Xiaomi MIX 5 Resmi Dalam Pengembangan! Ini Saatnya Goodbye Lubang Selfie Selamanya?
- Gizchina
- Integrasi kamera yang benar-benar invisible
- Tidak ada efek "screen door" atau distorsi visual
- Kualitas tampilan merata di seluruh layar, termasuk di atas sensor kamera
- Jika benar, ini akan menjadi lompatan besar dari generasi UDC pertama di MIX 4.
2. Desain: Kembali ke Akar dengan Keramik Premium
Salah satu ciri khas seri MIX adalah penggunaan bodi keramik material yang berat namun memberikan sensasi seperti batu poles. Bocoran menyebut MIX 5 akan kembali menggunakan material ini, membedakannya dari smartphone kaca biasa seperti iPhone atau Galaxy S.
Desainnya diprediksi minimalis, slab-style, tanpa takik, tanpa punch-hole seperti selembar kaca utuh yang hidup.
3. Performa: Snapdragon 8 Elite untuk Dominasi 2026
Jika MIX 5 diluncurkan pada awal atau pertengahan 2026, ia hampir pasti akan ditenagai oleh Snapdragon 8 Elite (atau nama resmi generasi berikutnya dari Qualcomm). Chipset ini akan menawarkan:
- Performa CPU/GPU 30–40% lebih cepat dari Snapdragon 8 Gen 3
- Efisiensi daya lebih baik
- Dukungan AI on-device untuk kamera dan asisten virtual
Dengan kombinasi ini, MIX 5 bukan hanya soal desain tapi juga flagship performa puncak.
Apakah Ini "Statement Phone" Xiaomi untuk 2026?
Yang menarik bukan hanya spesifikasinya tapi niat strategis di baliknya.
Dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua flagship termasuk dari Apple, Samsung, dan Google terjebak dalam formula yang sama: layar dengan lubang kamera di pojok kiri atas. Desain ini praktis, tapi membosankan.
Xiaomi tampaknya ingin mengganggu status quo sekali lagi. MIX 5 bukan sekadar smartphone ia adalah pernyataan filosofis: bahwa masa depan smartphone adalah layar murni, tanpa gangguan, tanpa kompromi.
Seperti yang dikatakan oleh banyak pengamat:
"MIX 5 adalah final boss dari evolusi desain smartphone jika berhasil, semua orang akan mengejarnya."
Tantangan Besar: Bisa Kah Xiaomi Menyelesaikan Masalah Kamera Bawah Layar?
Meski bocorannya menjanjikan, tantangan teknis tetap ada. Kamera bawah layar harus mengatasi dua hal sekaligus:
- Kualitas gambar: cahaya harus melewati lapisan piksel, yang mengurangi kejernihan.
- Estetika visual: area di atas kamera harus menyatu sempurna dengan sisa layar.
Solusi generasi baru mungkin melibatkan: