Viral Bayar Kuliah Pakai Pinjol, Antara Solusi dan Risiko

Viral Bayar Kuliah Pakai Pinjol, Antara Solusi dan Risiko
Sumber :
  • gtejmedia

Gadget – Masih di awal tahun 2024, media sosial diramaikan dengan kabar bahwa Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan platform pinjaman online (pinjol) Danacita untuk mendukung proses pembayaran uang kuliah mahasiswanya.

Apple Card Resmi Pindah ke Chase; Adopsi iOS 26 Stagnan

Kabar ini sontak menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Di satu sisi, kerja sama ini dinilai sebagai solusi bagi mahasiswa yang kesulitan membayar uang kuliah secara tunai.

Ancaman Deepfake AI Meningkat Drastis: Waspada Kejahatan Siber

Danacita menawarkan program cicilan 6 atau 12 bulan dengan bunga mulai dari 1,25% per bulan dan biaya persetujuan 3 persen. 

Hal ini tentu dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang tidak memiliki cukup dana untuk membayar uang kuliah sekaligus.

Waspada! 6 Bank Ditutup OJK Tahun Ini—Apakah Bank Anda Termasuk?

Di sisi lain, kerja sama ini juga menuai kritik dari berbagai pihak.

Banyak yang menilai bahwa kerja sama ini dapat menjerumuskan mahasiswa ke dalam jeratan utang. 

Hal ini dikarenakan biaya layanan Danacita yang cukup tinggi.

Selain itu, kerja sama ini juga dinilai dapat merusak citra ITB sebagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turut memberikan tanggapan atas polemik ini.

OJK menyatakan bahwa bunga pinjaman Danacita telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun, OJK juga mengingatkan mahasiswa untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum mengajukan pinjaman ke Danacita.

Persoalan Akses Pendidikan atau Persoalan Finansial?

Polemik ini menjadi pemantik untuk mempertanyakan kembali persoalan akses pendidikan di Indonesia.

Apakah persoalan ini semata-mata disebabkan oleh persoalan finansial, atau ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan?

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2022, rata-rata biaya pendidikan di Indonesia mencapai Rp4,2 juta per semester.

Biaya ini tentu tidak sedikit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.

Selain itu, biaya pendidikan juga cenderung terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini tentu dapat menjadi beban tersendiri bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Oleh karena itu, kerja sama ITB dengan Danacita dapat dilihat sebagai upaya untuk mengatasi persoalan akses pendidikan yang disebabkan oleh persoalan finansial.

Namun, perlu diingat bahwa persoalan akses pendidikan tidak hanya disebabkan oleh persoalan finansial.

Halaman Selanjutnya
img_title