JICT Tetapkan Standar Baru: Rantai Pasok Logistik Non-Stop 2026

JICT Tetapkan Standar Baru: Rantai Pasok Logistik Non-Stop 2026
Sumber :
  • Istimewa
JICT Tetapkan Standar Baru: Rantai Pasok Logistik Non-Stop 2026
Sumber :
  • Istimewa
Terobosan Besar: 4 Inovasi Smartphone CES 2026 Wajib Tahu

  • JICT memulai tahun 2026 dengan penegasan komitmen operasional tanpa jeda, ditandai melalui momentum "Last Container 2025" dan "First Container 2026."
  • Komitmen ini memastikan kelancaran [Rantai Pasok Logistik] nasional sejak detik pertama tahun baru.
  • Untuk meningkatkan produktivitas, [JICT 2026] akan berinvestasi besar dengan mendatangkan peralatan berbasis elektrifikasi, seperti e-QC dan e-RTGC.
SpaceX Kantongi Izin FCC: 7.500 Starlink Gen2 Baru Meluncur

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) secara tegas mengirimkan pesan krusial kepada seluruh pelaku industri. JICT menyatakan bahwa layanan kepelabuhanan dan arus [Rantai Pasok Logistik] nasional tidak boleh berhenti sedetik pun, bahkan saat pergantian tahun. Faktanya, komitmen tersebut ditandai dengan dua momentum simbolik yang penting, yakni proses The Last Container Lifted in 2025 dan The First Container Loaded in 2026.

Jadwal Peluncuran Samsung Galaxy S26 Mundur ke Maret 2026

Pada malam 31 Desember 2025, JICT mengangkat kontainer terakhir tahun berjalan. Hanya berselang beberapa menit, tepat memasuki 1 Januari 2026, operasional terminal kembali berjalan. Mereka langsung melakukan pemuatan kontainer pertama tahun baru. Seluruh aktivitas berlangsung mulus di bawah standar keselamatan kerja dan keandalan sistem yang konsisten.

JICT 2026 Memastikan Logistik Berjalan Tanpa Jeda

Wakil Direktur Utama JICT, Budi Cahyono, menegaskan tradisi ini merupakan representasi nyata kesiapan JICT. Tradisi ini menunjukkan kemampuan mereka menjaga kelancaran rantai pasok sepanjang waktu. Budi menekankan bahwa pergantian tahun tidak berarti aktivitas terminal berhenti.

Justru, momentum ini menjadi penegasan bahwa [JICT 2026] siap bekerja sejak detik pertama. Pihak manajemen ingin menjaga kepercayaan pelanggan dan memastikan arus logistik terus bergerak.

Budi juga menjelaskan setiap pergerakan kontainer merupakan hasil kolaborasi erat antar seluruh elemen di JICT. Kolaborasi ini melibatkan operator lapangan, perencana operasi, hingga tim pendukung. Konsistensi kinerja inilah yang menjadi fondasi utama JICT dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang andal dan berdaya saing global.

Strategi Penguatan Operasional dan Efisiensi Logistik

JICT menyadari tantangan industri logistik akan semakin kompleks pada tahun 2026. Hal ini sejalan dengan meningkatnya volume perdagangan dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Karena itu, penguatan operasional dan keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Mereka menargetkan peningkatan kapasitas dan keandalan sistem secara menyeluruh.

Investasi Peralatan Baru Berbasis Elektrifikasi

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mencapai standar internasional, JICT menyiapkan investasi besar. Di tahun 2026, mereka akan mendatangkan berbagai peralatan baru berbasis elektrifikasi.

Peralatan baru ini meliputi:

  • e-Quay Container Crane (e-QC)
  • e-Rubber Tyred Gantry Crane (e-RTGC)
  • e-Terminal Truck

Budi Cahyono menjelaskan langkah ini JICT ambil untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan layanan. Selain itu, adopsi teknologi ramah lingkungan tersebut juga memenuhi standar operasional global terbaru.

Proyeksi Daya Saing Terminal Petikemas Indonesia

Rangkaian "Last Container" dan "First Container" menjadi penanda krusial. Ini menunjukkan transisi kinerja JICT dari satu tahun ke tahun berikutnya. Secara simbolis, momen ini juga menjadi pengingat bahwa terminal petikemas ini beroperasi secara non-stop. Hal ini vital demi memastikan perekonomian nasional terus berputar.

Dengan kesiapan sumber daya manusia, peralatan, dan sistem yang optimal, JICT optimistis dapat melangkah lebih jauh pada tahun [JICT 2026]. Mereka terus menjaga perannya sebagai salah satu gerbang utama perekonomian Indonesia. Terminal ini berkomitmen penuh mengamankan dan memperlancar [Rantai Pasok Logistik] demi kepentingan industri nasional.