Mengenal Segmen HP Samsung: Low Entry dan Mid Entry Dibedah Tuntas

Samsung Low Entry dan Mid Entry
Sumber :
  • lifeworks

Samsung dikenal sebagai salah satu produsen smartphone yang konsisten membagi produknya ke dalam beberapa segmen. Tujuannya sederhana, yaitu agar konsumen lebih mudah memilih ponsel sesuai kebutuhan dan anggaran. Dua kategori yang paling sering dibandingkan adalah Samsung low entry dan Samsung mid entry atau mid-range. Meski sekilas terlihat mirip, perbedaan keduanya cukup signifikan jika dilihat dari spesifikasi, fitur, hingga performa sehari-hari.

Samsung Siapkan Pendinginan Baru untuk Exynos, RAM Tak Lagi Panas

Pada dasarnya, perbedaan Samsung low entry dengan mid entry tidak hanya soal harga. Lebih dari itu, Samsung merancang masing-masing segmen dengan target pengguna yang berbeda. Oleh karena itu, memahami karakter setiap kategori menjadi langkah penting sebelum memutuskan membeli smartphone baru.

Samsung low entry atau entry level merupakan kelas paling dasar dalam jajaran smartphone Samsung. Seri ini biasanya mencakup Galaxy A0x dan A1x, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan komunikasi sehari-hari. Ponsel di segmen ini lebih menekankan fungsi esensial dibandingkan performa tinggi atau fitur canggih.

Samsung Rilis Galaxy A17 5G dan Tab A11+, Harga Murah Fitur Niat

Dari sisi harga, Samsung low entry menjadi pilihan paling terjangkau. Ponsel ini cocok bagi pengguna pemula, pelajar, atau mereka yang membutuhkan perangkat kedua. Selain itu, penggunaan seperti telepon, pesan singkat, WhatsApp, media sosial, hingga browsing ringan masih bisa dijalankan dengan cukup baik.

Namun demikian, ada sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. Prosesor yang digunakan umumnya berada di kelas dasar, sehingga performanya tidak ditujukan untuk multitasking berat. Kapasitas RAM dan penyimpanan internal juga relatif kecil, meski masih memadai untuk pemakaian ringan. Sementara itu, sektor kamera hadir dengan kualitas standar, cukup untuk dokumentasi sederhana tanpa banyak fitur tambahan.

Chip Samsung Makin Dingin! RAM Kini Ikut Didinginkan dengan Desain Baru

Selain itu, fitur pendukung seperti NFC, fast charging berdaya besar, atau layar dengan refresh rate tinggi biasanya belum tersedia. Dukungan pembaruan sistem operasi juga cenderung lebih singkat dibandingkan kelas di atasnya. Dari segi desain, bodi ponsel low entry umumnya menggunakan material plastik dengan tampilan sederhana.

Beberapa contoh Samsung low entry yang populer di pasaran antara lain Galaxy A03, Galaxy A04, dan Galaxy A05 series. Seri ini banyak dipilih karena harganya ramah di kantong dan cukup andal untuk kebutuhan dasar harian.

Beranjak ke kelas yang lebih tinggi, Samsung mid entry atau mid-range hadir sebagai solusi bagi pengguna yang menginginkan keseimbangan antara harga dan performa. Di segmen ini, Samsung menawarkan seri Galaxy A3x, A5x, A7x, serta Galaxy M3x dan M5x. Ponsel mid-range dirancang untuk penggunaan yang lebih intens, namun tetap dengan harga yang masih masuk akal.

Dibandingkan low entry, smartphone mid-range dibekali chipset kelas menengah yang lebih bertenaga. Alhasil, aktivitas multitasking terasa lebih lancar, termasuk saat membuka banyak aplikasi sekaligus. Kapasitas RAM dan penyimpanan juga lebih besar, sehingga pengguna memiliki ruang yang lebih lega untuk menyimpan data dan aplikasi.

Keunggulan lain terlihat pada sektor kamera. Samsung mid-range umumnya menawarkan kamera dengan kualitas lebih baik, lengkap dengan fitur tambahan seperti mode malam, stabilisasi, atau dukungan AI. Layar yang digunakan pun biasanya sudah berjenis AMOLED dengan refresh rate lebih tinggi, sehingga pengalaman visual terasa lebih nyaman.

Menariknya, banyak smartphone mid-range Samsung kini sudah mendukung jaringan 5G. Fitur tambahan seperti NFC, sensor sidik jari yang responsif, serta fast charging berdaya lebih besar juga semakin umum ditemukan. Dari sisi desain, tampilannya cenderung lebih modern dan terlihat premium meski masih menggunakan material plastik berkualitas.

Beberapa contoh Samsung mid-range yang cukup diminati antara lain Galaxy A34, Galaxy A54, Galaxy M35, dan Galaxy M55. Model-model ini cocok bagi pengguna aktif yang membutuhkan ponsel untuk media sosial, kerja, hiburan, hingga gaming ringan.

Jika dibandingkan secara langsung, perbedaan low entry dan mid-range semakin terlihat jelas. Low entry unggul dari sisi harga yang lebih murah, tetapi performanya terbatas. Sebaliknya, mid-range menawarkan kinerja lebih cepat, fitur lebih lengkap, serta pengalaman penggunaan yang lebih nyaman, meski dengan harga yang lebih tinggi.

Dalam praktiknya, Samsung low entry lebih cocok bagi pengguna yang baru pertama kali menggunakan smartphone atau memiliki budget sangat terbatas. Sementara itu, Samsung mid-range menjadi pilihan ideal bagi mereka yang sering multitasking, membutuhkan kamera yang lebih mumpuni, dan menginginkan ponsel yang bisa digunakan dalam jangka waktu lebih lama.

Sebagai kesimpulan, Samsung low entry fokus pada keterjangkauan dan fungsi dasar, sedangkan Samsung mid-range menawarkan peningkatan signifikan dari sisi performa, fitur, dan kenyamanan. Oleh karena itu, jika kebutuhan penggunaan sehari-hari semakin kompleks, memilih mid-range bisa menjadi investasi yang lebih tepat.