Flagship Tanpa Snapdragon Masih Oke? Ini Perbandingan Snapdragon vs Dimensity 2025!
- Snapdragon
Gadget – Selama bertahun-tahun, membeli smartphone flagship Android hampir selalu berarti mendapatkan chipset Snapdragon. Qualcomm mendominasi segmen premium dengan performa konsisten, optimisasi gaming, dan dukungan ekosistem yang matang. Tapi di 2025, lanskap itu berubah secara fundamental.
Kini, chipset MediaTek Dimensity 9500 muncul di ponsel premium dari OnePlus, Xiaomi, vivo, dan OPPO bahkan menggantikan Snapdragon di beberapa model utama. Pertanyaannya pun muncul: Apakah smartphone flagship tanpa Snapdragon masih layak dibeli? Atau apakah Anda kehilangan sesuatu yang penting?
Jawabannya mengejutkan: tidak ada kompromi signifikan. Faktanya, dalam banyak aspek, Dimensity 9500 justru unggul terutama dalam efisiensi daya dan pengelolaan panas. Artikel ini mengupas secara mendalam perbandingan Snapdragon 8 Elite Gen 5 vs Dimensity 9500 di lima pilar utama: performa, gaming, efisiensi baterai, kecerdasan buatan (AI), dan konektivitas.
Performa: Duel Sengit di Puncak Gunung
Dulu, Snapdragon unggul jelas dalam single-thread performance faktor krusial untuk kecepatan aplikasi, respons antarmuka, dan multitasking. Namun, MediaTek telah menutup celah itu secara dramatis.
Berdasarkan skor Geekbench 6 terbaru (Oktober 2025):
- Dimensity 9500: sedikit unggul dalam single-core
- Snapdragon 8 Elite Gen 5: unggul tipis di multi-core
Selisih keduanya kurang dari 5% nyaris tak terasa dalam penggunaan sehari-hari
Kedua chipset menggunakan arsitektur ARMv9 terbaru dengan core performa tinggi dan efisiensi energi. Snapdragon mengandalkan core Oryon custom dari Qualcomm, sementara Dimensity 9500 menggunakan Cortex-X925 yang dioptimalkan MediaTek.
Kesimpulan:
Untuk aktivitas harian scroll media sosial, video call, editing foto ringan, hingga multitasking berat keduanya menawarkan pengalaman flagship yang mulus dan responsif. Tidak ada alasan menolak ponsel Dimensity hanya karena "bukan Snapdragon".
Gaming: Adreno vs Mali Mana yang Lebih Unggul di 2025?
Gaming sering dianggap sebagai "benteng terakhir" Qualcomm. GPU Adreno dalam Snapdragon memang memiliki reputasi kuat berkat:
- Optimisasi Elite Gaming dengan developer game besar
- Dukungan Vulkan 1.3, HDR, dan variable rate shading
- Stabilitas framerate di resolusi tinggi
Namun, Mali-G1 Ultra pada Dimensity 9500 bukan lagi kelas dua. Dalam benchmark seperti GFXBench Aztec Ruins dan 3DMark Wild Life Extreme, selisih performa kini hanya 3–7%, dengan Snapdragon unggul di puncak (peak) performa.