Flagship Tanpa Snapdragon Masih Oke? Ini Perbandingan Snapdragon vs Dimensity 2025!

Flagship Tanpa Snapdragon Masih Oke? Ini Perbandingan Snapdragon vs Dimensity 2025!
Sumber :
  • Snapdragon

Gadget – Selama bertahun-tahun, membeli smartphone flagship Android hampir selalu berarti mendapatkan chipset Snapdragon. Qualcomm mendominasi segmen premium dengan performa konsisten, optimisasi gaming, dan dukungan ekosistem yang matang. Tapi di 2025, lanskap itu berubah secara fundamental.

OPPO Find N6 Bocor: Layar LTPO OLED & Kamera 200 MP, Rilis Januari 2026!

Kini, chipset MediaTek Dimensity 9500 muncul di ponsel premium dari OnePlus, Xiaomi, vivo, dan OPPO bahkan menggantikan Snapdragon di beberapa model utama. Pertanyaannya pun muncul: Apakah smartphone flagship tanpa Snapdragon masih layak dibeli? Atau apakah Anda kehilangan sesuatu yang penting?

Jawabannya mengejutkan: tidak ada kompromi signifikan. Faktanya, dalam banyak aspek, Dimensity 9500 justru unggul terutama dalam efisiensi daya dan pengelolaan panas. Artikel ini mengupas secara mendalam perbandingan Snapdragon 8 Elite Gen 5 vs Dimensity 9500 di lima pilar utama: performa, gaming, efisiensi baterai, kecerdasan buatan (AI), dan konektivitas.

Baterai 10.000mAh + Kipas Internal? Ini Spesifikasi Gila Honor Win & Win RT

Performa: Duel Sengit di Puncak Gunung

Dulu, Snapdragon unggul jelas dalam single-thread performance faktor krusial untuk kecepatan aplikasi, respons antarmuka, dan multitasking. Namun, MediaTek telah menutup celah itu secara dramatis.

Oppo Find X9 Ultra & N6 Rilis Lebih Awal di 2026, Ini Jadwal dan Bocorannya!

Berdasarkan skor Geekbench 6 terbaru (Oktober 2025):

  • Dimensity 9500: sedikit unggul dalam single-core
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5: unggul tipis di multi-core

Selisih keduanya kurang dari 5% nyaris tak terasa dalam penggunaan sehari-hari

Kedua chipset menggunakan arsitektur ARMv9 terbaru dengan core performa tinggi dan efisiensi energi. Snapdragon mengandalkan core Oryon custom dari Qualcomm, sementara Dimensity 9500 menggunakan Cortex-X925 yang dioptimalkan MediaTek.

Kesimpulan:
Untuk aktivitas harian scroll media sosial, video call, editing foto ringan, hingga multitasking berat keduanya menawarkan pengalaman flagship yang mulus dan responsif. Tidak ada alasan menolak ponsel Dimensity hanya karena "bukan Snapdragon".

Gaming: Adreno vs Mali Mana yang Lebih Unggul di 2025?

Gaming sering dianggap sebagai "benteng terakhir" Qualcomm. GPU Adreno dalam Snapdragon memang memiliki reputasi kuat berkat:

  • Optimisasi Elite Gaming dengan developer game besar
  • Dukungan Vulkan 1.3, HDR, dan variable rate shading
  • Stabilitas framerate di resolusi tinggi

Namun, Mali-G1 Ultra pada Dimensity 9500 bukan lagi kelas dua. Dalam benchmark seperti GFXBench Aztec Ruins dan 3DMark Wild Life Extreme, selisih performa kini hanya 3–7%, dengan Snapdragon unggul di puncak (peak) performa.

Yang menarik: Dimensity 9500 lebih unggul dalam performa berkelanjutan. Berkat desain termal yang lebih efisien dan distribusi daya yang seimbang, ponsel berbasis Dimensity cenderung:

  • Lebih dingin setelah 30 menit gaming
  • Lebih sedikit throttling
  • Framerate lebih stabil dalam sesi panjang

Contoh nyata: saat memainkan Genshin Impact di pengaturan Ultra 60 FPS, ponsel Snapdragon mungkin mulai turun ke 52 FPS setelah 20 menit, sementara Dimensity tetap di 58 FPS.

Catatan penting: hasil ini juga tergantung pada sistem pendingin ponsel (vapor chamber, graphite film, dll). Tapi secara umum, Dimensity kini bisa bersaing bahkan melampaui Snapdragon dalam skenario gaming realistis.

Efisiensi Daya & Pengelolaan Panas: Dimensity Unggul Nyata

Ini adalah keunggulan terbesar Dimensity 9500 di 2025.

