Paten Sony: Kontroler PlayStation Layar Sentuh yang Revolusioner
- Google Patents
- Paten terbaru Sony menunjukkan pengembangan Kontroler PlayStation Layar Sentuh penuh.
- Pengguna kini dapat memindahkan, mengubah ukuran, bahkan menonaktifkan tombol virtual (D-pad dan tombol wajah) secara bebas di permukaan sentuh.
- Inovasi ini menekankan pada kenyamanan, ergonomi, dan aksesibilitas yang lebih luas bagi pemain.
Sony mengejutkan dunia gaming dengan Paten Sony Controller terbaru mereka. Dokumen ini mendeskripsikan sebuah Kontroler PlayStation Layar Sentuh revolusioner yang dapat diatur ulang sepenuhnya oleh pemain. Desain ini menghilangkan sebagian besar input fisik tradisional pada bagian atas kontroler. Sebagai gantinya, pemain mendapatkan permukaan sentuh besar. Tujuannya adalah menciptakan Kontroler PlayStation Layar Sentuh yang benar-benar menyesuaikan diri dengan kebutuhan unik setiap pengguna.
Tata Letak Tombol yang Dapat Disesuaikan Penuh
Konsep inti dari paten ini berpusat pada fleksibilitas total. Alih-alih terikat pada posisi D-pad dan kluster tombol wajah yang tetap, pengguna bisa menempatkan zona sentuh tepat di lokasi ibu jari mereka mendarat. Tentu saja, Anda juga dapat mengubah ukuran zona tersebut.
Fitur ini menawarkan adaptabilitas luar biasa dari satu genre game ke genre lainnya. Misalnya, game balap mungkin hanya memerlukan zona stik yang lebih besar. Sebaliknya, game puzzle sederhana dapat dijalankan hanya dengan beberapa target sentuh yang lebih besar dan mudah diakses.
Memaksimalkan Ergonomi dan Aksesibilitas
Deskripsi paten secara eksplisit menghubungkan fleksibilitas ini dengan kenyamanan dan aksesibilitas. Paten Sony Controller ini menyediakan opsi untuk membalik susunan tombol. Pemain yang lebih nyaman menggunakan D-pad di sisi kanan sekarang dapat melakukannya.
Ini menjawab masalah ergonomi yang sering dialami pemain saat harus menyesuaikan diri dengan tata letak standar. Selain itu, Anda bisa menonaktifkan input yang tidak diperlukan. Konsep ini menunjukkan bahwa Sony serius mengeksplorasi tata letak yang sangat dapat disesuaikan, jauh melampaui desain DualSense standar hari ini.
Akurasi dan Sensor Optik: Tantangan Input Sentuh
Kontroler yang mengandalkan input sentuh sering dipertanyakan akurasinya. Paten ini mencoba mengatasi kekhawatiran tersebut secara langsung. Kontroler ini mendukung berbagai isyarat sentuhan. Ini termasuk ketukan (taps), gesekan (swipes), cubitan (pinches), dan gerakan seperti joystick yang dilakukan di permukaan sentuh.