Bocoran PS6 Handheld: Sony Siapkan Game untuk Perangkat Daya Rendah

Bocoran PS6 Handheld: Sony Siapkan Game untuk Perangkat Daya Rendah
Sumber :
  • Gizmochina

Gadget – Dunia gaming kembali dihebohkan dengan bocoran terbaru seputar PlayStation 6 (PS6). Kali ini, bukan soal spesifikasi konsol rumahan melainkan indikasi kuat bahwa Sony sedang mengembangkan versi handheld dari PS6, dirancang khusus untuk pengalaman bermain portabel dengan konsumsi daya lebih rendah.

Sony Siap Saingi Switch & Steam Deck dengan PS6 Portable!

Informasi ini berasal dari YouTuber ternama di bidang teknologi, Moore’s Law Is Dead (MLID), yang mengungkap bahwa Sony kini secara aktif mendorong studio pengembang game untuk mengoptimalkan judul mereka pada konfigurasi perangkat keras yang lebih terbatas terutama dalam hal CPU dan daya pemrosesan.

Langkah ini bukan sekadar antisipasi masa depan, melainkan strategi konkret yang menunjukkan Sony tengah membangun ekosistem ganda untuk PS6: satu versi konsol rumahan berperforma tinggi, dan satu lagi konsol genggam berdaya rendah yang tetap kompatibel dengan game yang sama.

Fitur Cloud Streaming Bikin PlayStation Portal Naik Kelas, Layak Dibeli di 2025?

Artikel ini mengupas bukti teknis di balik bocoran tersebut, implikasi bagi developer dan pemain, serta bagaimana ini mencerminkan pergeseran besar dalam strategi Sony menghadapi masa depan gaming.

Sony Dorong Developer Batasi Penggunaan CPU: Sinyal Kuat Menuju PS6 Handheld

ROG Xbox Ally X Resmi Rilis di Indonesia, Kolaborasi Asus dan Microsoft yang Bikin Gamer Penasaran

Menurut laporan MLID, Sony kini secara eksplisit meminta studio game untuk memastikan judul mereka berjalan optimal pada sistem dengan hanya delapan thread CPU. Angka ini jauh lebih rendah dibanding kapasitas penuh PS5 (yang menggunakan CPU 8-core/16-thread berbasis Zen 2), dan bahkan lebih ketat dari ekspektasi untuk PS6 rumahan.

Dokumen internal yang dikutip menyatakan:

“Games may run in environments with different CPU configurations.”

Kalimat ini secara langsung mengisyaratkan bahwa Sony sedang membangun ekosistem multi-platform untuk PS6, di mana satu game harus bisa berjalan lancar meski dengan penyesuaian kualitas pada perangkat dengan spesifikasi berbeda.

Spesifikasi yang Bocor: CPU Zen 6c dengan 4 Core untuk Gaming

Salah satu detail teknis paling menarik dari bocoran ini adalah konfigurasi CPU yang direncanakan untuk PS6 handheld:

  • 4 core Zen 6c → menghasilkan 8 thread untuk tugas gaming
  • 2 core tambahan berdaya rendah → digunakan untuk proses latar belakang (seperti sistem operasi, jaringan, notifikasi)

Zen 6c sendiri merupakan varian core kecil (little cores) dari arsitektur Zen 6 AMD, yang dirancang untuk efisiensi daya tinggi mirip dengan desain big.LITTLE di chip mobile ARM. Pendekatan ini memungkinkan perangkat menjalankan game dengan performa cukup baik, sambil mempertahankan masa pakai baterai yang layak.

Sebagai perbandingan, PS6 rumahan diperkirakan akan menggunakan CPU berbasis Zen 6 full-core dengan 8 core atau lebih, serta GPU berbasis arsitektur RDNA 4 atau setara jauh lebih bertenaga.

Kaitan dengan Fitur Baru di PS5: Power Saver Mode Jadi Prioritas

Yang menarik, strategi ini bukan muncul tiba-tiba. Sony telah meletakkan fondasinya sejak beberapa bulan lalu melalui pembaruan pada PS5 Software Development Kit (SDK).

Kini, Power Saver Mode dan Low Power Mode telah menjadi bagian bawaan SDK dan menurut MLID, pengoptimalan untuk mode hemat daya ini kini lebih diprioritaskan daripada penyesuaian khusus untuk PS5 Pro (yang kabarnya akan dirilis akhir 2025).

Ini menunjukkan bahwa Sony tidak hanya memikirkan backward compatibility, tapi juga menyiapkan jalur migrasi yang mulus dari PS5 ke PS6 terutama dalam konteks efisiensi energi dan skalabilitas performa.

