Bukan Smartphone! OpenAI Pilih Pena sebagai Hardware Pertamanya-Ini Kehebatannya
- gsmarena
Semua ini dimungkinkan karena pena dilengkapi sensor gerak, mikrofon mini, kamera mikro, dan chip AI khusus yang terhubung ke model bahasa besar OpenAI mungkin varian ringan dari GPT-5 atau arsitektur baru yang dioptimalkan untuk edge computing.
Dan karena dikembangkan oleh Jony Ive, desainnya dipastikan elegan, minimalis, dan intuitif menggabungkan estetika Apple dengan kecerdasan OpenAI.
Dua Perangkat Tambahan: Strategi “Three-Core Devices” OpenAI
Pena AI hanyalah permulaan. Menurut laporan terbaru, OpenAI juga sedang mengembangkan dua perangkat hardware lainnya, termasuk:
- Perangkat audio portabel yang bisa dibawa ke mana saja, kemungkinan berfungsi sebagai asisten suara pribadi yang selalu siap.
- Satu lagi masih dirahasiakan, tapi diduga terkait antarmuka visual atau augmented reality ringan.
Ketiga perangkat ini akan diposisikan sebagai “three-core devices”:
- Smartphone – komputasi pribadi utama
- Laptop – produktivitas profesional
- Perangkat OpenAI – jembatan antara dunia fisik dan AI
Konsep ini mirip dengan visi Apple tentang “ecosystem”, tapi dengan fokus pada interaksi alami antara manusia dan AI, bukan sekadar layar dan sentuhan.
Produksi di Luar China: Strategi Geopolitik OpenAI
Menariknya, OpenAI sengaja menghindari produksi di China langkah yang mencerminkan kehati-hatiannya dalam menghadapi ketegangan geopolitik AS-Tiongkok.
Foxconn, raksasa manufaktur asal Taiwan, dipilih sebagai mitra produksi utama. Namun, lokasi pabrik kemungkinan besar di Vietnam, bukan di daratan China. Ini mengikuti tren perusahaan teknologi global yang memindahkan rantai pasok ke Asia Tenggara.
Ada juga kemungkinan kecil bahwa sebagian produksi akhir terutama untuk pasar AS akan dilakukan di pabrik Foxconn di Wisconsin, Amerika Serikat, meski biayanya jauh lebih tinggi.
Langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI tidak hanya memikirkan teknologi, tapi juga risiko politik, keamanan data, dan persepsi publik terutama mengingat sensitivitas seputar AI dan kekayaan intelektual.
Mengapa Pena? Filosofi di Balik Pilihan yang Tak Terduga
Banyak yang bertanya: mengapa pena? Mengapa tidak kacamata AR atau gelang pintar?
Jawabannya terletak pada filosofi desain Jony Ive dan visi OpenAI tentang interaksi manusia-AI.
Jony Ive pernah berkata:
“Teknologi terbaik adalah yang menghilang yang meresap ke dalam kebiasaan, bukan mengganggunya.”