Kamera Leica Xiaomi 17 Ultra vs Vivo X300 Pro, Hasil Jepretan Awal Terungkap
- youtube
Xiaomi kembali menarik perhatian pasar flagship dengan menghadirkan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition. Hanya beberapa jam setelah resmi dijual di Tiongkok, perangkat ini langsung muncul dalam video hands-on global pertama yang diunggah oleh reviewer teknologi internasional, Ben dari kanal “ben’s gadget reviews”. Kehadiran video ini pun menjadi sorotan karena memperlihatkan impresi awal sekaligus perbandingan langsung dengan rival terdekatnya, Vivo X300 Pro.
Sejak awal video berdurasi hampir 15 menit tersebut, Ben memperlihatkan proses unboxing varian Leica Edition yang eksklusif untuk pasar Tiongkok. Ia juga menjelaskan pengaturan awal perangkat, mulai dari antarmuka hingga fitur kamera yang menjadi nilai jual utama. Menariknya, Ben memberi isyarat bahwa ponsel ini kemungkinan akan dirilis secara global dengan nama berbeda, yakni “Leitzphone powered by Xiaomi”, tetap membawa identitas Leica sebagai daya tarik utama.
Dari sisi desain, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition tampil dengan karakter yang kuat. Namun demikian, Ben mencatat adanya sedikit kekecewaan, terutama karena absennya tombol rana fisik di sisi bodi yang sebenarnya sangat identik dengan ponsel berorientasi fotografi. Meski begitu, kesan premium tetap terasa berkat bingkai berlekuk yang solid serta modul kamera besar yang dilengkapi cincin zoom haptic. Selain itu, ini menjadi ponsel Xiaomi pertama yang menyematkan titik merah ikonik Leica, yang sekaligus menjadi penanda kolaborasi eksklusif dan pernyataan visual yang cukup berani.
Fokus utama video ini tentu berada pada kemampuan kamera. Dalam beberapa cuplikan, Ben membandingkan hasil jepretan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition dengan Vivo X300 Pro, khususnya pada mode telefoto dan zoom. Hasilnya pun tidak sepenuhnya mutlak. Pada satu adegan, Vivo X300 Pro mampu menghadirkan detail yang terlihat sedikit lebih tajam. Namun di sisi lain, Xiaomi unggul dalam pengolahan warna, terutama pada warna kuning yang tampak lebih alami dan tidak berlebihan.
Sementara itu, pada pengujian foto potret, perbedaan karakter pemrosesan kedua ponsel semakin terlihat. Vivo cenderung menghasilkan efek yang terlalu halus, sehingga detail wajah tampak sedikit kehilangan tekstur. Sebaliknya, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition menampilkan hasil yang lebih lembut namun tetap mempertahankan kesan natural. Bagi pengguna yang menyukai karakter foto realistis, pendekatan Xiaomi ini tentu menjadi nilai tambah.
Tak hanya foto, Ben juga menguji kemampuan perekaman video. Cuplikan yang diambil di sekitar Hong Kong memperlihatkan transisi zoom yang sangat mulus dari zoom optik ke digital hingga 15x. Meski demikian, artefak mulai terlihat ketika zoom diperbesar lebih jauh. Meski masih bisa dimaklumi, hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi software masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Dalam kondisi cahaya rendah, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition menunjukkan potensi besar. Pencahayaan terlihat terjaga dan warna tetap konsisten. Namun demikian, subjek yang bergerak masih belum selalu tertangkap dengan tajam. Masalah ini sebenarnya cukup umum pada pengujian awal dan bisa saja diperbaiki melalui pembaruan perangkat lunak di kemudian hari.
Secara keseluruhan, kesan pertama terhadap kamera Xiaomi 17 Ultra Leica Edition cukup positif. Ben menilai bahwa sistem kamera yang disetel oleh Leica ini memiliki potensi nyata untuk menjadi salah satu yang terbaik di kelas flagship. Meski masih membutuhkan pengujian lebih lanjut dalam penggunaan sehari-hari, Xiaomi tampaknya berhasil menghadirkan karakter kamera yang kuat dan berbeda dari kompetitor.
Dengan persaingan ketat di segmen ponsel kamera premium, perbandingan dengan Vivo X300 Pro menunjukkan bahwa tidak ada pemenang mutlak. Keduanya menawarkan keunggulan masing-masing. Namun, bagi penggemar fotografi mobile yang mengutamakan warna natural dan sentuhan klasik Leica, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition jelas menjadi opsi yang sangat menarik untuk dinantikan kehadirannya secara global.