Mobil Ramah Lingkungan: Perbandingan Mobil Hidrogen dan Mobil Listrik

Mobil Hidrogen vs Mobil Listrik
Sumber :
  • lifehack

Perkembangan kendaraan ramah lingkungan semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah dorongan global untuk mengurangi emisi karbon, dua teknologi kendaraan yang paling sering dibandingkan adalah mobil hidrogen dan mobil listrik. Keduanya sama-sama menawarkan solusi bebas emisi saat digunakan. Namun, di balik tujuan yang sama, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami sebelum menentukan pilihan.

Jalanan Kembali Padat, Simak Tips Aman Berkendara Setelah Tahun Baru

Pertama, mari memahami pengertian masing-masing kendaraan. Mobil hidrogen adalah kendaraan yang menggunakan teknologi fuel cell untuk mengubah gas hidrogen menjadi energi listrik. Energi inilah yang kemudian menggerakkan motor listrik. Menariknya, proses ini hanya menghasilkan uap air sebagai emisi, sehingga sering disebut sangat ramah lingkungan. Sementara itu, mobil listrik atau battery electric vehicle menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber energi. Baterai tersebut diisi ulang menggunakan listrik dari sumber eksternal dan langsung menyuplai tenaga ke motor penggerak.

Selanjutnya, perbedaan paling mendasar terlihat dari prinsip kerjanya. Mobil hidrogen membutuhkan hidrogen sebagai bahan bakar utama yang bereaksi dengan oksigen di dalam fuel cell untuk menghasilkan listrik. Sebaliknya, mobil listrik menyimpan energi langsung di dalam baterai tanpa proses kimia tambahan saat kendaraan digunakan. Dari sisi emisi, keduanya sama-sama tidak menghasilkan gas buang berbahaya ketika dikendarai.

Nostalgia Team 7 hingga Boruto Part 2, Inilah Agenda Naruto 2026

Dari segi dampak lingkungan, kedua teknologi ini memiliki keunggulan masing-masing. Mobil hidrogen hanya mengeluarkan uap air, tetapi perlu dicatat bahwa proses produksi hidrogen sangat menentukan seberapa ramah lingkungan kendaraan ini secara keseluruhan. Hidrogen hijau yang dihasilkan dari energi terbarukan jauh lebih bersih dibandingkan hidrogen berbasis gas alam yang masih menyumbang emisi karbon. Sementara itu, mobil listrik juga tidak menghasilkan emisi saat digunakan. Namun, jejak karbonnya bergantung pada sumber listrik yang digunakan, apakah berasal dari energi terbarukan atau pembangkit berbahan bakar fosil.

Kemudian, jika berbicara soal efisiensi energi, mobil listrik umumnya lebih unggul. Energi listrik dari jaringan langsung disimpan di baterai dan digunakan untuk menggerakkan kendaraan dengan kehilangan energi yang relatif kecil. Sebaliknya, mobil hidrogen harus melalui beberapa tahapan konversi energi, mulai dari produksi hidrogen hingga perubahan menjadi listrik di dalam fuel cell. Akibatnya, efisiensi total mobil hidrogen cenderung lebih rendah.

Halaman Selanjutnya
img_title
Mobil Listrik Rp200 Jutaan 2026, Ini 3 Pilihan EV dengan Performa Maksimal