Mengapa Sony Butuh PS6 Handheld?

Dorongan Sony untuk masuk ke pasar konsol genggam bukan tanpa alasan. Beberapa faktor strategis yang mendorong langkah ini:

1. Persaingan dengan Nintendo Switch dan Steam Deck
Meski Switch mulai menua, ia tetap mendominasi pasar konsol portabel. Sementara Steam Deck, ROG Ally, dan Lenovo Legion Go membuktikan ada permintaan besar untuk perangkat gaming PC-portabel berperforma tinggi. Sony yang selama ini absen di segmen ini berisiko kehilangan generasi pemain mobile.

2. Ekspansi Ekosistem PlayStation
Dengan PS6 handheld, Sony bisa menawarkan pengalaman gaming seamless: main di TV dengan PS6 rumahan, lalu lanjutkan di perjalanan dengan versi handheld mirip strategi Microsoft dengan cloud gaming, tapi dalam bentuk perangkat fisik.

3. Fleksibilitas bagi Developer
Dengan satu basis kode dan panduan skalabilitas yang jelas, developer bisa merilis game yang secara otomatis menyesuaikan kualitas grafis dan performa tergantung perangkat mirip pendekatan Apple dengan iPhone dan iPad.

Tantangan Besar: Baterai, Performa, dan Harga

Meski rencananya ambisius, Sony menghadapi tantangan signifikan:

  • Masa pakai baterai: Menjalankan game AAA modern di chip Zen 6c tetap akan menguras baterai dalam hitungan jam.
  • Thermal management: Mendinginkan CPU/GPU di bodi kecil tanpa suara bising adalah tantangan desain.
  • Harga jual: Jika PS6 handheld dibanderol terlalu tinggi (misal di atas $500), ia akan kesulitan bersaing dengan Steam Deck OLED (~$550) atau bahkan Switch 2 yang diperkirakan lebih murah.

Namun, jika Sony berhasil menyeimbangkan performa, daya tahan, dan harga, PS6 handheld bisa menjadi terobosan besar mirip peluncuran PSP di era 2000-an.

Kapan PS6 Handheld Dirilis?

Sony belum memberikan pernyataan resmi tentang PS6 baik versi rumahan maupun handheld. Namun, berdasarkan siklus rilis historis (PS4: 2013, PS5: 2020), PS6 diperkirakan hadir antara 2027–2028.

Jika bocoran ini akurat, pengembangan perangkat keras dan SDK telah dimulai sejak 2024–2025, yang konsisten dengan siklus pengembangan game AAA yang memakan waktu 3–5 tahun.

Artinya, PS6 handheld kemungkinan besar akan dirilis bersamaan atau tak lama setelah PS6 rumahan, bukan sebagai tambahan belakangan.

Reaksi Komunitas dan Analis Industri

Komunitas gamer menyambut bocoran ini dengan campuran antusiasme dan skeptisisme. Banyak yang berharap Sony akhirnya masuk ke pasar handheld, tetapi khawatir PS6 handheld akan menjadi “PSVita jilid dua” perangkat canggih yang gagal karena ekosistem dan harga.

Sementara itu, analis industri melihat langkah ini sebagai respons alami terhadap tren hybrid gaming. “Sony tidak bisa mengabaikan fakta bahwa pemain ingin bermain di mana saja,” kata seorang analis dari firma teknologi Niko Partners. “PS6 handheld bukan lagi pilihan tapi keharusan.”

Kesimpulan: Era Baru PlayStation Dimulai dari Saku Anda

Bocoran tentang PS6 handheld bukan sekadar rumor spekulatif ia didukung oleh perubahan nyata dalam SDK, panduan developer, dan strategi pengembangan Sony. Dengan mendorong optimasi untuk CPU 8-thread dan mode hemat daya, Sony secara diam-diam membangun fondasi untuk masa depan gaming portabel yang terintegrasi penuh dengan ekosistem PlayStation.

Jika sukses, PS6 handheld bisa menjadi jembatan antara konsol rumahan dan mobile gaming, menawarkan pengalaman yang tak tertandingi dalam hal kesinambungan dan kualitas. Namun, jika gagal mengatasi tantangan baterai, harga, dan ekosistem, ia berisiko menjadi langkah mundur yang mahal.

Yang pasti, Sony tak lagi hanya berpikir tentang ruang tamu tapi juga kereta, pesawat, dan taman kota. Dan itu adalah perubahan besar yang patut dinantikan.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget