Tak Hanya Online, Paylater Juga Marak Digunakan Saat Belanja Offline

Ilustrasi Paylater
Sumber :
  • Unsplash.com

Di sisi lain, transaksi Paylater online tetap didominasi oleh kota di tier 1, dengan kontribusi sebesar 50,5% terhadap total transaksi di seluruh kota tier 1, 2, dan 3. Penggunaan Paylater di merchant online merata sepanjang tahun, dengan persentase antara 22,9% hingga 26,7% per kuartal, didorong oleh promo e-commerce pada setiap tanggal kembar. Sepuluh tanggal transaksi online tertinggi terjadi pada tanggal kembar, dengan puncak tertinggi pada 12 Desember, mencatat jumlah transaksi online 2,11 kali lebih tinggi dari rata-rata harian.

Daftar Paylater Bunga Rendah 2025, Aman dan Terpercaya untuk Cicilan Mudah

Laporan Perilaku Pengguna Paylater Indonesia 2024 juga menunjukkan peningkatan penggunaan Paylater pada pembelian 6 dari 13 kategori produk, seperti makanan (dari 16,6% pada 2022 menjadi 17,6% pada 2023), kesehatan dan kecantikan (dari 14,4% pada 2022 menjadi 15,8% pada 2023), serta peralatan kantor dan alat tulis (dari 3,1% pada 2022 menjadi 4,2% pada 2023). Peningkatan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari ini sejalan dengan tingginya tingkat kepuasan konsumen, yang pada 2024 mencapai 8,18 dari 10, meningkat dari 7,96 pada tahun sebelumnya. Skor tertinggi diperoleh dari pengalaman bertransaksi, mencapai 8,76 dari 10.

Temuan penting lain dalam laporan ini adalah peningkatan pengguna berusia lebih tua di luar segmentasi Gen Z dan Milenial. Proporsi jumlah pengguna berusia 36 tahun ke atas tumbuh dari 27,8% pada 2022 menjadi 29,6% pada 2023. Dari segi transaksi, proporsi jumlah transaksi dari rentang usia ini juga meningkat dari 31% pada 2022 menjadi 31,9% pada 2023.

Grab dan GoTo Merger? Pasar Transportasi dan E-Commerce Bisa Berubah Total!

Menanggapi hal ini, Direktur Ekonomi Digital CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Nailul Huda, yang turut serta dalam peluncuran laporan ini, mengatakan, “Rentang pengguna yang lebih beragam menunjukkan bahwa Paylater di merchant offline diterima baik oleh kelompok usia yang cenderung lebih lambat mengadopsi belanja online dan lebih nyaman dengan belanja offline. Tren ini menunjukkan bahwa kehadiran Paylater di merchant offline efektif memperluas demografi pengguna. Fenomena ini menjadi potensi besar bagi industri Paylater untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam membuka akses keuangan bagi masyarakat serta mengakselerasi digitalisasi transaksi. Penetrasi masif ke kota tier 2 dan tier 3 akan membuat pertumbuhan pengguna Paylater meningkat signifikan dalam waktu mendatang.”