Intel Arc B390 iGPU Klaim Kalahkan RTX 4050
- Istimewa
- Istimewa
- Intel Arc B390 iGPU resmi menjadi solusi grafis terintegrasi (iGPU) tercepat dari Intel, berbasis arsitektur Xe3.
- Performa gaming 1080p diklaim mampu menyamai, bahkan rata-rata 10% lebih cepat dari GPU diskrit NVIDIA GeForce RTX 4050 Laptop GPU.
- Dalam perbandingan langsung, B390 mengungguli Radeon 890M (AMD) hingga 82% dan Adreno (Qualcomm) hingga 2,6 kali lipat.
- iGPU ini adalah yang pertama di pasar dengan dukungan penuh Multi-Frame Generation (MFG) mode 4x.
Intel resmi meluncurkan Intel Arc B390 iGPU, sebuah solusi grafis terintegrasi yang mengejutkan industri teknologi. Sebagai bagian dari prosesor Intel Core Ultra Series 3 (Panther Lake), Intel mengklaim bahwa Intel Arc B390 iGPU kini menjadi iGPU tercepat yang pernah mereka ciptakan. Klaim paling berani muncul dari hasil pengujian gaming 1080p.
Dalam pengujian tersebut, iGPU berbasis arsitektur Xe3 ini dilaporkan mampu menandingi, bahkan melampaui, kartu grafis diskrit NVIDIA GeForce RTX 4050 Laptop GPU. Perkembangan ini menegaskan komitmen serius Intel untuk mendominasi pasar grafis terintegrasi.
Arsitektur Xe3: Lompatan Performa Grafis Terintegrasi
Intel merancang Intel Arc B390 iGPU dengan basis arsitektur Xe3. Peningkatan signifikan terjadi pada konfigurasi inti grafis. Intel membekali B390 dengan 12 Xe3 cores, naik 50% dibandingkan iGPU tercepat Intel sebelumnya, yaitu Arc 140V (Lunar Lake).
Peningkatan core ini menghasilkan lonjakan performa yang dramatis. Secara resmi, Intel mengklaim peningkatan performa grafis mencapai 77% dibandingkan Intel Arc 140V. Mereka juga mencatat B390 ini 76% lebih cepat dibanding Intel Arc 140T yang menggunakan Xe+ pada Arrow Lake.
Mengalahkan Kompetitor di Skenario 1080p
Pengujian performa gaming Intel berfokus pada resolusi 1080p dengan memanfaatkan teknologi upscaling 2x pada judul-judul game modern. Hasilnya, Intel Arc B390 iGPU mencatat lonjakan performa yang tak tertandingi di kelas grafis terintegrasi.
Tak hanya mengandalkan upscaling, Intel juga membandingkan performa native 1080p. Mereka mengadu Intel Core Ultra X9 388H dengan Arc B390 melawan AMD Ryzen AI 9 HX 370 yang membawa iGPU Radeon 890M. Pada pengujian ini, Arc B390 menawarkan performa rata-rata 82% lebih cepat di berbagai judul game. Menariknya, sistem Intel bekerja pada daya berkelanjutan (sustained power) 45W, sementara sistem AMD mencapai 53W.
Perbandingan melawan Qualcomm Snapdragon X Elite 84-100 dengan iGPU Adreno menunjukkan perbedaan performa yang lebih jauh. Arc B390 menunjukkan keunggulan hingga 2,6 kali lebih tinggi dalam pengujian gaming rata-rata.
Menantang Dominasi GPU Diskrit Entry-Level
Klaim paling kontroversial muncul saat Intel membandingkan Intel Arc B390 iGPU dengan GPU diskrit. Intel secara terbuka menguji B390 (TDP 45W) melawan NVIDIA GeForce RTX 4050 Laptop GPU (TDP 60W).
Intel menyatakan bahwa Arc B390 mampu menyamai, bahkan melampaui, RTX 4050 Laptop GPU. Secara rata-rata, performa Arc B390 sekitar 10% lebih cepat dibanding RTX 4050 dalam pengujian game yang sama. Pencapaian ini menempatkan Arc B390 sebagai iGPU pertama yang langsung bersaing ketat dengan GPU diskrit kelas laptop entry-level.
Keunggulan Multi-Frame Generation
Selain kekuatan mentah, teknologi pendukung juga menjadi keunggulan Intel Arc B390 iGPU. iGPU ini adalah satu-satunya di pasaran yang mendukung teknologi Multi-Frame Generation (MFG) hingga mode 4x.
Dalam pengujian judul berat seperti Battlefield 6 dan Cyberpunk 2077, Arc B390 menggunakan XeSS 3 Multi-Frame Generation. Teknologi ini menghasilkan peningkatan frame rate signifikan. Bahkan, dalam beberapa skenario, iGPU ini mampu mengungguli Radeon 890M dan RTX 4050 Laptop GPU. Intel mencatat pengalaman gaming hingga 4x lebih smooth pada beberapa konfigurasi terbaiknya.
Proyeksi Jangka Panjang dan Dampak di Pasar Laptop
Peluncuran Intel Arc B390 iGPU mencerminkan arah baru dalam strategi grafis Intel. Mereka menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap arsitektur Xe3. Kemampuan B390 ini jelas akan membentuk ulang definisi laptop gaming entry-level dan kelas thin-and-light.
Ke depan, arsitektur Xe3 diharapkan membuka jalan bagi efisiensi dan peningkatan performa lebih lanjut di berbagai form factor. Dengan demikian, konsumen tidak perlu lagi bergantung pada GPU diskrit kelas bawah untuk menikmati pengalaman gaming 1080p yang memuaskan. Langkah ini memperkuat posisi Intel sebagai pemain kunci di seluruh segmen komputasi.