realme 16 Pro: Naoto Fukasawa Ubah Gadget Jadi Karya Seni

realme 16 Pro: Naoto Fukasawa Ubah Gadget Jadi Karya Seni
Sumber :
  • Istimewa

Stop Lag! Cara Membersihkan Cache Android dan Mengapa Penting
  • realme 16 Pro menandai kolaborasi kelima antara realme dan desainer industrial ternama, Naoto Fukasawa.
  • Tema "Urban Wild Design" menggabungkan material bio-based bertekstur lembut dengan elemen metalik yang sangat mengkilap.
  • Fukasawa meyakini bahwa smartphone telah mencapai 'ukuran optimal' dan kini berevolusi dari sekadar alat efisien menjadi objek emosional yang mirip perhiasan.
  • Desain ini bertujuan menciptakan kesan "kemewahan senyap" yang mudah diakses oleh audiens muda.

Modder Ciptakan PS4 Portable Sejati dengan Layar OLED 7 Inci

Kolaborasi kelima antara realme dan desainer legendaris, Naoto Fukasawa, baru saja melahirkan realme 16 Pro Master Edition. Edisi Master ini secara signifikan mengubah perspektif kita terhadap perangkat keras. Fukasawa, yang dikenal piawai mendefinisikan kembali objek sehari-hari, kali ini memperkenalkan tema "Urban Wild Design" untuk realme 16 Pro. Ia mendefinisikan smartphone ini sebagai perpaduan antara kerikil, ladang gandum, dan perhiasan yang mewah.

Kami berhasil mewawancarai Naoto Fukasawa di Tokyo untuk mendalami pemikirannya. Dia menjelaskan mengapa smartphone modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai gadget. Sebaliknya, perangkat genggam ini kini bergerak menuju status objek yang memiliki koneksi emosional mendalam bagi penggunanya. Pandangan ini menunjukkan pergeseran paradigma desain industri.

Cara Ajaib Restart Android Tanpa Tombol Power: Kinerja Ponsel Auto Ngebut!

Membongkar Filosofi 'Urban Wild Design' realme 16 Pro

Filosofi desain Edisi Master realme selalu berakar pada metafora konkret. Sebelumnya, Fukasawa pernah menggunakan inspirasi dari bawang, bawang putih, beton, batu bata, hingga koper perjalanan. Namun, tema "Urban Wild Design" terasa berbeda dan jauh lebih puitis.

Desain baru realme 16 Pro ini menekankan tekstur dan sentuhan. Bagian belakang ponsel menggunakan material berbasis bio yang memberikan sentuhan lembut, kontras dengan modul kamera dan bingkai yang dipoles seperti cermin. Perpaduan ini menghilangkan kesan gadget biasa. Fukasawa ingin perangkat ini terasa lebih organik dan personal saat digenggam.

Dari Alat Efisien Menuju Partner Emosional

Fukasawa memiliki pandangan yang sangat konkret mengenai evolusi smartphone. Ia adalah desainer yang merancang furnitur dan berbagai benda sehari-hari, dan kini ia menempatkan smartphone dalam konteks yang unik. Menurutnya, ponsel telah berhenti menyusut ketika mencapai titik terkecil yang masih nyaman digunakan manusia.

Titik tersebut, yang disebutnya "ukuran optimal," adalah dimensi di mana fungsi dan ergonomi bertemu sempurna. Begitu ukurannya ditetapkan, smartphone berhenti menjadi sekadar alat. Karena kita selalu membawanya, perangkat ini terintegrasi sepenuhnya dalam kehidupan sehari-hari kita.

Mengapa Variasi Produk Menjadi Beban?

Desainer Naoto Fukasawa mengamati perubahan dramatis dalam dinamika pasar selama beberapa tahun terakhir. Ia mencatat bahwa industri dulunya berorientasi pada penggandaan variasi produk sebagai cara untuk meningkatkan penjualan. Namun, pendekatan ini kini menghasilkan kelebihan pilihan.

"Orang dulu percaya semakin banyak pilihan, semakin bahagia mereka," ujar Fukasawa. "Sekarang, begitu banyak pilihan telah membuat hidup terasa membanjiri, bahkan sedikit menyakitkan."

Oleh karena itu, langkah desain selanjutnya bukan lagi menawarkan opsi lain, melainkan menghadirkan objek yang paling sesuai. Jika desainer mencapai "optimum" sejati, kebutuhan akan variasi tanpa akhir akan berkurang drastis. Fukasawa percaya smartphone sudah mendekati arketipe akhirnya.

Peran Karakter Merek dalam Konvergensi Hardware

Saat fungsi dasar dan bentuk telah stabil, perbedaan antar smartphone tidak lagi ditentukan oleh spesifikasi internal. Kini, ekspresi eksternal menjadi penentu utama. Di sinilah kolaborasi desain dan karakter merek memainkan peran krusial.

realme, sebagai merek muda, memiliki identitas yang erat dengan generasi muda. Karakter inilah yang menarik Fukasawa ketika ia memulai kolaborasi pada tahun 2019. Karena kemampuan hardware pada dasarnya telah konvergen di semua merek besar, penampilan, nuansa, dan sentuhan perangkat menjadi lebih penting.

Strategi Kemewahan Senyap untuk Generasi Muda

Melalui seri realme 16 Pro, Fukasawa mengeksplorasi konsep yang ia anggap langka: kemewahan senyap (quiet luxury) yang ditujukan untuk audiens muda. Biasanya, kaum muda diasumsikan puas dengan desain yang terkesan sementara atau murah. Fukasawa menolak anggapan tersebut.

Dia ingin menawarkan sesuatu yang lebih halus dan berkelas tanpa menghilangkan aksesibilitas. Desain ini secara implisit menantang pasar. Desain yang tenang, bijaksana, dan sedikit mewah bagi mereka yang baru memulai karir. Ini adalah desain yang menawarkan kualitas tanpa harus berteriak melalui logo atau warna mencolok.

Proyeksi Desain Masa Depan: Mencari Arketipe Akhir

Smartphone telah bertransformasi total. Perangkat ini tidak lagi sekadar instrumen, tetapi menjadi "partner" yang kita kaitkan secara emosional dan fungsional. Fukasawa memproyeksikan bahwa perubahan ini akan terus berlanjut. Pekerjaan desain yang sesungguhnya sekarang terletak pada bagaimana perangkat ini terasa di tangan dan bagaimana ia hidup bersama kita setiap hari.

Desain Naoto Fukasawa untuk realme 16 Pro mencontohkan evolusi ini. Ia mengambil benda yang sangat teknis dan memberinya jiwa, menjadikannya benda yang suatu hari nanti mungkin kita temukan bukan di toko elektronik, melainkan di butik perhiasan, dihargai karena observasi puitisnya, bukan hanya performanya. Ini adalah masa depan di mana estetika mengalahkan spesifikasi.