Data 2025: Kesenjangan Keterampilan IT Lebih Penting dari AI Baru
- vdc.edu.au
Gadget – Kesenjangan Keterampilan IT (Skill Gap) kini mendominasi agenda para pemimpin TI global. Perusahaan mulai menyadari bahwa kendala utama dalam transformasi digital bukanlah kekurangan perangkat lunak. Sebaliknya, tantangan sesungguhnya terletak pada terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu mengoperasikan teknologi canggih tersebut secara maksimal.
Laporan "State of Observability 2025" dari ManageEngine menunjukkan pergeseran drastis dalam strategi anggaran tahun depan. Alih-alih menganggarkan dana besar untuk akuisisi teknologi, perusahaan teknologi memutuskan untuk kembali ke fundamental: berinvestasi pada Pelatihan Karyawan.
Kesenjangan Keterampilan IT Jadi Tembok Penghalang Adopsi Teknologi
Survei yang melibatkan lebih dari 1.200 profesional TI di seluruh dunia ini memberikan gambaran yang jelas. Data menunjukkan bahwa Kesenjangan Keterampilan IT adalah penghalang adopsi teknologi terbesar kedua secara global.
Hampir separuh organisasi, tepatnya 47,5%, merasakan dampak kesenjangan pengetahuan ini. Angka tersebut hanya berada sedikit di bawah masalah biaya operasional. Temuan ini menggarisbawahi kegagalan investasi masa lalu. Investasi masif pada alat observabilitas modern sering kali tidak optimal karena tim internal tidak memiliki keahlian yang cukup untuk memanfaatkannya.
Perubahan Strategi Investasi Observabilitas
Menghadapi realitas ini, para pemimpin TI secara agresif mengubah fokus investasi mereka. Ketika ditanya mengenai cara meningkatkan nilai investasi observabilitas di masa depan, jawabannya mengejutkan. Mereka tidak memilih modul tambahan atau penggantian vendor.
Mayoritas responden (45,8%) menyatakan bahwa prioritas utama mereka adalah melatih staf. Mereka ingin memastikan staf dapat menggunakan alat yang ada secara efektif. Angka ini jauh mengungguli inisiatif teknis lainnya. Konsolidasi alat hanya dipilih oleh 41% responden. Sementara itu, integrasi dengan perangkat lunak lain hanya menjadi prioritas 39,3%.
Tren peningkatan keterampilan (upskilling) ini terjadi secara universal. Organisasi besar dan kecil, baik yang baru memulai pemantauan maupun yang sudah memiliki sistem observabilitas matang, sama-sama menjadikan Pelatihan Karyawan sebagai prioritas utama. Bahkan sektor Solusi dan Layanan TI, yang secara tradisional maju, berencana melipatgandakan upaya peningkatan kemampuan tim.
Korelasi Kesenjangan Keterampilan IT dan Adopsi AI
Kekurangan talenta juga secara langsung memengaruhi cara perusahaan memilih dan menggunakan fitur Kecerdasan Buatan (AI). Laporan ManageEngine menemukan hubungan yang kuat antara Kesenjangan Keterampilan IT dengan permintaan terhadap fitur otomatisasi.