Isu Penghentian SSD SATA Bikin Heboh, Ini Jawaban Resmi Samsung
- sammobile
Gadget – Kabar mengejutkan sempat mengguncang komunitas teknologi pekan ini: Samsung dikabarkan akan menghentikan produksi SSD berbasis antarmuka SATA. Isu ini langsung memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan pengguna PC lawas, pembangun sistem budget, dan bisnis kecil yang masih sangat bergantung pada solusi penyimpanan andal namun terjangkau ini.
Namun, dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada akhir Oktober 2025, Samsung membantah keras rumor tersebut. Seorang juru bicara perusahaan menegaskan:
“Isu tentang penghentian SSD SATA atau SSD lainnya oleh Samsung adalah tidak benar.”
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi jutaan pengguna di seluruh dunia yang mengandalkan SSD SATA sebagai tulang punggung peningkatan performa komputer mereka tanpa harus mengganti seluruh sistem.
Artikel ini mengupas asal-usul rumor, peran penting SSD SATA di pasar saat ini, perbandingan dengan NVMe, dampak potensial jika produksi benar-benar dihentikan, serta prospek jangka panjang segmen ini di tengah gejolak pasar memori global.
Awal Mula Isu: Video YouTube yang Bikin Heboh
Rumor penghentian SSD SATA berasal dari saluran YouTube populer “Moore’s Law Is Dead”, yang melaporkan bahwa Samsung berencana menghentikan produksi SSD SATA untuk konsumen dalam waktu dekat. Laporan ini muncul hanya beberapa hari setelah Micron mengumumkan keluar dari bisnis SSD konsumen secara keseluruhan, memperkuat kekhawatiran bahwa tren serupa akan menyebar ke raksasa memori lainnya.
Akibatnya, forum teknologi, grup Facebook, dan media sosial dipenuhi pertanyaan:
“Apakah SSD SATA akan langka?”
“Haruskah saya borong stok sekarang?”
“Bagaimana nasib PC lama saya?”
Kehebohan ini wajar. SSD SATA memang bukan teknologi tercepat, tapi perannya dalam ekosistem komputasi global masih sangat vital.
Mengapa SSD SATA Masih Penting di Tahun 2025?
Meski NVMe telah menjadi standar baru untuk kecepatan, SSD SATA tetap relevan karena tiga alasan utama:
1. Kompatibilitas Luas dengan Perangkat Lama
Sebagian besar laptop dan desktop yang diproduksi antara 2010 hingga 2020 hanya memiliki slot SATA bukan M.2 NVMe. Mengganti HDD lama dengan SSD SATA bisa meningkatkan kecepatan sistem hingga 5x lipat, dengan biaya sangat terjangkau.
2. Harga Lebih Terjangkau
SSD SATA 1TB saat ini dijual sekitar Rp800 ribu–Rp1,2 juta, sementara NVMe setara harganya bisa 30–50% lebih mahal. Bagi pelajar, UMKM, atau negara berkembang, selisih ini sangat signifikan.
3. Cukup untuk Kebutuhan Sehari-hari
Tidak semua pengguna butuh kecepatan 7.000 MB/s NVMe. Untuk menjelajah web, mengetik dokumen, menonton video, atau menyimpan arsip, kecepatan SATA (~550 MB/s) lebih dari cukup. Bahkan, banyak kasus penggunaan seperti bulk storage, backup, atau server ringan justru lebih efisien dengan SSD SATA berkapasitas besar.
Apa yang Akan Terjadi Jika Samsung Benar-Benar Hentikan SSD SATA?
Jika rumor itu benar, dampaknya akan sangat luas:
- Kelangkaan pasokan: Samsung adalah salah satu produsen SSD SATA terbesar di dunia.
- Kenaikan harga drastis: Permintaan tetap, pasokan turun = harga melonjak.
- Kesulitan upgrade PC lama: Jutaan pengguna terjebak dengan HDD lambat.
- Peningkatan limbah elektronik: PC lama dibuang lebih cepat karena tidak bisa di-upgrade.
Untungnya, itu hanyalah skenario hipotetis karena Samsung telah menyangkalnya secara eksplisit.
Tekanan Pasar yang Masih Ada: AI dan Kenaikan Harga SSD
Meski SSD SATA tidak akan dihentikan, tantangan lain masih menghantui pasar penyimpanan.
Lonjakan permintaan untuk chip memori kelas tinggi untuk AI, data center, dan server telah menyebabkan kendala pasokan di seluruh rantai industri. Akibatnya, harga SSD baik SATA maupun NVMe diperkirakan akan naik dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, ini adalah faktor makroekonomi, bukan keputusan strategis Samsung untuk meninggalkan segmen tertentu. Artinya, SSD SATA tetap akan tersedia, meski mungkin dengan harga sedikit lebih tinggi.
Posisi Samsung dalam Ekosistem Penyimpanan Global
Samsung bukan hanya pemain ia adalah pemimpin pasar SSD global. Perusahaan ini memproduksi NAND flash, controller, dan firmware secara vertikal, memberinya kontrol penuh atas kualitas dan biaya.
Dengan portofolio lengkap mulai dari SSD SATA 870 EVO, NVMe 990 PRO, hingga SSD untuk enterprise dan mobile Samsung memahami bahwa tidak semua pengguna butuh teknologi terdepan.
Seperti yang dikatakan oleh analis industri:
“Menghentikan SSD SATA sekarang sama saja dengan meninggalkan 40% pasar konsumen global.”
Kesimpulan: SSD SATA Masih Aman, Setidaknya untuk Saat Ini
Samsung telah memberikan kepastian yang dibutuhkan pasar: SSD SATA tidak akan dihentikan dalam waktu dekat. Ini adalah kabar baik bagi jutaan pengguna yang mengandalkan solusi penyimpanan andal, kompatibel, dan terjangkau ini.
Namun, konsumen tetap perlu waspada terhadap potensi kenaikan harga akibat tekanan pasokan global. Jika Anda berencana melakukan upgrade, melakukannya dalam beberapa bulan ke depan mungkin lebih bijak sebelum harga benar-benar naik.
Yang pasti, SSD SATA masih punya masa depan setidaknya selama masih ada PC lama yang perlu diberi kehidupan baru. Dan selama itu pula, Samsung tampaknya akan terus mendukungnya.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |