Agibot Humanoid: 5.000 Unit Terkirim, Interaksi Alami di CES 2026
- Istimewa
Robot itu segera membalas dengan "halo" yang ramah. Selanjutnya, robot melontarkan pujian yang spontan. Robot merujuk pada rekan kami sebagai "wanita berbaju biru." Pengenalan ini terjadi seketika tanpa jeda terlihat, tanpa ekspresi beku, dan tanpa gangguan audio yang mengganggu.
Wajah Digital dan Bahasa Tubuh yang Ekspresif
Wajah digital A2 sangat membantu menjadikan momen tersebut terasa mudah didekati. Robot ini tidak menggunakan sekumpulan fitur kartun yang kaku. Sebaliknya, layar wajahnya bergeser melalui berbagai mode visual seiring berjalannya interaksi.
Kadang-kadang, wajah menampilkan wajah bergaya sederhana yang menunjukkan fokus perhatiannya. Pada saat lain, ia beralih ke animasi hati yang mengalir atau grafik emoji yang menyenangkan. Perubahan visual ini bertindak sebagai sinyal langsung bahwa robot sedang mendengarkan, memproses, atau merespons. Proses ini menciptakan ritme emosional yang menarik perhatian orang.
Interaksi kedua menekankan betapa sadarnya robot terhadap apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Ketika saya berdiri di depan A2 untuk mengambil foto, robot itu mencatat tindakan saya. Robot mengakui bahwa saya sedang memotret secara santai. Robot tidak menunggu perintah suara atau gerakan prasetel. Ia segera memasukkan konteks kecil itu ke dalam responsnya.
Dampak Besar dari Detail Kecil
Kemampuan robot untuk melihat sweter biru atau mengenali ponsel yang diangkat bukanlah hal yang mengejutkan. Hal yang luar biasa adalah seluruh pertukaran berjalan pada kecepatan manusia normal. Tidak ada jeda panjang saat sistem mencoba mengejar. Tidak ada staf yang melangkah masuk untuk mengatur ulang segalanya.
Percakapan dan gerak tubuh bergerak maju dengan waktu yang Anda harapkan dari pemandu pameran. Kemudahan interaksi ini sulit dipalsukan. Ini mengisyaratkan tingginya tingkat rekayasa yang diperlukan. Agibot Humanoid berhasil menjaga sinkronisasi antara persepsi, ucapan, dan gerakan di bawah tekanan lingkungan nyata. Riwayat penyebaran Agibot yang luas membantu menjelaskan mengapa detail-detail tersebut terasa sangat halus dan terpoles. Robot-robot mereka kini siap bertugas di resepsionis, industri manufaktur, hingga penyortiran logistik.