Bahaya Tersembunyi: Kode Buatan AI Sisipkan Malware & Data Bocor

Bahaya Tersembunyi: Kode Buatan AI Sisipkan Malware & Data Bocor
Sumber :
  • Istimewa
Ilustrasi: Palo Alto Networks
Sumber :
  • Istimewa
DICE Awards 2026: Clair Obscur Pimpin Nominasi di Tengah Kontroversi AI

  • Laporan "The State of Generative AI 2025" oleh Palo Alto Networks mengungkap potensi bahaya keamanan dari asisten coding AI.
  • Alat coding AI mampu menghasilkan kode yang mengandung malware, pola tidak aman, dan tautan berbahaya.
  • Pengunggahan kode sumber rahasia ke alat pihak ketiga meningkatkan risiko kebocoran data signifikan.
Bahaya Hukum di Balik Cara Pantau WhatsApp Pasangan

Revolusi kecerdasan buatan (AI) secara drastis mengubah lanskap pengembangan perangkat lunak global. Banyak programmer kini mengandalkan alat bantu coding berbasis AI untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi kerja. Namun, perkembangan pesat ini membawa risiko keamanan serius.

Link Video Viral "Jule dan Yuka Check in Hotel": Benarkah Video Asli atau Jebakan Siber?

Laporan terbaru dari Palo Alto Networks, "The State of Generative AI 2025," memperingatkan bahaya tersembunyi. Ternyata, kode buatan AI berpotensi menyimpan pola tidak aman hingga penyisipan malware yang mengancam integritas aplikasi perusahaan.

Ancaman Malware dan Kerentanan pada Kode Buatan AI

Penggunaan alat pengembang AI (AI developer tools) seperti GitHub Copilot, Tabnine, dan Microsoft Power Apps melonjak tajam. Laporan mencatat bahwa sektor Teknologi Tinggi dan Manufaktur menjadi pengguna paling masif, menyumbang 39% dari seluruh transaksi coding terkait AI. Daya tarik utamanya adalah otomatisasi alur kerja.

Namun, Palo Alto Networks menemukan masalah fundamental pada output yang dihasilkan GenAI. Aplikasi yang mampu membuat kode ini terbukti rentan terhadap pembuatan malware. Mereka bahkan dapat menyisipkan tautan berbahaya (malicious links) di dalam respons yang diberikan kepada pengguna.

Risiko Fatal Penggunaan Kode Tanpa Verifikasi

Kerentanan keamanan semakin parah karena kode sumber yang dihasilkan AI sering kali mengandung pola yang tidak aman. Kode ini juga berpotensi memuat pustaka (libraries) yang sudah rentan.

Jika developer langsung menyalin dan menempelkan (copy-paste) kode buatan AI tanpa pemeriksaan mendalam, mereka secara tidak sengaja menyuntikkan kerentanan yang dapat dieksploitasi. Hal ini dapat memicu eksekusi kode berbahaya (malicious code execution) pada aplikasi perusahaan. Risiko ini jauh lebih besar karena developer sering kali menganggap kode yang disarankan AI sudah optimal dan aman.

Asisten Coding AI Sebagai Vektor Kebocoran Data

Halaman Selanjutnya
img_title