoin adalah aset yang berisiko tinggi, sehingga penting untuk diversifikasikan portofolio Anda dengan aset lain.
- Lakukan riset Anda sendiri. Sebelum berinvestasi di Bitcoin, penting untuk melakukan riset Anda sendiri dan memahami risiko yang terlibat.
Namun, Khalin juga memperingatkan tentang kondisi ekonomi AS saat ini yang cenderung tidak stabil, termasuk tingkat bunga tinggi yang masih terhitung tinggi.
Kondisi ini bisa mempengaruhi aset seperti Bitcoin mungkin tidak menghasilkan return yang signifikan.
Secara historis, harga Bitcoin memang telah melonjak selama periode halving. Khalin mendasarkan analisisnya pada grafik “Hipotesis Bottom yang Meningkat”, yang menunjukkan peningkatan terus menerus dalam harga terendah sepanjang masa dari Bitcoin di setiap siklus halving, tidak pernah kembali ke terendah dari siklus sebelumnya.