Snapdragon 8 Elite Gen 5, dengan core Oryon berkecepatan tinggi, memang cepat tapi juga lebih boros dan panas. Banyak pengguna melaporkan ponsel Snapdragon terasa hangat hingga panas saat:

  • Rekam video 4K/8K
  • Main game berat
  • Gunakan GPS + kamera + musik bersamaan

Sebaliknya, Dimensity 9500 menggunakan strategi "performance-per-watt" yang agresif. Hasilnya:

  • Konsumsi daya 8–12% lebih rendah dalam beban berat
  • Suhu permukaan 3–5°C lebih dingin
  • Baterai tahan lebih lama dalam penggunaan campuran (mixed usage)

Dalam uji battery drain test selama 8 jam (termasuk gaming, streaming, dan browsing), ponsel Dimensity rata-rata menyisakan 15–20% baterai lebih banyak dibanding saingan Snapdragon-nya.

Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak ingin sering nge-charge, ini adalah keunggulan praktis yang sangat berarti.

AI, Kamera, dan Konektivitas: Battle of the Ecosystems

AI & NPU (Neural Processing Unit)

Kedua chipset memiliki NPU kelas atas:

  • Snapdragon: Hexagon NPU dengan dukungan AI hingga 45 TOPS
  • Dimensity: NPU generasi ke-8 dengan 40 TOPS

Dalam praktik, Snapdragon sedikit unggul dalam computational photography seperti HDR+ real-time, portrait mode dengan depth map akurat, dan video stabilization AI. Namun, Dimensity menawarkan efisiensi daya lebih baik saat menjalankan tugas AI, seperti live translation atau voice assistant.

Kamera & ISP (Image Signal Processor)

Qualcomm masih memimpin dalam tuning ISP terutama untuk video 8K, slow-motion, dan low-light. Banyak brand premium (seperti Samsung dan Google) masih memilih Snapdragon untuk flagship kamera mereka.

Namun, MediaTek telah bekerja sama erat dengan vivo dan OPPO untuk mengoptimalkan ISP Dimensity. Hasilnya: ponsel seperti vivo X200 Pro menawarkan kualitas foto yang nyaris setara dengan Galaxy S25 Ultra dengan harga lebih terjangkau.

Konektivitas

  • 5G: Snapdragon menggunakan modem X85 dengan kecepatan teoritis hingga 10 Gbps, sedangkan Dimensity 9500 menggunakan modem 5G R17 dengan kecepatan 7.9 Gbps. Namun, di dunia nyata, selisihnya tidak terasa karena infrastruktur 5G belum mencapai batas tersebut.
  • Wi-Fi: Keduanya mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan fitur seperti dual-SIM 5G.

Verdict: Snapdragon masih sedikit di depan dalam ekosistem kamera dan AI, tapi Dimensity sudah sangat kompeten terutama jika brand ponselnya sudah mengoptimalkan software-nya.

Harga & Nilai: Dimensity Bawa Flagship Lebih Terjangkau

Salah satu dampak terbesar dari kebangkitan Dimensity adalah penurunan harga flagship.

Ponsel dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 biasanya dibanderol mulai Rp18–25 juta, sementara ponsel setara dengan Dimensity 9500 mulai Rp13–18 juta. Artinya, Anda bisa mendapatkan:

  • Performa 95% setara
  • Baterai lebih tahan lama
  • Suhu lebih dingin
  • Dengan hemat hingga Rp5 juta

Uang tersebut bisa digunakan untuk aksesori, langganan cloud, atau bahkan ponsel kedua!

Kesimpulan: Era Monopoli Snapdragon Telah Berakhir

Di 2025, tidak ada alasan kuat untuk menolak smartphone flagship hanya karena tidak menggunakan Snapdragon. MediaTek Dimensity 9500 bukan lagi "alternatif murah" ia adalah chipset premium yang layak disejajarkan dengan Qualcomm.

Jika prioritas Anda:

  • Performa mentah & ekosistem kamera terbaik → pilih Snapdragon
  • Efisiensi baterai, suhu dingin, dan harga lebih terjangkau → pilih Dimensity

Namun, bagi kebanyakan pengguna, Dimensity 9500 menawarkan keseimbangan terbaik antara performa, daya tahan, dan nilai uang.

Dengan Samsung juga kembali memperkuat Exynos, persaingan chipset Android kini lebih sehat dari sebelumnya. Dan yang diuntungkan? Kita, para konsumen.

Jadi, jangan ragu: flagship berbasis Dimensity di 2025 bukan hanya "worth it" ia bahkan bisa jadi pilihan lebih cerdas.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget